Disclaimer:
Naruto
belong to Kishimoto Masashi
Warning: OOC,
typo(s), deskripsi minim, AU, menjelang NHFD, short story, story is mine.
Chapter
2: Lately
Dia sudah terlambat. Terlambat menemui sang
gadis pujaannya. Dengan sangat hati-hati dia berlari mencari sosok gadis
berambut biru panjang tersebut. Setelah sampai di halte bis, pemuda itu
berhenti dan mengatur napasnya secara perlahan.
Dia memegang tiang penyangga agar bisa menjaga
tubuhnya tidak jatuh. Pemuda berambut kuning keemasan melihat-lihat sekitarnya
dan mengawasi kalau semua belum terlambat. Dia melirik ke jam tangan. Waktu menunjukkan
dia terlambat satu jam.
“Oh... tidak. Dia pasti pergi karena dia
kelelahan menungguku di sini,” Pemuda itu duduk lemas dan merunduk. Dia gagal
bertemu gadis bernama Hinata, gagal menyatakan sukanya pada gadis tersebut. “Dia
pasti pergi dan meninggalkan aku. Aku benar-benar sungguh bodoh.”
Keterlambatan memang mencegah hal-hal berbau
kepentingan. Itulah gejala paling negatif selama hidup seseorang. Tapi, berkat
keterlambatan... semua orang mengenal apa arti kesabaran. Kesabaran menunggu
lama.
Pemuda berambut kuning keemasan melihat bis
datang, bangkit berdiri untuk bersiap-siap. Saat bus datang, dia masuk dan
tidak berbalik badan lagi. Dia tidak melihat gadis di sukainya telah keluar
dari warung makan. Pemuda itu duduk di kursi belakang samping kanan. Memandangi
jalan dan tidak melihat gadis itu lagi.
Bus berjalan dan meninggalkan halte tersebut. Pemuda
itu berwajah sedih dan kosong. Mulai sekarang, dia tidak akan terlambat lagi. Tapi,
hari ini adalah hari terakhir dia bertemu gadis itu karena dia akan pergi ke
luar negeri mengikuti keluarganya di sana.
Kasihan buat si gadis karena tidak tahu apa-apa.
~
TBC ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar