Disclaimer: Naruto belong to Kishimoto Masashi
Chapter 3: Forgetly!
Pagi telah menjelang, seluruh siswa-siswa SMP Konoha berbondong-bondong masuk ke dalam ruangan mereka masing-masing. Saat pintu gerbang belum sepenuhnya tertutup, anak perempuan berambut pendek berjalan lunglai. Asyik mengkhayal tadi malam, mengingat sang pemuda belum juga kunjung muncul.
Anak perempuan itu berlari dan akhirnya melewati gerbang. Setelah berlari cukup jauh dari gerbang, perempuan bernama Hinata menabrak pemuda berambut kuning keemasan. Hinata mengangkat kepala dan terkejut. Kedua-duanya sama-sama terkejut dan terpaku.
Hinata akhirnya angkat bicara sambil menunduk, "ke-kenapa kamu tidak datang tadi malam?"
Hinata akhirnya angkat bicara sambil menunduk, "ke-kenapa kamu tidak datang tadi malam?"
Anak laki-laki bernama Naruto itu terpaku karena Hinata menanyakan tentang itu. Anak laki-laki tersebut berpura-pura menggaruk kepala yang tidak gatal dan mengatakan, "aku lupa. Maaf, ya. Hehe..." sambil cengengesan.
Lupa! Dia bilang lupa?!
Setetes bening jatuh di pelupuk mata Hinata. Hinata tidak kuasa menahan tangisnya. Dia berlari menjauh dari Naruto dan tidak balik badan lagi. Sudah cukup Hinata menahan emosinya. Dia pun menangis di toilet perempuan dan tidak masuk jam pelajaran pertama.
Setetes bening jatuh di pelupuk mata Hinata. Hinata tidak kuasa menahan tangisnya. Dia berlari menjauh dari Naruto dan tidak balik badan lagi. Sudah cukup Hinata menahan emosinya. Dia pun menangis di toilet perempuan dan tidak masuk jam pelajaran pertama.
~ TBC ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar