Selasa, 12 Maret 2013

Life of Happiness Chapter 4

Disclaimer: Gakuen Alice belong to Higuchi Tachibana



 Chapter 4: Plan

Masih di Kota Tokiyo

~ Perusahaan Hyuuga – Flame and Gold Corporation

Ada sesosok orang berjalan terburu-buru keluar dari lift menuju ruang kerja wakil CEO. Dia berambut pirang dan bermata biru langit yang namanya adalah Ruka Nogi.

Ruka membuka pintu ruang kerja tersebut dan masuk menutup pintu dengan keras. Ruka menghampiri meja kerja yang telah diduduki oleh sang sahabat berambut hitam dan mata merah. Kursi putar itu berputar menghadapi Ruka.

"Ada apa, Ruka?" tanya sang pemuda berumur 19 tahun.

"Natsume.. Apa itu benar?" tanya Ruka.

"Apa maksudmu, Ruka?" tanya ulang lagi pada sahabatnya mengangkat satu alisnya.

"Soal pertunangan itu.." tukas Ruka.

Pemuda bernama Natsume itu tahu maksud Ruka . Dia beranjak dari kursi putarnya dan duduk di sofa dekat dengan meja kerja. Ruka pun menyusulnya. Ruka menatap Natsume sejenak menghela napas lalu duduk.
"Hotaru dan Yoichi yang bilang padaku. Katanya kamu mau menentang perjodohanmu dengan Mikan. Apa itu benar, Natsume?" tanya Ruka.

Natsume yang tidak menjawab pertanyaan Ruka hanya bersandar dan mengangkat kakinya bertumpu pada lututnya. Ruka yang tidak mendengar jawaban Natsume pasti tahu kalau dia sudah menentang pertunangannya dengan Mikan.

Sejak Mikan dan Paman Izumi menghilang di Rumah Sakit 10 tahun yang lalu. Hal itu berdampak pada semuanya termasuk keluarga Hyuuga dan sahabat-sahabatnya. Semua keluarga seperti keluarga Misaki Harada dan Tonouchi Akira juga ikut menghilang entah kemana. Yang mengetahui kejadian tersebut hanyalah Tsubasa Andou dan Kaname Sono sepupunya. Dan kakak Izumi, Kazumi Yukihira.

Tapi mereka tidak mau memberitahu keberadaan Mikan dan Izumi. Mereka selalu merahasiakannya. Mereka juga mengatakannya, "saat itu akan tiba kalian bertemu dengan mereka. Jadi bersabarlah." Itulah kalimat Kazumi pada keluarga Hyuuga.

Inilah membuat keluarga Hyuuga tidak bisa bersabar dengan pernyataan Kazumi, jadi mereka terus mencari Mikan dan Izumi kurang lebih 10 tahun. Biarpun sampai sekarang.

Sejak Mikan menghilang, Natsume terus menerus meminta pada keluarganya untuk membatalkan rencana pertunangannya dengan Mikan dan berganti menjadi meminta persetujuan untuk bertunangan dengan putri keluarga Koizumi, Luna Koizumi.

Rencana pertunangan itu tidak disetujui oleh keluarga Hyuuga karena keluarga Hyuuga masih menganggap Mikan harus menjadi tunangan Natsume. Itu adalah janjinya pada Yuka Yukihira saat Mikan dan Natsume belum lahir. Tetapi, itu tidak membuat Natsume gentar dan terus melakukan perlawanan kepada keluarganya apa pun yang terjadi. Inilah membuat Natsume dan keluarganya hancur berantakan hanya karena masalah pertunangannya dengan Luna Koizumi.

Hotaru dan Yoichi juga tidak mau Luna Koizumi menjadi tunangan Natsume. Karena gara-gara Luna-lah, Natsume menentang keluarga Hyuuga dan sahabat-sahabatnya. Hubungan mereka pun akhirnya hancur berantakan.

Ruka beranjak dari sofa di mana dia duduk dan menghadapi Natsume. Sebelum Ruka berbicara, pintu terbuka dan menampilkan seorang perempuan cantik berdandan menor berusia 19 tahun. Perempuan berambut merah muda, mata merah muda, dan tahi lalat di samping kiri bawah bibirnya. Namanya adalah Luna Koizumi

"NATSUME! SAYANG!"

Natsume tersenyum kecil lalu berdiri menghampirinya dan memeluknya mesra. Gadis itu berjingkat untuk mendekatkan bibirnya dengan bibir Natsume. Natsume tersenyum kecil lagi tahu apa yang di lakukannya, memegang erat pinggangnya dan mencium mesra. Si gadis itu pun akhirnya membalas ciumannya dengan melingkarkan lehernya dengan kedua tangannya.

Hal ini membuat Ruka menoleh ke samping tidak mau melihat pemandangan yang membuat sakit mata dan juga sakit hati. Ruka memegang jidatnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Sahabatnya lebih memilih perempuan lain daripada Mikan yang masih tidak ditemukan keberadaannya.

"KAKAK! Kakak ada di..." Pintu terbuka dan muncul tiga orang masuk ke dalam ruang kerja wakil CEO. Tiga orang tersebut berhenti melangkah karena melihat apa yang ada di hadapannya. Gadis berusia 17 tahun berambut hitam dan mata merah kecokelatan membeku tidak tahu harus berkata apa, sedangkan dua orang hanya melihat dengan pandangan jijik biarpun wajah mereka tanpa ekspresi.

"Aoi.. Youichi.. Hotaru.."

Ruka menoleh lalu memandang mereka bertiga. Hal ini membuat gadis berambut hitam panjang sebahu bernama Aoi berteriak.

"Kakak! Apa yang kakak lakukan pada perempuan itu!" teriak Aoi menunjuk ke arah gadis berambut merah muda dengan pandangan yang membuatnya ingin menghancurkan perempuan bernama Luna Koizumi.
Natsume dan gadis itu berhenti berciuman, melonggarkan pelukannya tetapi Natsume masih memegang pinggangnya. Natsume mengangkat satu alisnya dan Luna hanya menyeringai.

"Untuk apa kalian bertiga ke sini?" tanya Natsume.

"Kakak belum menjawab pertanyaan Aoi. Untuk apa perempuan itu ada di sini!" tanya ulang Aoi.

"Bukan urusanmu, Aoi. Luna ini adalah pacarku dan sebentar lagi akan menjadi tunanganku," jelas Natsume.
"Pacar dan tunangan?" Hotaru pun akhirnya angkat bicara memandang Natsume lalu memandang Luna, "sejak kapan dia menjadi pacarmu, Hyuuga?"

Natsume menghela napas dan mengangkat alisnya lagi.

"Sejak dia masuk ke dalam hatiku." Luna tersenyum pada kata-kata Natsume. Luna lalu memeluknya mesra.
Hotaru berwajah yang tidak dimengerti hanya menggelengkan kepalanya. Aoi dan Youichi melangkah maju menghadapi Natsume dan Luna. Aoi angkat bicara.

"Kakak.. Kakak tidak lupa pada janji kita untuk menemukan Mikan-chan 10 tahun yang lalu sejak Mikan-chan hilang. Kakak juga tidak lupa janji semasa kecil untuk bersama-sama melindungi Mikan-chan?" Aoi memegang pergelangan Natsume dengan mata berkaca-kaca.

"Aku... Aku sudah melupakannya, Aoi. Sejak lima tahun yang lalu," jelas Natsume melepaskan genggaman Aoi. Aoi yang tangannya dilepas lalu menangis terisak-isak.

Youichi melangkah ke depan lalu memukul wajah Natsume dengan pukulan yang sangat keras. Natsume jatuh ke lantai berkarpet. Luna menghampiri Natsume memegang wajahnya yang terluka dengan darah yang keluar dari mulutnya.

"Apa yang kamu lakukan, Youichi!" tanya Natsume geram mengangkat kepalanya menatap Youichi.
Youichi maju selangkah memegang kerah kemeja Natsume, "Jadi, kamu lupa dengan janji itu! Janji kita bersama, hah!" geram Youichi ingin menghajar Natsume sekali lagi tetapi di hentikkan oleh Ruka.

"HENTIKAN YOUICHI!" Ruka melangkah ke hadapan Youichi dan Natsume untuk menghalau pertikaian tersebut. Ruka mendorong Youichi jauh dari Natsume. Natsume membersihkan debu di kemejanya dibantu oleh Luna. Luna melihat ini pun menjadi marah pada Youichi.

"Hei, apa yang kamu lakukan pada sayangku!" tanya Luna marah tapi kedengaran centil.

"DIAM KAMU, PEREMPUAN SIALAN!" teriak marah Youichi.

Luna terkejut dan bersembunyi di balik belakang Natsume. Melihat ini, Natsume melangkah maju untuk menghajar Youichi tapi dihentikan oleh Aoi.

"Hentikan kakak! Kenapa..? Kenapa kakak berubah menjadi seperti ini? Kakak berubah drastis... selalu bertengkar sama ayah dan ibu... Kakak tidak pernah bersikap seperti ini.. Kenapa kakak?" Aoi yang telah menangis melihat kakaknya marah hanya seorang perempuan bernama Luna Koizumi.

Natsume memandang Aoi yang telah menitikkan air matanya tidak tega melihat adik kesayangannya menjadi menangis. Natsume juga tidak bisa berkata-kata lagi melihat sahabat dan sepupu-sepupunya menjadi wajah kecewa. Natsume ingin memeluk Aoi tetapi dihentikkan oleh Luna yang berdiri di belakangnya yang menarik kemejanya. Natsume berubah kembali dari tampang kasihan melihat adiknya menjadi marah. Dan berteriak marah.

"Itu bukan urusanmu! Ini keputusanku untuk menjadikan Luna tunanganku. Jadi.. Jangan ganggu keputusanku ini. Urus urusan kalian sendiri!"

Aoi terkejut mendengar kata-kata Natsume berlari keluar dari ruang di mana Natsume berada dengan penuh linangan air mata.

"AOI!" teriak Youichi pada sepupunya yang sudah keluar dari ruang kerjanya Natsume. Youichi pun mengejar sepupu kesayangannya itu.

"Natsume! Ini sudah keberapa kalinya kamu membentak Aoi!" Ruka menghadap Natsume dengan wajah marah. Natsume pun tidak mempedulikannya. "NATSUME!" teriak Ruka lagi.

BAKA! BAKA! BAKA!

Ketiga tembakan keras menghantam punggung Natsume. Natsume terlempar ke arah sofa yang tidak jauh dari tempatnya duduk. Luna terkejut lalu menuju ke tempat Natsume tetapi Hotaru menghentikannya dengan pistol baka-nya.

BAKA! BAKA! BAKA!

Ketiga tembakan keras dari Hotaru telah membuat Luna terhempas ke dinding beton ruang kerja Natsume. Luna meringis kesakitan karena punggungnya terkena dinding. Natsume sekali lagi melihat Luna yang terlempar dan terluka menoleh ke arah Hotaru dengan wajah ingin menerkam.

"Apa yang kamu lakukan, Imai!" teriak Natsume yang ingin menghajar perempuan berambut hitam bermata ungu. Tetapi...

BAKA! BAKA! BAKA! BAKA! BAKA!

Tembakan lagi menghantam Natsume tapi tembakan lima kali. Natsume terlempar ke dinding beton di samping Luna. Natsume meringis kesakitan tapi dihalaunya dengan wajah yang tidak merasa kesakitan. Natsume ingin bicara lagi tapi Hotaru menghentikannya dengan mengarahkan pistol itu ke Natsume yang sudah diperbarui.

"Itu adalah tembakan untuk Aoi yang kamu sakiti dan juga Mikan, Youichi, Paman Ioran dan Bibi Kaoru." Hotaru mengarahkan lagi ke arah Luna, "dan kamu perempuan tidak tahu diri. Jika kamu berani-berani membuat persahabatan kami hancur. Kamu akan mendapatkan tembakan dari pistol terbaruku ini dan akan kubuat kamu tidak akan melihat dunia ini lagi," ancam Hotaru pada Luna.

Luna yang ketakutan hanya meringkuk ke lengan Natsume. Hotaru pergi meninggalkan mereka berdua yang masih terduduk di lantai berkarpet tapi sebelum pergi, Hotaru berhenti dan membalikkan badannya.

"Aku tidak akan pernah menyetujui pertunanganmu dengan si perempuan sakit jiwa itu. Tidak akan pernah!" Hotaru pun akhirnya melangkah pergi dan membanting pintu dengan keras.

Ruka menghela napas pada Hotaru yang sudah berlalu pergi dan menoleh ke arah Natsume yang sudah berdiri dibantu oleh Luna. Natsume juga merangkul Luna agar duduk dengan nyaman di sofá. Natsume memeriksa Luna.

"Ada yang sakit?" tanya Natsume khawatir.

Luna menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum pada perlakuan Natsume, "tidak ada kok sayang. Tapi kamu juga tidak apa-apa, 'kan?" tanya Luna memegang pipi Natsume. Natsume memegang tangan Luna di pipinya dan mencium tangannya dengan lembut.

Ruka yang melihat itu tidak bisa berbuat apa-apa. Pemandangan yang dilihatnya sudah pengalaman yang biasa baginya karena mereka melakukannya setiap hari. Ayah dan Ibu Natsume juga melihat adegan tersebut serasa dunia hanya milik mereka berdua.

Ruka menepuk bahu Natsume menghentikan pandangan yang menurutnya menjijikkan itu. Tentu saja pemandangan itu sangat menjijikkan tetapi berbeda halnya dengan Mikan. Karena dengan Mikan-lah, mereka tidak akan mengaku jijik.

"Natsume… Tolong pikirkan baik-baik. Janganlah kamu menentang keputusan Paman Ioran dan Bibi Kaoru untuk menjodohkan kamu dengan Mikan. Jangan buat mereka bersedih lagi Natsume. Mereka sudah kehilangan Bibi Yuka. Mereka tidak mau kehilangan kamu dan Mikan lagi."

Natsume yang menoleh ke arah Ruka melepaskan genggaman tangan Luna dan berdiri. Natsume melihat wajah sedih Ruka yang sama seperti wajah sedih milik Aoi, dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mereka bersikeras tidak mau Luna menjadi pendamping hidupnya. Pendamping hidupnya harus Mikan. Natsume tidak tahan lagi.

"Ruka! Sampai kapan kamu ingin mencampuri urusanku! Kamu bukanlah ayahku dan juga bukan orang yang seenaknya mengatur hidupku!" geram Natsume.

Ruka terkejut.

Pintu dibanting terbuka. Hal ini membuat Ruka, Natsume dan Luna terkejut pada apa yang dilihatnya. Sosok wanita berumur 37 tahun. Berambut hitam dan punya mata merah milik Natsume.

"Ibu…" Natsume terkejut melihat sang ibu berdiri di belakang pintu.

"Bibi Kaoru…" kata Ruka melihat kemunculan tiba-tiba ibu Natsume itu.

Kaoru Hyuuga adalah ibu Natsume dan Aoi sekaligus istri Komisari Korporasi Hyuuga. Kaoru maju menuju Natsume lalu…

PLAKK

Ruka dan Luna terkejut melihat Kaoru Hyuuga menampar anaknya sendiri, Natsume Hyuuga. Natsume sama terkejutnya dengan mereka berdua, memegang pipi yang di tampar sang ibu telah membuat darah kembali keluar dari bibir Natsume.

"Itu adalah tamparan pertama untukmu, Natsume Hyuuga!" geram sang ibu Natsume.

"Apa yang ibu lakukan?" tanya Natsume membalas perkataan Kaoru.

Kaoru yang tidak menghiraukan pertanyaan Natsume itu lalu menoleh menghadap Luna. Luna berdiri tapi tiba-tiba…

PLAKK

Tamparan keras membuat Luna kembali terduduk di sofa. Kaoru menyeringai keji dan menampar kembali Luna. Natsume terkejut dan menghentikkan ibunya. Ruka yang juga menghentikan aksi ibu Natsume itu.
"Sejak kamu datang ke kehidupan kami, kamu telah menghancurkannya! Menghancurkan keluargaku, anak-anakku dan persahabatan anakku! Kamu pantas mati!" teriak Kaoru sampai terdengar di luar. Natsume dan Ruka terus menghentikan aksi Kaoru.

"IBU! LEPASKAN LUNA!" teriak Natsume pada ibunya.

Kaoru pun akhirnya menghentikan aksi menampar Luna. Natsume menghampiri Luna dan memeluknya. Kaoru menatap Natsume dan Luna yang saling berpelukkan menggelengkan kepalanya tidak percaya atas perlakuan anaknya yang memilih Luna.

"Jadi… Kamu lebih memilih perempuan kotor ini daripada ibu…?" tanya Kaoru sedih.

"Luna bukan perempuan kotor ibu. Luna adalah pilihanku untuk menjadi pendamping hidupku," tukas Natsume terus memeluk Luna yang sudah menangis.

Kaoru mundur selangkah dan sekali lagi menggelengkan kepalanya. Kaoru hampir mau pingsan tetapi ditahan oleh Ruka yang telah berada di sampingnya.

"Natsume!" Ruka berteriak. Natsume menghela napas menatap ibunya. Memohon.

"Ibu.. Aku mohon tolong kabulkan keputusanku ini. Aku ingin bertunangan dengan Luna bukan dengan Mikan. Aku ingin menjadikan Luna sebagai pendamping hidupku selamanya." Natsume memohon sambil berlutut.

Kaoru yang melihat sekali lagi pada pandangan yang dilihatnya. Baru pertama kali Natsume berlutut dan memohon hanya untuk sang perempuan yang telah menghancurkan hidupnya dan keluarganya. Kaoru pun menghela napas dan menutup mata.

"Baiklah…" Ruka dan Natsume terkejut pada satu kata ibunya. Kaoru perlahan membuka matanya, "jika kamu ingin melihat ayah dan ibumu mati, Natsume." Kaoru beranjak dari tempatnya berdiri lalu pergi meninggalkan ruangan Natsume.

Natsume terdiam dan terus berlutut. Menundukkan wajahnya dengan sakit, hancur dan marah. Ruka melihat Natsume terus menggeleng-gelengkan kepalanya sekali lagi.

"Aku juga sama, Natsume." Natsume menatap Ruka yang masih berdiri di hadapannya. "Aku tidak mau kamu menyesali keputusanmu ini. Karena aku tidak ingin mendukungmu. Pilihanku tetaplah Mikan." Ruka pun juga meninggalkan Natsume dan Luna. Meninggalkan ruang kerja Natsume.

Natsume tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi. Natsume jatuh terduduk di lantai berkarpet ruang kerjanya. Dia tertawa miris menundukkan kepalanya. Dia tahu satu persatu teman-temannya sudah tidak mau mendukungnya lagi. Satu persatu teman-teman telah menghilang. Sudah tidak ada lagi yang mau mendukungnya.

Luna menghampiri Natsume dan memeluk erat-erat. Membenamkan kepalanya di bahu Natsume. Natsume juga membalas pelukannya.

"Tenang saja, Natsume. Ada aku di sini. Aku akan terus mendukung hubungan kita," ucap Luna.

Natsume melonggarkan pelukannya menatap Luna. Natsume memegang dagu Luna, mempererat pelukannya dan lalu menciumnya. Luna membalas ciumannya.

Setelah selesai berciuman untuk mendapatkan oksigen, mereka kembali berpelukkan. Natsume terus membenamkan wajahnya di kepala Luna dan menciumnya, sedangkan Luna tersenyum licik.
'Akhirnya rencanaku berhasil,' pikir Luna dalam hati terus mempererat pelukannya.

...

Di Taman Keluarga Hyuuga

Taman milik keluarga Hyuuga yang sangat indah dan penuh bunga Mawar merah juga pohon-pohon Sakura. Ada sebuah gazebo di mana Aoi yang terus menangis yang tidak berhenti-berhenti, Youichi mengusap-usap punggung Aoi dan Hotaru yang hanya mengutak-atik pistolnya.

"Kenapa? Kenapa kakak jadi seperti itu, Kami-sama?" Aoi yang terus berdoa sambil menangis pada kelakuan kakaknya tadi.

"Sudahlah, Aoi." Youichi terus mengusap-usap punggung Aoi. Youichi juga sedih pada kejadian tadi. Natsume lebih memilih Luna Koizumi daripada keluarga dan sahabat-sahabatnya.

"Sejak… *hik* kakak bertemu perempuan itu… kakak berubah 180 derajat.. *hik* kakak tidak pernah lagi pulang ataupun makan malam… *hik*kakak lebih memilh perempuan itu daripada keluarganya…" Aoi memeluk Youichi menangis terisak-isak. Youichi membalas pelukannya sambil mengusap-usap punggung Aoi lagi.

"Sudahlah… Aoi.. Sudah.."

"Tapi…"

"Aku yakin Natsume pasti akan menyadari kesalahannya," kata Youichi.

"Seandainya… Seandainya Mikan-chan ada di sini *hiks*.." isak Aoi lagi.

"Iya.. Seandainya Mikan ada di sini," kata Youichi yang tidak melepaskan pelukannya.

Hotaru menghentikkan kegiatannya beranjak dari kursinya keluar menatap langit biru nan luas. Hotaru menutup matanya, 'Seandainya kamu ada di sini, Mikan,' pikir Hotaru dalam hati.

...

Di Desa Ailecea

"Mikan."

Mikan menghentikan kegiatan bermain-main dengan anak-anak Play Group Ailecea. Memandang ke langit biru yang luas dan penuh dengan awan-awan putih bertebaran di langit biru tersebut.

"Ada apa Mikan-cencei?" tanya Shuuichi memegang celana putih Mikan.

Mikan membalikkan tatapannya dari langit biru ke arah anak umur 3 tahun. Mikan tersenyum dan menepuk kepala kecilnya membelai berambut pirang kekuningan.

"Tidak apa-apa, Shuu-chan," kata Mikan. Lalu Mikan memandang kembali langit biru. "Sepertinya ada yang memanggil namaku."

Shuuichi menatap guru kesayangannya sambil memiringkan kepalanya ingin tahu. Melihat ini, Mikan memegang tangan kecil itu dari celananya menuju kembali ke kegiatannya.

"Ayo, Shuu-chan, kita kembali ke tempat teman-teman yang lain," kata Mikan tersenyum.

"Ng." Shuuichi mengangguk kepalanya setuju dan tersenyum. Mereka berdua menuju ke tempat anak-anak yang sedang bermain.

...

Kembali ke Taman Keluarga Hyuuga

Ruka muncul di kediaman keluarga Hyuuga dengan mobil BMW warna putih. Ruka keluar dari mobil dan menuju ke taman keluarga Hyuuga. Dia melihat Aoi, Youichi dan Hotaru tunangannya sedang duduk di gazebo milik keluarga Hyuuga.

Aoi dan Youichi melihat Ruka datang berdiri dari kursinya lalu menuju ke arah Ruka. Hotaru juga sama.
"Bagaimana kak Ruka? Bagaimana tanggapan kakak?" tanya Aoi berharap.

"Bagaimana?" tanya Youichi.

Hotaru yang tidak bilang apa-apa terus menatap Ruka ingin tahu. Biarpun dia ingin tahu, Natsume pasti tidak akan merubahkan keputusannya bertunangan dengan Luna Koizumi.

Ruka menggelengkan kepalanya. Aoi, Youichi dan Hotaru tahu Natsume masih keras kepala. Biarpun ibunya Kaoru Hyuuga menasehatinya tetap saja Natsume keras kepala. Aoi kembali terduduk di kursinya menangis. Youichi membanting tangannya di atas meja.

"SIALAN!"

Hotaru yang tanpa ekspresi, menghela napas. 'Sudah kuduga,' bisiknya dalam hati.

Aoi jatuh berlutut dan mengangkat kedua tangannya berdoa menutup matanya sambil menangis, "ohh… Kami-sama, tolong bantulah kami untuk menyadarkan kakakku, Natsume. Tolong bantu kami untuk menyadarkannya. Kami tidak kuat lagi."

Youichi melihat sepupunya juga ikut berlutut di samping Aoi dengan mengangkat kedua tangannya, "Bantulah kami, Kami-sama. Kumohon datangkan seseorang untuk menyadarkan sepupuku, Natsume apa arti cinta sejati yang sebenarnya."

Hal ini membuat Ruka yang berdiri memohon mengangkat kedua tangannya, "tolong Kami-sama. Tolong kirimkan sang malaikat untuk menyadarkan Natsume. Dan singkirkan kegelapan dari hatinya. Kembalikan Natsume pada kami," kata Ruka sedih sambil menutup matanya.

Hotaru melihat tunangannya dan sepupu-sepupunya hanya menatap langit, 'Kami-sama, datangkanlah sang malaikat untuk sang kegelapan. Sinarilah sang kegelapan dari bisikkan setan. Aku mohon kepadamu."

Mereka berempat memohon agar Natsume menyadari kesalahannya. Mereka terus memohon agar setan bernama Luna Koizumi tidak membisikkan sesuatu lagi pada Natsume.

...

Di Perusahaan Andou – Shadow's Corporation

~ Cafetaria

Ada sosok tiga orang duduk di meja makan segi empat. Mereka adalah Kazuya, Ren dan Tsubasa. Mereka memperbincangkan tentang perusahaan Yukihira dan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain.
Mereka juga membicarakan tentang kepindahan mereka kembali ke tanah mereka dilahirkan.

"Sepertinya kita harus mengganti rencana tiga hari kepindahan kita menjadi besok atau lusa. Bagaimana Kazuya?" tanya Ren pada adik yang berada di sampingnya. Rambut pirang kecokelatan mengangkat bahu.

"Terserah."

"Jadi keputusannya lusa. Lusa kami akan kembali ke kota Tokiyo." Kata Ren tersenyum. Tsubasa bersorak gembira.

"Itu bagus. Lebih cepat lebih baik,"

Pemuda berambut pirang kecokelatan memotong pembicaraan, "Shiki-san, apakah dia sudah menyetujuinya?" tanya Kazuya.

Ren dan Tsubasa tersenyum senang memandang satu sama lain lalu menoleh kembali ke Kazuya dan mengangguk kepalanya. Kazuya yang mengangkat satu alisnya tahu apa maksud mereka. Mereka berdua sudah minta izin pada Shiki itu artinya izin dari tetua-tetua keluarga Sakura.

"Tapi soal..." Sebelum Kazuya berbicara, Ren mengangkat tangannya melambaikan tangannya untuk berhenti sambil tersenyum.

"Sudah.. Perusahaan itu akan berubah dari Tangerine's Corporation menjadi Sakura's Corporation. Aku sudah mendapat izin dari mereka kok. Paman Kazumi juga setuju. Aku yakin ayah tidak akan marah begitu pula ibu. Kita harus menyembunyikan identitas Mikan saja. Tapi, untuk memimpinnya Sakura's Corporation, kita bisa memintanya pada Tonouchi dan Misaki," jelas Ren.

Kazuya menghela napas.

Tsubasa menyeringai senang sekaligus gembira setengah mati. Sebentar lagi rencana itu akan dimulai.
Dan sebentar lagi permohonan Aoi, Youichi, Ruka, dan Hotaru akan dikabulkan oleh Kami-sama. Semuanya akan berubah sebentar lagi.

~ TBC ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar