Sabtu, 09 Maret 2013

Beauty of Destiny Chapter 2



Disclaimer: Naruto belong to Kishimoto Masashi

Warning: OOC, typo(s), deskripsi minim, AU, menjelang NHFD, short story, story is mine.


Chapter 2: Lately

Dia sudah terlambat. Terlambat menemui sang gadis pujaannya. Dengan sangat hati-hati dia berlari mencari sosok gadis berambut biru panjang tersebut. Setelah sampai di halte bis, pemuda itu berhenti dan mengatur napasnya secara perlahan.

Dia memegang tiang penyangga agar bisa menjaga tubuhnya tidak jatuh. Pemuda berambut kuning keemasan melihat-lihat sekitarnya dan mengawasi kalau semua belum terlambat. Dia melirik ke jam tangan. Waktu menunjukkan dia terlambat satu jam.

“Oh... tidak. Dia pasti pergi karena dia kelelahan menungguku di sini,” Pemuda itu duduk lemas dan merunduk. Dia gagal bertemu gadis bernama Hinata, gagal menyatakan sukanya pada gadis tersebut. “Dia pasti pergi dan meninggalkan aku. Aku benar-benar sungguh bodoh.”

Keterlambatan memang mencegah hal-hal berbau kepentingan. Itulah gejala paling negatif selama hidup seseorang. Tapi, berkat keterlambatan... semua orang mengenal apa arti kesabaran. Kesabaran menunggu lama.

Pemuda berambut kuning keemasan melihat bis datang, bangkit berdiri untuk bersiap-siap. Saat bus datang, dia masuk dan tidak berbalik badan lagi. Dia tidak melihat gadis di sukainya telah keluar dari warung makan. Pemuda itu duduk di kursi belakang samping kanan. Memandangi jalan dan tidak melihat gadis itu lagi.

Bus berjalan dan meninggalkan halte tersebut. Pemuda itu berwajah sedih dan kosong. Mulai sekarang, dia tidak akan terlambat lagi. Tapi, hari ini adalah hari terakhir dia bertemu gadis itu karena dia akan pergi ke luar negeri mengikuti keluarganya di sana.

Kasihan buat si gadis karena tidak tahu apa-apa. 

~ TBC ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar