Disclaimer: Gakuen Alice belong to Higuchi Tachibana
Chapter 3 :
Sakura's Family
Tokiyo
~ Perusahaan Andou – Shadow's Corporation
Ren dan Kazuya sudah tiba di perusahaan Andou. Disebut
Shadow's Corporation yang dipimpin oleh Tsubasa Andou sebagai kepala CEO.
Perusahaan ini menggeguluti kepariwisatawan dan memiliki bandara. Ini masih
salah satu perusahaan terbesar kedua di dunia di dalam majalah World's
Corporation setelah keluarga Hyuuga yang menjadi nomor satu.
Ren dan Kazuya masuk ke dalam. Di dalam ruangan gedung
perusahaan Andou yang didesain oleh ahli desain interior ternama yang membuat
ruangan ini menjadi sangat nyaman. Dengan lantai marmer yang berkilauan,
lukisan-lukisan desa Ailecea yang dipajang di sudut ruangan yang diminati
banyak pengunjung yang masuk untuk melihatnya. Lampu-lampu gantung yang
sederhana tapi ada rasa kemewahan di dalamnya. Inilah yang membuat ruang-ruang
menjadi terasa nyaman.
Tsubasa melihat Ren dan Kazuya masuk dari double pintu
otomatis. Tsubasa tersenyum dan menghampiri mereka. "Hei, kalian
terlambat.. man." Tsubasa melambaikan tangannya pada Kazuya dan
Ren.
Kazuya tidak membalas kata-kata Tsubasa melewati Tsubasa
dengan wajah tanpa ekspresi menuju ke lift. Tsubasa melihat Kazuya melewatinya
menatapnya heran.
"Dia kenapa?" Tsubasa menoleh kembali ke Ren
dengan menunjuk ibu jarinya ke Kazuya. Tatapan penuh kebingungan.
"Seperti biasa,"kata Ren mengangkat bahu pelan.
"Kazuya masih tidak suka pada salah satu anggota keluarganya yang pulang
terlambat."
"Oh-ho.. masih menganggap begitu.." Tsubasa
mengangguk kepala setuju tapi baru lima detik dengan bingung. Tsubasa menatap
Ren dengan wajah ingin tahu. "Tunggu.. siapa yang kamu.. jangan-jangan itu
adalah.."
Ren menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya lalu
menatap kembali Tsubasa yang penasaran. Menghela napas , "yahh.. siapa
lagi.. kalau bukan si playboy bodoh yang setiap malam minggu membawa seorang
wanita asing ke rumah."
Kaget atas pernyataan Ren. "A-apa kamu bilang..? D-dia
bawa a-apa? Seorang wanita? M-masuk dalam r-rumah?" Tsubasa gagap. Tidak
percaya pada kalimat yang mengatakan Tonouchi membawa wanita asing ke dalam
rumah tanpa minta persetujuan anggota kelurga.
"Yah.. begitulah." Ren menghela napas lagi.
"Ceritakan," ucap Tsubasa marah.
"Apa?" Ren bingung dengan tingkah laku Tsubasa
yang minta diceritakan masalah tersebut.
Menatap kembali Ren dengan nada marah, "kamu harus
menceritakan semua ini sekarang, Ren! Ini masalah besar! Bisa-bisa nanti mereka
akan mengetahui keluarga itu ada di sana." Tsubasa
berjalan bolak-balik sambil menyentuh rambut hitamnya dengan menggaruk-garuk
frustasi.
"Mau bagaimana lagi? Si bodoh itu yang selalu
melakukannya hampir setiap malam minggu habis pulang kerja. Membawa wanita
asing di jam 11 malam waktu kami semua mau tidur. Saat itulah Kazuya, Misaki
dan aku marah pada si bodoh itu yang ternyata lagi mabuk berat. Wanita itu
katanya menemukan si bodoh di jalan lagi mabuk berat tetapi Kazuya tidak
mempercayai wanita asing itu dan menendangnya keluar. Si bodoh histeris dan
marah pada Kazuya atas sifat kasarnya pada wanita asing itu. Tapi, untunglah si
bodoh tidak ingat kejadian tersebut pada esok harinya."
Tsubasa menelan ludahnya ketakutan dan rasa lega.
"Benarkah Kazuya melakukannya?" Ren mengangguk. Tsubasa tertawa puas
pada cerita Ren. "Wow! Luar biasa!"
Ren tertawa juga pada kejadian yang diingatnya minggu malam
terakhir Ren dan keluarganya melihat wanita asing itu.
Flashback : minggu yang lalu
Pintu terbuka di tengah derasnya hujan yang membasahi dua
sosok bayangan yang berada di pintu keluar rumah keluarga Sakura. Sosok
bayangan itu seorang wanita dan seorang pria. Seorang wanita yang merangkul
pergelangan tangan pria ke bahunya menuju ruang tamu.
Hal ini membuat aku, Kazuya dan Misaki terkejut pada apa
yang dilihat oleh mereka bertiga. Ternyata seorang pria yang duduk di sofa
ruang tamu adalah Tonouchi Sakura.
Saat wanita asing itu ingin pergi, Tonouchi menarik
tangannya. "Rumiko-chan, jangan.. *hik*.. pergi.. *hik*.." Tonouchi
yang mabuk tidak mau melepaskan tangan seorang wanita asing bernama Rumiko.
Rumiko tersenyum pada Tonouchi dan memeluk Tonouchi
dengan mesra, "tenanglah Tono-sayang, aku tidak akan kemana-mana."
Rumiko melepaskan pelukannya dan menatap Tonouchi lekat-lekat ingin menciumnya.
"Aku akan bersamamu di sini, sayang. Karena kamu telah menyelamatkan
hidupku."
Aku dan Misaki menatapnya tidak percaya dengan mulut
terbuka. Aku melihat si bodoh dan wanita asing itu berciuman mesra. Aku
menghampiri si bodoh Tonouchi, tetapi tiba-tiba Kazuya dengan marah menarik
pergelangan wanita tersebut. Akhirnya wanita itu dan Tonouchi memutuskan ciuman
mesra mereka.
"Apa-apaan ini! Siapa kamu! Kenapa ada seorang
wanita asing ada di rumah ini?" tanya Kazuya marah. Rahangnya mengejang,
tangannya yang memegang pergelangan tangan wanita itu ketat siap menghabisi.
Mata safirnya yang siap menerkam wanita di hadapannya.
Wanita itu mengeryit kesakitan. Tapi Kazuya tidak
bergeming melihat ratapan wanita yang sedang kesakitan. Kazuya mengetat
pergelangan tangan wanita tersebut.
Aku kasihan melihat wanita itu. Wanita itu terlihat
kesakitan dan ingin menangis. Sedangkan kulihat Tonouchi hanya bingung melihat
Kazuya marah pada wanita asing itu. 'Bodoh. Wanita itu sudah masuk ke kandang
singa tidurnya diganggu, marah siap menerkam wanita asng itu. Bodoh' bisikku
menghela napas kecewa pada Tonouchi dan wanita asing tersebut.
"JAWAB!" teriak Kazuya.
Wanita itu terlihat ketakutan dan kesakitan. Air matanya
jatuh di pipinya dan Kazuya tidak mempedulikannya pada tangisan wanita itu.
"CEPAT JAWAB!" teriak Kazuya lagi.
"A-aku m-menemukan Tonouchi d-di jalan d-dengan
keadaan mabuk. S-saya i-ingin menolongngya karena d-dia telah m-menolongku dua
hari yang la-lalu..." wanita itu menangis dan melanjutkan ceritanya,
"... d-dari pacarku y-yang ingin m-memukulku."
"Hey, Kazuya..*hik* ..jangan memarahi Rumiko-chan..
*hik* ...Kasihan dia... *hik*" Tonouchi yang bangun dari tempat duduknya
menghampiri Kazuya yang masih mencengkram pergelangan tangan wanita itu.
Tonouchi meletakkan tangan di bahu Kazuya.
"DIAM!" Kazuya berteriak pada Tonouchi dengan
ekspresi marah. Tonouchi kaget dan mengambil tangannya kembali dari bahunya.
Tonouchi kembali duduk di sofa.
"Ada apa? Kenapa ribut sekali?" Aku mendengar
suara bening yang kukenal. Aku melihat Mikan berada di tangga sambil
menggosok-gosok matanya yang masih terpejam. Kazuya dan Misaki juga menoleh ke
arah Mikan.
"Mikan.." kata kami serempak.
"Aku terbangun mendengar suara Kazuya. Ada apa
sih?" Mikan memaksa membuka matanya. Matanya menyipit pada kami yang cemas
pada kehadiran Mikan yang setengah mengantuk. Mikan melihat Tonouchi tertidur
di sofa dan Kazuya yang mencengkram pergelangan tangan wanita asing.
Mikan menunjuk wanita asing, "siapa dia?"
"Bukan urusanmu. Kak Misaki tolong kakak membawa
Mikan kembali ke kamarnya." Kazuya menjawab pertanyaan Mikan dan memandang
Misaki menyuruhnya untuk membawa Mikan kembali ke kamarnya.
Misaki berjalan menuju Mikan dan meraih tangannya menuju
kamar lantai atas. "Ayo. mereka mengatasinya sendiri."
"T-tapi.." kata Mikan ragu-ragu masuk ke
kamarnya.
"Pergilah ke kamarmu Mikan," kataku tersenyum.
Mikan mengangguk kepalanya. Mereka pun naik ke lantai atas. Aku mendengar pintu
dibuka dan akhirnya tertutup. Aku bernapas lega.
"Keluar kamu dari sini!" Kulihat Kazuya menarik
pergelangan tangan yang dicengkramnya menuju pintu keluar. Kazuya membuka pintu
dan melepaskan pergelangan tangan wanita itu di depan pintu kami.
Wanita itu jatuh terjerembab lumpur hujan. Baju minimnya
basah kena lumpur tersebut. Wanita itu menangis meminta untuk tinggal karena
wanita itu tidak memiliki tempat tinggal di desa Ailecea ini. Kazuya pun tidak
peduli.
Aku melihat dengan jelas wajah dan penampilan wanita itu.
Rambut panjang sebahu berwarna merah keemasan, bola mata besar warna hitam
dengan iris kuning, pakaian setengah terbuka di dadanya dan rok pendek sepaha
menunjukkan kulitnya putih mulus.
Aku melihat Kazuya dengan marah pada wanita tersebut.
"jangan pernah injakkan kakimu di rumah ini kalau mau hidup!" Kazuya
membanting pintu depan dan menuju kembali ke lantai atas tidak mempedulikan
Tonouchi yang sudah tertidur lelap di sofa ruang tamu.
Aku berjalan di jendela ruang tamu dekat pintu melihat
wanita itu menangis tersedu-sedu atas perlakuan Kazuya padanya. Dia memandang
kembali rumah ini lalu berbalik. Berjalan di tengan derasnya hujan memeluk
tubuhnya dan sosoknya pun menghilang.
End flashback
Sejak itulah Kazuya marah pada Tonouchi agar tidak kembali
melakukannya lagi. Tetapi Tonouchi pun tidak ingat apa yang terjadi pada malam
tersebut.
"Bagaimana? Kamu sudah menyiapkannya. Membawa Mikan ke
kota?" tanya Tsubasa berjalan menuju lift.
Ren melihat Tsubasa di sampingnya, menganggukkan kepalanya
tersenyum. "Iya. Mikan akan datang ke kota tiga hari lagi setelah kami
keluarga Sakura sepakat. Agar Mikan bisa mengingatnya. Tapi, aku tahu kalau
Mikan tidak akan ingat 10 tahun yang lalu, pada saat kejadian mengenaskan
tersebut."
Sejak kejadian 10 tahun yang lalu, bencana terbesar yang
mengakibatkan salah satu anggota keluarga Yukihira meninggal di insiden
tersebut.
Flashback : 10 tahun yang lalu
Ren tiba bersama Kazumi Yukihira di gedung keluarga
Hyuuga tempat pesta diadakan. Turun dari mobil Toyota Grandis melihat gedung
hancur hanya di lantai 15 dan 16.
Ren dan Kazumi melihat tidak percaya pada apa yang
dilihatnya. Mereka berdua lari ke tempat itu yang sudah banyak Ambulance,
Polisi dan pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian. Kazumi dan Ren
mencari-cari keluarga Yukihira tetapi hanya melihat Tsubasa saja.
"Di mana ayah, ibu dan Mikan?" Ren yang menanyakan
keberadaan keluarganya pada Tsubasa. Tetapi Tsubasa hanya mengatakan 'tidak
tahu' dengan nada sedih. Ren terkejut dan menanyakan Misaki dan Tonouchi juga
tetapi Tsubasa juga tidak tahu.
Tsubasa yang menjelaskan ada penyusup di pesta tersebut
adalah anggota mafia Death ingin menghancurkan keluarga Yukihira.
Tsubasa juga melihat van putih berada di depan pintu masuk pesta.
Ren dan Kazumi tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sebelum
mereka melanjutkan pencariannya, seorang perawat datang menghentikan mereka.
"Apa Anda mengenal Kaname Sono?" tanya perawat
itu. Ren, Tsubasa dan Kazumi terkejut pada nama 'Kaname Sono'.
"Iya. Kami sepupunya," balas Tsubasa. Menatap
langsung pada perawat itu, "Di mana dia? Apakah dia baik-baik saja?"
tanya ulang Tsubasa lagi khawatir.
"Ikutlah. Dia berada di mobil Ambulance itu."
Perawat itu meminta Kazumi, Tsubasa dan Ren mengikutinya. Menunjukkan mobil
Ambulance yang tidak jauh dari mereka berada. Perawat itu mengatakan sambil
berjalan menuju mobil Ambulance, "kami menemukan tuan Sono di gang
belakang yang tidak jauh dari gedung dalam keadaan pingsan. Mungkin tuan Sono
dipukuli oleh seseorang tetapi kami tidak menemukan gejala kekerasan pada tuan
Kaname. Sepertinya tuan Sono kejang-kejang terkena elektrik shock."
Ren, Kazumi dan Tsubasa terkejut pada apa yang
didengarnya. 'Kaname terkena elektrik shock!' pikir mereka tidak percaya.
Sesampainya di mobil Ambulance, Kazumi, Ren dan Tsubasa
melihat Kaname dengan keadaan sudah bangun dari pingsannya. Melihat mereka
bertiga, Kaname tersenyum lega.
"Syukurlah.. Tsubasa, kamu selamat. Begitu juga
paman dan Ren."
"Bagaimana keadaanmu, Kaname?" tanya Kazumi
memegang tangannya.
"Aku baik-baik saja, paman. Hanya kepalaku yang
sakit," jawab Kaname yang lagi memegang kepalanya.
Tsubasa dan Ren menghampiri Kaname di sebelahnya, Tsubasa
memegang tangan satunya lagi. "Jangan terlalu banyak bergerak, Kaname.
Lebih baik kamu istirahat." Ren mengangguk setuju usulan Tsubasa.
Kaname tersenyum, "terima kasih Tsubasa."
Sebelum Kaname ingin tidur, Kaname melebarkan matanya yang akan lupa pada
sesuatu. Dikuatkan pegangan tangan Tsubasa, "Mikan, paman Izumi, bibi
Yuka, Misaki dan Tonouchi masih berada di dalam gedung karena pintu ruangannya
dikunci oleh mereka. Cepat tolonglah mereka.. Tsubasa.. Ren.." Kaname
memohon pada Tsubasa dan Ren untuk menolong mereka.
"A-apa? Mereka masih di dalam gedung!" Tsubasa
kaget kalimat Kaname begitu juga Ren memandang ke gedung tersebut.
"Jangan-jangan... Tsubasa! Ayo kita masuk. Mungkin
mereka masih selamat. Apalagi gedung ini hanya setengah yang hancur. Kita harus
mencari mereka di lantai yang tidak hancur." Ren menepuk bahu Tsubasa
untuk menyetujui usulannya. Tsubasa mengangguk setuju.
Tsubasa memandang Kazumi, "paman di sini saja. Tidak
usah ikut. Lebih baik paman menjaga Kaname saja di sini." Kazumi
mengangguk setuju. Lalu, Tsubasa memandang ke Kaname sambil memegang tangan
sepupu dan temannya itu, "Aku akan segera kembali Kaname membawa mereka
dengan selamat. Istirahatlah." Tsubasa melepaskan tangannya dan melaju
pergi disusul oleh Ren di belakangnya.
Kaname melihat mereka berdua yang sudah melintasi palang
kuning menuju gedung tersebut tanpa mendengar peringatan kepolisian dan petugas
pemadam kebakaran. 'Semoga kalian berhasil menyelamatkan mereka,' Kaname yang
berdoa dalam hati.
...
Ren dan Tsubasa menyusuri lantai-lantai gedung yang masih
selamat tetapi penuh dengan reruntuhan bangunan tersebut yang hancur tersebar
di tempat mereka lalui.
Saat mereka di lantai 9, mereka berdua melihat sosok
orang-orang yang dikenalnya pingsan dekat reruntuhan. Tsubasa melihat Tonouchi
melindungi Misaki. Tsubasa memeriksa mereka, "syukurlah mereka masih
hidup." Tsubasa bernapas lega. Tsubasa mengangkat Misaki ke dalam
pelukannya, "Misaki, kumohon bangunlah. Ini aku, Tsubasa." Tsubasa menepuk-nepuk
pipinya.
"Ukh..." Misaki akhirnya membuka matanya.
Tsubasa tersenyum lega dan memeluknya erat di dalam pelukannya.
"Tsu..ba..sa.." Tsubasa melihat Tonouchi yang
membuka matanya perlahan.
"TONO! Syukurlah kamu selamat!" Tsubasa
melepaskan pelukannya ke Misaki menuju membantunya agar bangkit dari posisi
tidurnya ke posisi duduk.
"Tsu..basa.. Mikan.. di..mana?" tanya Tonouchi
memandang Tsubasa sambil memgang pundaknya. Tsubasa terkejut pada masalah yang
terlupakan itu. Tsubasa membantu Misaki dan Tonouchi berdiri. Sebelum mereka
mencari keluarga Yukihira tersebut. Tsubasa, Misaki dan Tonouchi mendengar
teriakkan Ren.
"AYAH! IBU! MIKAN!" Ren menemukan mereka
terhimpit bangunan. Ren yang tidak mengangkatnya karena terlalu berat. Ren
melihat Tsubasa, Misaki dan Tonouchi datang ke arahnya. "Tsubasa! Tolong
bantu aku mengangkat benda ini." Ren memohon pada Tsubasa untuk membantu
mengangkatnya. Tsubasa pun akhirnya mengiyakan. Disusul oleh Misaki dan
Tonouchi.
Mereka bereempat mengangkat benda berat itu ke samping.
Ren, Tsubasa, Misaki dan Tonouchi terkejut pada pandangan yang dilihatnya. Yuka
yang melindungi Mikan dan Izumi dengan tubuhnya yang terhimpit benda tadi.
Tubuh Yuka yang terluka parah membuat Misaki menangis memeluk Tsubasa.
Sedangkan Izumi hanya terluka di kaki kanannya yang terhimpit benda reruntuhan
gedung dan Mikan terkena kepalanya hingga berdarah.
Ren mennghampiri Yuka dan mengguncang-guncang tubuhnya,
"IBU! Bangun! Aku mohon bangun, ibu. Ini aku, Ren!"
Yuka membuka matanya perlahan, "R..Re..n..."
Mengangkat tangannya ke wajah Ren.
Ren tersenyum dan memegang tangan ibunya. "iya! Ini
aku Ren, bu. Kumohon bertahanlah! Aku akan memanggil seseorang ke sini
menyelamatkan ibu, ayah dan Mikan." Ren melepaskan tangannya tetapi Yuka
tidak mau melepaskannya. Ren menoleh kembali menatap ibunya.
"Ja..jangan Ren.." Yuka yang napasnya rendah
memandang Ren. "t..tolong.. jaga..ayah..dan..adikmu, Mi..kan.."
"Ibu! Kumohon bertahanlah!" teriak Ren memohon.
"Bibi.." Misaki memeluk Tsubasa di bahunya
menutup wajahnya yang sedang menangis. Dan Tonouchi hanya menundukkan
kepalanya.
"Aku.. ingin..kamu.. menjaga.. mereka berdua..Kazuya
dan Mikan... Jangan sampai... mereka.. menyakitinya.. lagi.." Ren
mengangguk-agukkan kepalanya berkali-kali sambil menangis masih memegang
tangannya.
Sebelum menutup matanya, Yuka melihat Mikan dan suaminya.
"Ma..afkan aku..Mikan..I..zumi.. Aku.. ti..dak b..bisa.. ber..sama
kali..an lagi." Yuka menutup matanya perlahan dan menjatuhkan tangannya
yang di pegang Ren ke lantai.
Ren tidak percaya apa yang dilihatnya. Orang yang telah
melahirkannya dan membesarkannya penuh kasih sayang menghembuskan napas
terakhirnya dan menutup mata di depan matanya.
Ren menggucang-guncang tubuh Yuka, "Ibu... bangun..
Ibu..! IBU!" teriak Ren memeluk tubuh Yuka di pelukannya. Menangis
keras-keras.
Tsubasa, Misaki, dan Tonouchi menangis pada apa yang
dilihatnya. Pemandangan yang menyedihkan. Sesosok orang paling mereka hormati
dan sayangi bagaikan seorang sahabat dan seorang ibu meninggalkan mereka.
Meninggalkan suami dan anak-anaknya. Orang itu adalah Yuka Yukihira.
Misaki yang memeluk Tsubasa membenamkan wajahnya ke bahu
Tsubasa tiba-tiba melihat bayangan yang dikenalnya. Misaki melepaskan pelukan
Tsubasa menuju ke arah bayangan tersebut. Ternyata sesosok bayangan itu
adalah..
"BEAR!" teriak Misaki melihat tubuh robot
boneka kesayangan Kaname hancur dan tidak bergerak. Misaki mengangkat tubuhnya
dan mengumpulkan sisa-sisa kepingan dari tubuh Mr. Bear.
Tsubasa melihat Misaki datang membawa tubuh Mr. Bear yang
tidak bergerak di pelukannya. Tsubasa tidak percaya pada Mr. Bear yang kuat,
hancur seketika. Tsubasa memandangi Tonouchi untuk membawa Mikan dan Izumi
keluar dari gedung ini.
Para petugas pemadam kebakaran yang melihat mereka semua
membantu mereka. Petugas pemadam kebakaran membawa mereka keluar. Dan tubuh
Yuka di gendong oleh Tonouchi gaya bridal style. Sedangkan yang lain dilakukan
sama.
Mereka keluar dari gedung. Disambut para perawat-perawat
untuk membantu mereka di bawa ke mobil Ambulance untuk diperiksa dan dibawa ke
Rumah Sakit terdekat.
Ren yang berlumuran darah Yuka berwajah kosong hanya
melihat mereka membawa tubuh ibunya di masukkan ke kain jenazah. Ren membuka
mata lebar-lebar menyuruh perawat itu tidak membungkus tubuh Yuka seperti itu.
Ren melawan petugas perawat itu tetapi dicegah oleh Tsubasa. Ren pun lelah dan
akhirnya pingsan. Tsubasa memegangnya. Tsubasa sedih melihat keluarganya
sepupunya seperti ini.
Tsubasa meminta perawat lain untuk membawa Ren ke Rumah
Sakit. Kazumi yang berada tidak jauh dari situ menghampiri adiknya, Izumi.
"Apa dia baik-baik saja?" tanya Kazumi
khawatir.
"Iya. Baik-baik saja. Hanya saja kaki kanannya
terluka parah. Kami harus membawa tuan Yukihira ke Rumah Sakit untuk dapat
pertolongan cepat. Begitu dengan keponakan Anda." Perawat itu menunjukkan
ke mobil Ambulance di mana Mikan berada.
Kazumi menuju ke tempat Mikan dimana di situ ada Ioran,
Hotaru, Ruka dan Natsume. Kazumi melihat Mikan mengeluarkan banyak darah di
kepalanya.
"Lebih baik kita harus membawa Mikan ke Rumah Sakit
Imai secepatnya. Biar aku saja menangani paman dan Mikan di sana," kata
Subaru di samping Mikan yang terus membersihkan darahnya yang tidak
berhenti-henti. Semuanya mengangguk setuju.
"Aku ikut sama kakak," ucap Hotaru panik.
Subaru mengiyakan. Hotaru naik ke mobil Ambulance di mana Mikan dan Subaru.
"Biar aku ikut dengan paman Izumi," kata
Tsubasa memandang Kazumi dan bergerak ke arah mobil Ambulance di samping mobil
Ambulance Mikan berada.
"Aku ingin bersama dengan Yuka, Ioran. Aku ingin
kamu mengendarai mobil Kazumi ke Rumah Sakit." Kaoru yang berada di situ
menangis memohon suaminya, Ioran untuk menemani mayat Yuka ke Rumah Sakit Imai
untuk mempersiapkan pemakamannya.
Ruka dan Natsume ikut mereka dengan mobil yang dipakai
oleh Kazumi membawanya ke Rumah Sakit Imai. Misaki yang membawa tubuh Mr. Bear
membawanya ke Kaname dan ikut menumpang di mobil Ambulance di mana Kaname
berada.
Kaname tertidur pulas. Misaki yang melihatnya tidak tahu
harus bilang apa tentang Yuka dan Mr. Bear. Juga kondisi Mikan dan Izumi yang
parah.
...
Di Rumah Sakit Imai
Ioran, Kazumi, Tsubasa, Tonouchi, Natsume, Ruka, dan
Hotaru menunggu di ruang UGD untuk penyembuhan cepat. Perawat-perawat
keluar-masuk dari ruang UGD. Di dalam ruang UGD hanya ada Mikan dan Izumi,
Kaname di ruang perawatan bersama Misaki, dan Kaoru menngurusi pemakaman untuk
tubuh Yuka.
Subaru keluar dari ruang UGD. Semuanya menatap khawatir
pada apa hasilnya. Subaru membuka maskernya,"Mikan kehabisan darah dan
kami tidak punya stok golongan darah O."
Kami memandang satu sama lain. Tiba-tiba Tsubasa dan
Tonouchi menghampiri Subaru.
"Kami memiliki golongan darah O. Pakai saja darah
kami untuk menyelamatkan Mikan." Tonouchi setuju usulan Tsubasa.
Subaru meminta perawat untuk mengantar mereka menuju ke
tempat pengecekkan darah. Apakah kondisinya baik. Tsubasa dan Tonouchi
mengikuti perawat tersebut meninggalkan Ioran, Kazumi, Hotaru, Ruka, dan
Natsume di depan pintu ruang UGD. Subaru kembali ke dalam tapi Hotaru memegang
tangannya.
"Kakak.. Mikan pasti baik-baik saja 'kan?"
Hotaru yang ingin menangis. Melihat ini, Subaru menepuk kepalanya memandang
Hotaru.
"Dia akan baik-baik saja." Subaru pun kembali
masuk ke ruang UGD.
Satu jam kemudian..
Dokter mengatakan kondisi Izumi dalam keadaan koma
gara-gara benturan keras di dadanya. Kondisinya tidak diprediksi oleh dokter.
Kazumi yang merasa ingin menangis berlutut di lantai Rumah Sakit menundukkan
kepalanya. Ioran menghiburnya mengusap-usap punggungnya sama-sama menundukkan
kepalanya.
Mikan juga koma dengan kondisi yang memprihatinkan.
Kepalanya diperban beserta setengah wajahnya karena di dahinya juga kena
goresan pecahan rentuhan gedung.
Hal ini membuat Hotaru, Ruka dan Natsume tidak tega
melihat teman masa kecil mereka koma dan sekarat seperti ini.
Di kamar rawat, Kaname bangun dari tidurnya semenit yang
lalu terkejut mendengar apa yang dikatakan Misaki sambil membawa tubuh Mr. Bear
yang rusak. Kaname menangis memeluk tubuh Mr. Bear.
Yuka meninggal dunia, Izumi dan Mikan koma. Hal ini
membuat Ren di samping pintu kamar rawat Kaname jatuh berlutut di dinding Rumah
Sakit. Kazuya, Shiki dan Shizune datang 30 menit yang lalu ikut terkejut
mendengar apa yang terjadi.
Kazuya memeluk tubuh ibunya menangis dalam diam, Shiki
menundukkan kepalanya dihibur oleh Kaoru mengusap-usap punggungnya dan Shizune
menangis menutup mulutnya dengan tangannya melihat tubuh Yuka yang sudah
membeku.
...
Keesokkan harinya di Tempat pemakaman Haoul
Para pelayat yang berpakaian serba hitam mengiringi
pemakaman Yuka Yukihira. Makam yang dipenuhi bunga-bunga dari para
pelayat-pelayat. Keluarga-keluarga dari Hyuuga, Imai, Nogi, Ogasawara, Andou,
Akira, Harada, Umenomiya, Tobita, Yome, Mochiage menaburkan bunga pada makan
yang ditulis :
Di sini adalah tempat peristirahatan terakhir
Yuka Yukihira
Tanggal lahir : 14 Juli 19xx
Tanggal kematian : 10 Maret 19xx
Banyak orang-orang menangis dalam diam. Mereka yang tidak
banyak bicara yang tidak mengenal keluarga Yukihira dengan baik.
Nuansa haru atas pemakaman Yuka Yukihira tidak satupun
keluarga Yukihira di tempat tersebut. Tsubasa dan Tonouchi hanya mengangkat
bahu tidak tahu karena Shiki dan Kazumi tidak ada di sini. Mereka semua ada di
Rumah sakit Imai, menjaga Mikan dan Izumi.
Ponsel Tsubasa berbunyi tanda pesan masuk. Tsubasa
meminta permohonan diri untuk pulang bersama Tonouchi. Tonouchi yang bingung
melihat Tsubasa dengan wajah panik. Sesampainya di mobil, Tsubasa meminta
Tonouchi untuk menjalankan mobil menuju Rumah Sakit.
Tonouchi hanya mengangguk setuju pada ucapan Tsubasa,
melaju dengan kecepatan penuh menuju ke Rumah Sakit. Tsubasa melihat pesannya
di ponselnya, di situ tertulis:
'Tsubasa, aku ingin kamu datang ke Rumah Sakit bersama
Tonouchi. Aku ingin minta bantuanmu ini soal Mikan dan Izumi.'
Shiki
...
Rumah Sakit Imai
Tsubasa dan Tonouchi menuju ruang dimana Mikan dan Izumi
di rawat. Di kamar tersebut, mereka melihat Shiki, Shizune, Ren, Kazumi,
Kaname, Misaki dan Kazuya menunggu.
"Akhirnya kalian berdua sudah datang. Tolong bantu
kami membawa mereka ke mobil. Kita tidak boleh membiarkan Mikan dan Izumi
tinggal di kota ini lagi. Sangat berbahaya." Shiki meminta Tsubasa dan
Tonouchi meninggalkan kota Tokiyo. Tsubasa dan Tonouchi mengerti.
Shizune keluar menghalau para dokter dan perawat di bantu
oleh Kaname untuk membawa Mikan dan Izumi diam-diam keluar dari Rumah Sakit
tanpa ketahuan. Kazumi menggendong Izumi di belakang punggungnya, sedangkan
Mikan digendong ala bridal syle oleh Shiki. Yang lainnya menuntun menuju pintu
belakang. Tonouchi mengambil mobil miliknya dan Shiki menyerahkan Mikan ke
tangan Tsubasa dengan sekalian infusnya. Shiki mengambil mobil miliknya.
Kazumi membawa Izumi masuk mobil milik Shiki diikuti
Shizune dan Ren. Sisanya masuk mobil Tonouchi menuju bandara pribadi milik
keluarga Andou. Pesawat pribadi Yukihira akan membawa mereka semua ke desa
Ailecea.
...
Desa Ailecea
Di rumah yang telah disiapkan oleh keluarga Sakura adalah
rumah tingkat dua yang berdesain Asian. Memiliki enam kamar tidur dan empat
kamar mandi.
Mikan dibawa ke kamarnya di lantai dua bersama dengan
Izumi yang kamarnya ada di lantai dua. Mikan memiliki pintu kamar berwarna
cokelat dan di dalamnya kamar tidurnya berwarna pink-putih dengan banyak bunga
kesukaan Mikan Sakura, Lily dan Hibiscus.
Dan Izumi di letakkan di kamar tidur di ujung lorong
lantai dua, pintu berwarna biru.
Mikan dan Izumi dipindahkan dari Tokiyo ke desa Ailecea
untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kejadian kemarin yang
korbannya Yuka Yukihira dan Mr. Bear.
"Aku ingin kalian merahasiakan keberadaan Mikan dan
Izumi dari pihak luar. Hanya keluarga dekat keluarga Yukihira yang tahu tentang
masalah ini. Kalian harus tahu keluarga Sakura juga tahu hal ini. Karena Yuka
adalah keturunan langsung dari keluarga Azumi Sakura." Kata Shiki
menjelaskan.
Semuanya mengangguk setuju.
Di sini, di desa Ailecea akan menjadi tempat
persembunyian mereka untuk menyembuhkan Mikan dan Izumi.
End flashback
Ren dan Tsubasa berada di lantai atas gedung perusahaan
Andou. Menikmati suasana pagi di atas gedung membuat mereka mengingat kembali
hal-hal yang terjadi 10 tahun yang lalu. Mengingat kejadian tersebut yang
menyebabkan nyonya besar keluarga Yukihira, Yuka Sakura meninggal.
Mr. Bear telah di kubur bersama dengan makam Yuka Yukihira.
Jasa yang menyelamatkan mereka sekeluarga anugerah terbesar keluarga Kaname
Sono. Keluarga Sono akan mengembangkan produk terbaru agar bisa menjaga Mikan
di kemudian hari.
Mansion keluarga Yukihira tidak pernah di huni oleh anggota
keluarga Yukihira karena mereka selalu menginap di keluarga Andou, Akira,
Harada dan Sono. Tetapi pelayan-pelayan di mansion Yukihira akan terus merawat
rumah itu agar bisa menjaga peninggalan tuan besar dan nyonya besar mereka.
Tahun-tahun pun berlalu, Mikan dan Izumi belum bangun dari
komanya. Hasil itu membuktikannya. Tetapi lima tahun kemudian, Mikan bangun
dari tidurnya.
Flashback : 5 tahun yang lalu
Mikan perlahan-lahan membuka matanya. Memandang ke kiri
dan ke kanan. Wajah Mikan yang tertutup perban telah di buka tiga tahun yang
lalu.
Tsubasa, Misaki, Shiki, Tonouchi, Kazuya, Kaname dan Ren
melihat Mikan akhirnya membuka matanya, tersenyum lega. Kazuya yang pelan-pelan
melangkah mendekati Mikan. Menyentuh tangan Mikan.
Mikan melihat tanganya dipegang memiringkan kepalanya.
"Ka..kamu sia..pa..?" tanya Mikan. Kazuya memandang Mikan kaget.
Terkejut apa yang didengarnya.
"Mikan, kamu kenapa? Ini aku, Kazuya saudara
kembarmu." Kazuya mengangkat tangannya menyentuh pipi Mikan.
"Ka..zuya? Mi..kan..? Siapa?" tanya Mikan lagi.
Mikan memandang ke arah Tsubasa, Misaki, Shiki Tonouchi, Kaname dan Ren.
"Ka..lian juga si..apa?" tanya Mikan pelan.
Semuanya ada di ruangan itu diam memandang satu sama lain
dengan wajah-wajah tidak percaya. Mikan tidak mengingat mereka.
Misaki menelepon dokter terbaik desa Ailecea, Dr.
Miyazono. Dr. Miyazono adalah dokter pribadi dan juga dokter terbaik yang
dimiliki oleh keluarga Sakura. Jadi milik keluarga Sakura milik keluarga
Yukihira juga. Dr. Miyazono memiliki dua anak, Yuri dan Hoshio. Yuri adalah
asisten ayahnya sekaligus yang akan menjadi dokter menggantikan ayahnya, Dr.
Miyazono. Yuri Miyazono adalah teman Misaki Harada yang memiliki umur yang
sama.
Dr. Miyazono tiba di rumah bersama asistennya, Yuri
menuju lantai dua di mana Mikan berada dituntun oleh Misaki.
Dr. Miyazono memeriksa Mikan. Setelah Dr. Miyazono selesai
memeriksa Mikan, Dr. Miyazono memandang yang lain dan berkata. "Dia
baik-baik saja. Hanya saja..." Mikan berkedip dua kali memandang Dr.
Miyazono bingung. Dr. Miyazono menoleh kembali ke arah mereka, "...nona
Mikan kehilangan ingatannya."
Semua kaku dan diam mendengar apa yang didengar sang
dokter Miyazono.
Ren berjalan menghampiri Dr. Miyazono, "apa
maksudnya itu dokter? Mikan hilang ingatan?" Ren memandangi Mikan tidak
percaya.
'Mikan hilang ingatan?' pikir yang lainnya di ruangan
Mikan.
"Yah, nona Mikan hilang ingatan secara permanen.
Nona Mikan bisa mengingat kembali jika waktunya tiba. Tapi, itu akan membuat
kepalanya sakit. Apalagi kecelakaan lima tahun yang lalu menyebabkan kondisinya
nona Mikan menjadi sangat sulit diprediksi kapan nona Mikan akan mengingat
kembali," jelas Dr. Miyazono.
"Itu tidak apa-apa. Itu lebih baik Mikan tidak
mengingatnya," kata Shiki langsung.
Semuanya memandang Shiki berjalan ke arah Mikan.
Mengulurkan tangannya ke Mikan. Mikan heran melihatnya, lalu mengangkat tangan untuk
membalasuluran tangannya.
"Namamu adalah Mikan Sakura. Kamu adalah anggota
keluarga Sakura. Selamat datang kembali di keluarga Sakura, Mikan." Shiki
tersenyum pada Mikan. Mikan membalas senyuman Shiki.
"Aku, Mikan Sakura."
End flashback
Sejak lima tahun berlalu, Mikan Yukihira menjadi Mikan
Sakura. Mikan yang dulu memakai kacamata tebal, rambut dikuncir dua seperti
anak perempuan culun sekarang Mikan diubah menjadi anak perempuan yang cantik
diuraikan rambut cokelat panjangnya sepinggang, melepaskan kacamatanya.
Sampai sekarang 10 tahun telah berlalu. Keluarga Yukihira
bersembunyi dari publik hanya Kazumi Yukihira yang masih menjabat kepala
sekolah Alice Academy.
Tinggal tiga hari lagi, Mikan Yukihira akan datang ke kota
Tokiyo sebagai Mikan Sakura dari keluarga Sakura. Keluarga Sakura yang resmi.
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar