Sabtu, 09 Maret 2013

Life of Happiness Chapter 3



Disclaimer: Gakuen Alice belong to Higuchi Tachibana

Chapter 3 : Sakura's Family
Tokiyo

~ Perusahaan Andou – Shadow's Corporation

Ren dan Kazuya sudah tiba di perusahaan Andou. Disebut Shadow's Corporation yang dipimpin oleh Tsubasa Andou sebagai kepala CEO. Perusahaan ini menggeguluti kepariwisatawan dan memiliki bandara. Ini masih salah satu perusahaan terbesar kedua di dunia di dalam majalah World's Corporation setelah keluarga Hyuuga yang menjadi nomor satu.

Ren dan Kazuya masuk ke dalam. Di dalam ruangan gedung perusahaan Andou yang didesain oleh ahli desain interior ternama yang membuat ruangan ini menjadi sangat nyaman. Dengan lantai marmer yang berkilauan, lukisan-lukisan desa Ailecea yang dipajang di sudut ruangan yang diminati banyak pengunjung yang masuk untuk melihatnya. Lampu-lampu gantung yang sederhana tapi ada rasa kemewahan di dalamnya. Inilah yang membuat ruang-ruang menjadi terasa nyaman.

Tsubasa melihat Ren dan Kazuya masuk dari double pintu otomatis. Tsubasa tersenyum dan menghampiri mereka. "Hei, kalian terlambat.. man." Tsubasa melambaikan tangannya pada Kazuya dan Ren.
Kazuya tidak membalas kata-kata Tsubasa melewati Tsubasa dengan wajah tanpa ekspresi menuju ke lift. Tsubasa melihat Kazuya melewatinya menatapnya heran.

"Dia kenapa?" Tsubasa menoleh kembali ke Ren dengan menunjuk ibu jarinya ke Kazuya. Tatapan penuh kebingungan.

"Seperti biasa,"kata Ren mengangkat bahu pelan. "Kazuya masih tidak suka pada salah satu anggota keluarganya yang pulang terlambat."

"Oh-ho.. masih menganggap begitu.." Tsubasa mengangguk kepala setuju tapi baru lima detik dengan bingung. Tsubasa menatap Ren dengan wajah ingin tahu. "Tunggu.. siapa yang kamu.. jangan-jangan itu adalah.."

Ren menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya lalu menatap kembali Tsubasa yang penasaran. Menghela napas , "yahh.. siapa lagi.. kalau bukan si playboy bodoh yang setiap malam minggu membawa seorang wanita asing ke rumah."

Kaget atas pernyataan Ren. "A-apa kamu bilang..? D-dia bawa a-apa? Seorang wanita? M-masuk dalam r-rumah?" Tsubasa gagap. Tidak percaya pada kalimat yang mengatakan Tonouchi membawa wanita asing ke dalam rumah tanpa minta persetujuan anggota kelurga.

"Yah.. begitulah." Ren menghela napas lagi.

"Ceritakan," ucap Tsubasa marah.

"Apa?" Ren bingung dengan tingkah laku Tsubasa yang minta diceritakan masalah tersebut.

Menatap kembali Ren dengan nada marah, "kamu harus menceritakan semua ini sekarang, Ren! Ini masalah besar! Bisa-bisa nanti mereka akan mengetahui keluarga itu ada di sana." Tsubasa berjalan bolak-balik sambil menyentuh rambut hitamnya dengan menggaruk-garuk frustasi.

"Mau bagaimana lagi? Si bodoh itu yang selalu melakukannya hampir setiap malam minggu habis pulang kerja. Membawa wanita asing di jam 11 malam waktu kami semua mau tidur. Saat itulah Kazuya, Misaki dan aku marah pada si bodoh itu yang ternyata lagi mabuk berat. Wanita itu katanya menemukan si bodoh di jalan lagi mabuk berat tetapi Kazuya tidak mempercayai wanita asing itu dan menendangnya keluar. Si bodoh histeris dan marah pada Kazuya atas sifat kasarnya pada wanita asing itu. Tapi, untunglah si bodoh tidak ingat kejadian tersebut pada esok harinya."

Tsubasa menelan ludahnya ketakutan dan rasa lega. "Benarkah Kazuya melakukannya?" Ren mengangguk. Tsubasa tertawa puas pada cerita Ren. "Wow! Luar biasa!"

Ren tertawa juga pada kejadian yang diingatnya minggu malam terakhir Ren dan keluarganya melihat wanita asing itu.

Flashback : minggu yang lalu

Pintu terbuka di tengah derasnya hujan yang membasahi dua sosok bayangan yang berada di pintu keluar rumah keluarga Sakura. Sosok bayangan itu seorang wanita dan seorang pria. Seorang wanita yang merangkul pergelangan tangan pria ke bahunya menuju ruang tamu. 

Hal ini membuat aku, Kazuya dan Misaki terkejut pada apa yang dilihat oleh mereka bertiga. Ternyata seorang pria yang duduk di sofa ruang tamu adalah Tonouchi Sakura.

Saat wanita asing itu ingin pergi, Tonouchi menarik tangannya. "Rumiko-chan, jangan.. *hik*.. pergi.. *hik*.." Tonouchi yang mabuk tidak mau melepaskan tangan seorang wanita asing bernama Rumiko.

Rumiko tersenyum pada Tonouchi dan memeluk Tonouchi dengan mesra, "tenanglah Tono-sayang, aku tidak akan kemana-mana." Rumiko melepaskan pelukannya dan menatap Tonouchi lekat-lekat ingin menciumnya. "Aku akan bersamamu di sini, sayang. Karena kamu telah menyelamatkan hidupku."

Aku dan Misaki menatapnya tidak percaya dengan mulut terbuka. Aku melihat si bodoh dan wanita asing itu berciuman mesra. Aku menghampiri si bodoh Tonouchi, tetapi tiba-tiba Kazuya dengan marah menarik pergelangan wanita tersebut. Akhirnya wanita itu dan Tonouchi memutuskan ciuman mesra mereka.

"Apa-apaan ini! Siapa kamu! Kenapa ada seorang wanita asing ada di rumah ini?" tanya Kazuya marah. Rahangnya mengejang, tangannya yang memegang pergelangan tangan wanita itu ketat siap menghabisi. Mata safirnya yang siap menerkam wanita di hadapannya.

Wanita itu mengeryit kesakitan. Tapi Kazuya tidak bergeming melihat ratapan wanita yang sedang kesakitan. Kazuya mengetat pergelangan tangan wanita tersebut.

Aku kasihan melihat wanita itu. Wanita itu terlihat kesakitan dan ingin menangis. Sedangkan kulihat Tonouchi hanya bingung melihat Kazuya marah pada wanita asing itu. 'Bodoh. Wanita itu sudah masuk ke kandang singa tidurnya diganggu, marah siap menerkam wanita asng itu. Bodoh' bisikku menghela napas kecewa pada Tonouchi dan wanita asing tersebut.

"JAWAB!" teriak Kazuya.

Wanita itu terlihat ketakutan dan kesakitan. Air matanya jatuh di pipinya dan Kazuya tidak mempedulikannya pada tangisan wanita itu.

"CEPAT JAWAB!" teriak Kazuya lagi.

"A-aku m-menemukan Tonouchi d-di jalan d-dengan keadaan mabuk. S-saya i-ingin menolongngya karena d-dia telah m-menolongku dua hari yang la-lalu..." wanita itu menangis dan melanjutkan ceritanya, "... d-dari pacarku y-yang ingin m-memukulku."

"Hey, Kazuya..*hik* ..jangan memarahi Rumiko-chan.. *hik* ...Kasihan dia... *hik*" Tonouchi yang bangun dari tempat duduknya menghampiri Kazuya yang masih mencengkram pergelangan tangan wanita itu. Tonouchi meletakkan tangan di bahu Kazuya.

"DIAM!" Kazuya berteriak pada Tonouchi dengan ekspresi marah. Tonouchi kaget dan mengambil tangannya kembali dari bahunya. Tonouchi kembali duduk di sofa.

"Ada apa? Kenapa ribut sekali?" Aku mendengar suara bening yang kukenal. Aku melihat Mikan berada di tangga sambil menggosok-gosok matanya yang masih terpejam. Kazuya dan Misaki juga menoleh ke arah Mikan.

"Mikan.." kata kami serempak.

"Aku terbangun mendengar suara Kazuya. Ada apa sih?" Mikan memaksa membuka matanya. Matanya menyipit pada kami yang cemas pada kehadiran Mikan yang setengah mengantuk. Mikan melihat Tonouchi tertidur di sofa dan Kazuya yang mencengkram pergelangan tangan wanita asing.
Mikan menunjuk wanita asing, "siapa dia?"

"Bukan urusanmu. Kak Misaki tolong kakak membawa Mikan kembali ke kamarnya." Kazuya menjawab pertanyaan Mikan dan memandang Misaki menyuruhnya untuk membawa Mikan kembali ke kamarnya.

Misaki berjalan menuju Mikan dan meraih tangannya menuju kamar lantai atas. "Ayo. mereka mengatasinya sendiri."

"T-tapi.." kata Mikan ragu-ragu masuk ke kamarnya.

"Pergilah ke kamarmu Mikan," kataku tersenyum. Mikan mengangguk kepalanya. Mereka pun naik ke lantai atas. Aku mendengar pintu dibuka dan akhirnya tertutup. Aku bernapas lega.

"Keluar kamu dari sini!" Kulihat Kazuya menarik pergelangan tangan yang dicengkramnya menuju pintu keluar. Kazuya membuka pintu dan melepaskan pergelangan tangan wanita itu di depan pintu kami. 

Wanita itu jatuh terjerembab lumpur hujan. Baju minimnya basah kena lumpur tersebut. Wanita itu menangis meminta untuk tinggal karena wanita itu tidak memiliki tempat tinggal di desa Ailecea ini. Kazuya pun tidak peduli.

Aku melihat dengan jelas wajah dan penampilan wanita itu. Rambut panjang sebahu berwarna merah keemasan, bola mata besar warna hitam dengan iris kuning, pakaian setengah terbuka di dadanya dan rok pendek sepaha menunjukkan kulitnya putih mulus.

Aku melihat Kazuya dengan marah pada wanita tersebut. "jangan pernah injakkan kakimu di rumah ini kalau mau hidup!" Kazuya membanting pintu depan dan menuju kembali ke lantai atas tidak mempedulikan Tonouchi yang sudah tertidur lelap di sofa ruang tamu.

Aku berjalan di jendela ruang tamu dekat pintu melihat wanita itu menangis tersedu-sedu atas perlakuan Kazuya padanya. Dia memandang kembali rumah ini lalu berbalik. Berjalan di tengan derasnya hujan memeluk tubuhnya dan sosoknya pun menghilang.

End flashback

Sejak itulah Kazuya marah pada Tonouchi agar tidak kembali melakukannya lagi. Tetapi Tonouchi pun tidak ingat apa yang terjadi pada malam tersebut.

"Bagaimana? Kamu sudah menyiapkannya. Membawa Mikan ke kota?" tanya Tsubasa berjalan menuju lift.
Ren melihat Tsubasa di sampingnya, menganggukkan kepalanya tersenyum. "Iya. Mikan akan datang ke kota tiga hari lagi setelah kami keluarga Sakura sepakat. Agar Mikan bisa mengingatnya. Tapi, aku tahu kalau Mikan tidak akan ingat 10 tahun yang lalu, pada saat kejadian mengenaskan tersebut."

Sejak kejadian 10 tahun yang lalu, bencana terbesar yang mengakibatkan salah satu anggota keluarga Yukihira meninggal di insiden tersebut.

Flashback : 10 tahun yang lalu

Ren tiba bersama Kazumi Yukihira di gedung keluarga Hyuuga tempat pesta diadakan. Turun dari mobil Toyota Grandis melihat gedung hancur hanya di lantai 15 dan 16. 

Ren dan Kazumi melihat tidak percaya pada apa yang dilihatnya. Mereka berdua lari ke tempat itu yang sudah banyak Ambulance, Polisi dan pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian. Kazumi dan Ren mencari-cari keluarga Yukihira tetapi hanya melihat Tsubasa saja.

"Di mana ayah, ibu dan Mikan?" Ren yang menanyakan keberadaan keluarganya pada Tsubasa. Tetapi Tsubasa hanya mengatakan 'tidak tahu' dengan nada sedih. Ren terkejut dan menanyakan Misaki dan Tonouchi juga tetapi Tsubasa juga tidak tahu. 

Tsubasa yang menjelaskan ada penyusup di pesta tersebut adalah anggota mafia Death ingin menghancurkan keluarga Yukihira. Tsubasa juga melihat van putih berada di depan pintu masuk pesta. 

Ren dan Kazumi tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sebelum mereka melanjutkan pencariannya, seorang perawat datang menghentikan mereka.

"Apa Anda mengenal Kaname Sono?" tanya perawat itu. Ren, Tsubasa dan Kazumi terkejut pada nama 'Kaname Sono'. 

"Iya. Kami sepupunya," balas Tsubasa. Menatap langsung pada perawat itu, "Di mana dia? Apakah dia baik-baik saja?" tanya ulang Tsubasa lagi khawatir.

"Ikutlah. Dia berada di mobil Ambulance itu." Perawat itu meminta Kazumi, Tsubasa dan Ren mengikutinya. Menunjukkan mobil Ambulance yang tidak jauh dari mereka berada. Perawat itu mengatakan sambil berjalan menuju mobil Ambulance, "kami menemukan tuan Sono di gang belakang yang tidak jauh dari gedung dalam keadaan pingsan. Mungkin tuan Sono dipukuli oleh seseorang tetapi kami tidak menemukan gejala kekerasan pada tuan Kaname. Sepertinya tuan Sono kejang-kejang terkena elektrik shock." 

Ren, Kazumi dan Tsubasa terkejut pada apa yang didengarnya. 'Kaname terkena elektrik shock!' pikir mereka tidak percaya.

Sesampainya di mobil Ambulance, Kazumi, Ren dan Tsubasa melihat Kaname dengan keadaan sudah bangun dari pingsannya. Melihat mereka bertiga, Kaname tersenyum lega.

"Syukurlah.. Tsubasa, kamu selamat. Begitu juga paman dan Ren."

"Bagaimana keadaanmu, Kaname?" tanya Kazumi memegang tangannya.

"Aku baik-baik saja, paman. Hanya kepalaku yang sakit," jawab Kaname yang lagi memegang kepalanya.

Tsubasa dan Ren menghampiri Kaname di sebelahnya, Tsubasa memegang tangan satunya lagi. "Jangan terlalu banyak bergerak, Kaname. Lebih baik kamu istirahat." Ren mengangguk setuju usulan Tsubasa.

Kaname tersenyum, "terima kasih Tsubasa." Sebelum Kaname ingin tidur, Kaname melebarkan matanya yang akan lupa pada sesuatu. Dikuatkan pegangan tangan Tsubasa, "Mikan, paman Izumi, bibi Yuka, Misaki dan Tonouchi masih berada di dalam gedung karena pintu ruangannya dikunci oleh mereka. Cepat tolonglah mereka.. Tsubasa.. Ren.." Kaname memohon pada Tsubasa dan Ren untuk menolong mereka.

"A-apa? Mereka masih di dalam gedung!" Tsubasa kaget kalimat Kaname begitu juga Ren memandang ke gedung tersebut.

"Jangan-jangan... Tsubasa! Ayo kita masuk. Mungkin mereka masih selamat. Apalagi gedung ini hanya setengah yang hancur. Kita harus mencari mereka di lantai yang tidak hancur." Ren menepuk bahu Tsubasa untuk menyetujui usulannya. Tsubasa mengangguk setuju.

Tsubasa memandang Kazumi, "paman di sini saja. Tidak usah ikut. Lebih baik paman menjaga Kaname saja di sini." Kazumi mengangguk setuju. Lalu, Tsubasa memandang ke Kaname sambil memegang tangan sepupu dan temannya itu, "Aku akan segera kembali Kaname membawa mereka dengan selamat. Istirahatlah." Tsubasa melepaskan tangannya dan melaju pergi disusul oleh Ren di belakangnya.
Kaname melihat mereka berdua yang sudah melintasi palang kuning menuju gedung tersebut tanpa mendengar peringatan kepolisian dan petugas pemadam kebakaran. 'Semoga kalian berhasil menyelamatkan mereka,' Kaname yang berdoa dalam hati.

...

Ren dan Tsubasa menyusuri lantai-lantai gedung yang masih selamat tetapi penuh dengan reruntuhan bangunan tersebut yang hancur tersebar di tempat mereka lalui.

Saat mereka di lantai 9, mereka berdua melihat sosok orang-orang yang dikenalnya pingsan dekat reruntuhan. Tsubasa melihat Tonouchi melindungi Misaki. Tsubasa memeriksa mereka, "syukurlah mereka masih hidup." Tsubasa bernapas lega. Tsubasa mengangkat Misaki ke dalam pelukannya, "Misaki, kumohon bangunlah. Ini aku, Tsubasa." Tsubasa menepuk-nepuk pipinya.

"Ukh..." Misaki akhirnya membuka matanya. Tsubasa tersenyum lega dan memeluknya erat di dalam pelukannya.

"Tsu..ba..sa.." Tsubasa melihat Tonouchi yang membuka matanya perlahan.

"TONO! Syukurlah kamu selamat!" Tsubasa melepaskan pelukannya ke Misaki menuju membantunya agar bangkit dari posisi tidurnya ke posisi duduk.

"Tsu..basa.. Mikan.. di..mana?" tanya Tonouchi memandang Tsubasa sambil memgang pundaknya. Tsubasa terkejut pada masalah yang terlupakan itu. Tsubasa membantu Misaki dan Tonouchi berdiri. Sebelum mereka mencari keluarga Yukihira tersebut. Tsubasa, Misaki dan Tonouchi mendengar teriakkan Ren.

"AYAH! IBU! MIKAN!" Ren menemukan mereka terhimpit bangunan. Ren yang tidak mengangkatnya karena terlalu berat. Ren melihat Tsubasa, Misaki dan Tonouchi datang ke arahnya. "Tsubasa! Tolong bantu aku mengangkat benda ini." Ren memohon pada Tsubasa untuk membantu mengangkatnya. Tsubasa pun akhirnya mengiyakan. Disusul oleh Misaki dan Tonouchi.

Mereka bereempat mengangkat benda berat itu ke samping. Ren, Tsubasa, Misaki dan Tonouchi terkejut pada pandangan yang dilihatnya. Yuka yang melindungi Mikan dan Izumi dengan tubuhnya yang terhimpit benda tadi. Tubuh Yuka yang terluka parah membuat Misaki menangis memeluk Tsubasa. Sedangkan Izumi hanya terluka di kaki kanannya yang terhimpit benda reruntuhan gedung dan Mikan terkena kepalanya hingga berdarah.

Ren mennghampiri Yuka dan mengguncang-guncang tubuhnya, "IBU! Bangun! Aku mohon bangun, ibu. Ini aku, Ren!" 

Yuka membuka matanya perlahan, "R..Re..n..." Mengangkat tangannya ke wajah Ren.
Ren tersenyum dan memegang tangan ibunya. "iya! Ini aku Ren, bu. Kumohon bertahanlah! Aku akan memanggil seseorang ke sini menyelamatkan ibu, ayah dan Mikan." Ren melepaskan tangannya tetapi Yuka tidak mau melepaskannya. Ren menoleh kembali menatap ibunya.

"Ja..jangan Ren.." Yuka yang napasnya rendah memandang Ren. "t..tolong.. jaga..ayah..dan..adikmu, Mi..kan.."

"Ibu! Kumohon bertahanlah!" teriak Ren memohon.

"Bibi.." Misaki memeluk Tsubasa di bahunya menutup wajahnya yang sedang menangis. Dan Tonouchi hanya menundukkan kepalanya.

"Aku.. ingin..kamu.. menjaga.. mereka berdua..Kazuya dan Mikan... Jangan sampai... mereka.. menyakitinya.. lagi.." Ren mengangguk-agukkan kepalanya berkali-kali sambil menangis masih memegang tangannya.

Sebelum menutup matanya, Yuka melihat Mikan dan suaminya. "Ma..afkan aku..Mikan..I..zumi.. Aku.. ti..dak b..bisa.. ber..sama kali..an lagi." Yuka menutup matanya perlahan dan menjatuhkan tangannya yang di pegang Ren ke lantai.

Ren tidak percaya apa yang dilihatnya. Orang yang telah melahirkannya dan membesarkannya penuh kasih sayang menghembuskan napas terakhirnya dan menutup mata di depan matanya.
Ren menggucang-guncang tubuh Yuka, "Ibu... bangun.. Ibu..! IBU!" teriak Ren memeluk tubuh Yuka di pelukannya. Menangis keras-keras.

Tsubasa, Misaki, dan Tonouchi menangis pada apa yang dilihatnya. Pemandangan yang menyedihkan. Sesosok orang paling mereka hormati dan sayangi bagaikan seorang sahabat dan seorang ibu meninggalkan mereka. Meninggalkan suami dan anak-anaknya. Orang itu adalah Yuka Yukihira.

Misaki yang memeluk Tsubasa membenamkan wajahnya ke bahu Tsubasa tiba-tiba melihat bayangan yang dikenalnya. Misaki melepaskan pelukan Tsubasa menuju ke arah bayangan tersebut. Ternyata sesosok bayangan itu adalah..

"BEAR!" teriak Misaki melihat tubuh robot boneka kesayangan Kaname hancur dan tidak bergerak. Misaki mengangkat tubuhnya dan mengumpulkan sisa-sisa kepingan dari tubuh Mr. Bear.

Tsubasa melihat Misaki datang membawa tubuh Mr. Bear yang tidak bergerak di pelukannya. Tsubasa tidak percaya pada Mr. Bear yang kuat, hancur seketika. Tsubasa memandangi Tonouchi untuk membawa Mikan dan Izumi keluar dari gedung ini.

Para petugas pemadam kebakaran yang melihat mereka semua membantu mereka. Petugas pemadam kebakaran membawa mereka keluar. Dan tubuh Yuka di gendong oleh Tonouchi gaya bridal style. Sedangkan yang lain dilakukan sama.

Mereka keluar dari gedung. Disambut para perawat-perawat untuk membantu mereka di bawa ke mobil Ambulance untuk diperiksa dan dibawa ke Rumah Sakit terdekat.

Ren yang berlumuran darah Yuka berwajah kosong hanya melihat mereka membawa tubuh ibunya di masukkan ke kain jenazah. Ren membuka mata lebar-lebar menyuruh perawat itu tidak membungkus tubuh Yuka seperti itu. Ren melawan petugas perawat itu tetapi dicegah oleh Tsubasa. Ren pun lelah dan akhirnya pingsan. Tsubasa memegangnya. Tsubasa sedih melihat keluarganya sepupunya seperti ini.

Tsubasa meminta perawat lain untuk membawa Ren ke Rumah Sakit. Kazumi yang berada tidak jauh dari situ menghampiri adiknya, Izumi.

"Apa dia baik-baik saja?" tanya Kazumi khawatir.

"Iya. Baik-baik saja. Hanya saja kaki kanannya terluka parah. Kami harus membawa tuan Yukihira ke Rumah Sakit untuk dapat pertolongan cepat. Begitu dengan keponakan Anda." Perawat itu menunjukkan ke mobil Ambulance di mana Mikan berada.

Kazumi menuju ke tempat Mikan dimana di situ ada Ioran, Hotaru, Ruka dan Natsume. Kazumi melihat Mikan mengeluarkan banyak darah di kepalanya.

"Lebih baik kita harus membawa Mikan ke Rumah Sakit Imai secepatnya. Biar aku saja menangani paman dan Mikan di sana," kata Subaru di samping Mikan yang terus membersihkan darahnya yang tidak berhenti-henti. Semuanya mengangguk setuju.

"Aku ikut sama kakak," ucap Hotaru panik. Subaru mengiyakan. Hotaru naik ke mobil Ambulance di mana Mikan dan Subaru.

"Biar aku ikut dengan paman Izumi," kata Tsubasa memandang Kazumi dan bergerak ke arah mobil Ambulance di samping mobil Ambulance Mikan berada.

"Aku ingin bersama dengan Yuka, Ioran. Aku ingin kamu mengendarai mobil Kazumi ke Rumah Sakit." Kaoru yang berada di situ menangis memohon suaminya, Ioran untuk menemani mayat Yuka ke Rumah Sakit Imai untuk mempersiapkan pemakamannya.

Ruka dan Natsume ikut mereka dengan mobil yang dipakai oleh Kazumi membawanya ke Rumah Sakit Imai. Misaki yang membawa tubuh Mr. Bear membawanya ke Kaname dan ikut menumpang di mobil Ambulance di mana Kaname berada.

Kaname tertidur pulas. Misaki yang melihatnya tidak tahu harus bilang apa tentang Yuka dan Mr. Bear. Juga kondisi Mikan dan Izumi yang parah.

...

Di Rumah Sakit Imai

Ioran, Kazumi, Tsubasa, Tonouchi, Natsume, Ruka, dan Hotaru menunggu di ruang UGD untuk penyembuhan cepat. Perawat-perawat keluar-masuk dari ruang UGD. Di dalam ruang UGD hanya ada Mikan dan Izumi, Kaname di ruang perawatan bersama Misaki, dan Kaoru menngurusi pemakaman untuk tubuh Yuka.

Subaru keluar dari ruang UGD. Semuanya menatap khawatir pada apa hasilnya. Subaru membuka maskernya,"Mikan kehabisan darah dan kami tidak punya stok golongan darah O."
Kami memandang satu sama lain. Tiba-tiba Tsubasa dan Tonouchi menghampiri Subaru.
"Kami memiliki golongan darah O. Pakai saja darah kami untuk menyelamatkan Mikan." Tonouchi setuju usulan Tsubasa.

Subaru meminta perawat untuk mengantar mereka menuju ke tempat pengecekkan darah. Apakah kondisinya baik. Tsubasa dan Tonouchi mengikuti perawat tersebut meninggalkan Ioran, Kazumi, Hotaru, Ruka, dan Natsume di depan pintu ruang UGD. Subaru kembali ke dalam tapi Hotaru memegang tangannya.

"Kakak.. Mikan pasti baik-baik saja 'kan?" Hotaru yang ingin menangis. Melihat ini, Subaru menepuk kepalanya memandang Hotaru.

"Dia akan baik-baik saja." Subaru pun kembali masuk ke ruang UGD.

Satu jam kemudian..

Dokter mengatakan kondisi Izumi dalam keadaan koma gara-gara benturan keras di dadanya. Kondisinya tidak diprediksi oleh dokter. Kazumi yang merasa ingin menangis berlutut di lantai Rumah Sakit menundukkan kepalanya. Ioran menghiburnya mengusap-usap punggungnya sama-sama menundukkan kepalanya.

Mikan juga koma dengan kondisi yang memprihatinkan. Kepalanya diperban beserta setengah wajahnya karena di dahinya juga kena goresan pecahan rentuhan gedung.
Hal ini membuat Hotaru, Ruka dan Natsume tidak tega melihat teman masa kecil mereka koma dan sekarat seperti ini. 

Di kamar rawat, Kaname bangun dari tidurnya semenit yang lalu terkejut mendengar apa yang dikatakan Misaki sambil membawa tubuh Mr. Bear yang rusak. Kaname menangis memeluk tubuh Mr. Bear.

Yuka meninggal dunia, Izumi dan Mikan koma. Hal ini membuat Ren di samping pintu kamar rawat Kaname jatuh berlutut di dinding Rumah Sakit. Kazuya, Shiki dan Shizune datang 30 menit yang lalu ikut terkejut mendengar apa yang terjadi. 

Kazuya memeluk tubuh ibunya menangis dalam diam, Shiki menundukkan kepalanya dihibur oleh Kaoru mengusap-usap punggungnya dan Shizune menangis menutup mulutnya dengan tangannya melihat tubuh Yuka yang sudah membeku.

...

Keesokkan harinya di Tempat pemakaman Haoul

Para pelayat yang berpakaian serba hitam mengiringi pemakaman Yuka Yukihira. Makam yang dipenuhi bunga-bunga dari para pelayat-pelayat. Keluarga-keluarga dari Hyuuga, Imai, Nogi, Ogasawara, Andou, Akira, Harada, Umenomiya, Tobita, Yome, Mochiage menaburkan bunga pada makan yang ditulis : 

Di sini adalah tempat peristirahatan terakhir

Yuka Yukihira
Tanggal lahir : 14 Juli 19xx
Tanggal kematian : 10 Maret 19xx

Banyak orang-orang menangis dalam diam. Mereka yang tidak banyak bicara yang tidak mengenal keluarga Yukihira dengan baik.

Nuansa haru atas pemakaman Yuka Yukihira tidak satupun keluarga Yukihira di tempat tersebut. Tsubasa dan Tonouchi hanya mengangkat bahu tidak tahu karena Shiki dan Kazumi tidak ada di sini. Mereka semua ada di Rumah sakit Imai, menjaga Mikan dan Izumi.

Ponsel Tsubasa berbunyi tanda pesan masuk. Tsubasa meminta permohonan diri untuk pulang bersama Tonouchi. Tonouchi yang bingung melihat Tsubasa dengan wajah panik. Sesampainya di mobil, Tsubasa meminta Tonouchi untuk menjalankan mobil menuju Rumah Sakit. 

Tonouchi hanya mengangguk setuju pada ucapan Tsubasa, melaju dengan kecepatan penuh menuju ke Rumah Sakit. Tsubasa melihat pesannya di ponselnya, di situ tertulis: 

'Tsubasa, aku ingin kamu datang ke Rumah Sakit bersama Tonouchi. Aku ingin minta bantuanmu ini soal Mikan dan Izumi.'
Shiki
...

Rumah Sakit Imai

Tsubasa dan Tonouchi menuju ruang dimana Mikan dan Izumi di rawat. Di kamar tersebut, mereka melihat Shiki, Shizune, Ren, Kazumi, Kaname, Misaki dan Kazuya menunggu.

"Akhirnya kalian berdua sudah datang. Tolong bantu kami membawa mereka ke mobil. Kita tidak boleh membiarkan Mikan dan Izumi tinggal di kota ini lagi. Sangat berbahaya." Shiki meminta Tsubasa dan Tonouchi meninggalkan kota Tokiyo. Tsubasa dan Tonouchi mengerti.

Shizune keluar menghalau para dokter dan perawat di bantu oleh Kaname untuk membawa Mikan dan Izumi diam-diam keluar dari Rumah Sakit tanpa ketahuan. Kazumi menggendong Izumi di belakang punggungnya, sedangkan Mikan digendong ala bridal syle oleh Shiki. Yang lainnya menuntun menuju pintu belakang. Tonouchi mengambil mobil miliknya dan Shiki menyerahkan Mikan ke tangan Tsubasa dengan sekalian infusnya. Shiki mengambil mobil miliknya.

Kazumi membawa Izumi masuk mobil milik Shiki diikuti Shizune dan Ren. Sisanya masuk mobil Tonouchi menuju bandara pribadi milik keluarga Andou. Pesawat pribadi Yukihira akan membawa mereka semua ke desa Ailecea.

...

Desa Ailecea
Di rumah yang telah disiapkan oleh keluarga Sakura adalah rumah tingkat dua yang berdesain Asian. Memiliki enam kamar tidur dan empat kamar mandi.

Mikan dibawa ke kamarnya di lantai dua bersama dengan Izumi yang kamarnya ada di lantai dua. Mikan memiliki pintu kamar berwarna cokelat dan di dalamnya kamar tidurnya berwarna pink-putih dengan banyak bunga kesukaan Mikan Sakura, Lily dan Hibiscus.

Dan Izumi di letakkan di kamar tidur di ujung lorong lantai dua, pintu berwarna biru.
Mikan dan Izumi dipindahkan dari Tokiyo ke desa Ailecea untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kejadian kemarin yang korbannya Yuka Yukihira dan Mr. Bear.

"Aku ingin kalian merahasiakan keberadaan Mikan dan Izumi dari pihak luar. Hanya keluarga dekat keluarga Yukihira yang tahu tentang masalah ini. Kalian harus tahu keluarga Sakura juga tahu hal ini. Karena Yuka adalah keturunan langsung dari keluarga Azumi Sakura." Kata Shiki menjelaskan.
Semuanya mengangguk setuju. 

Di sini, di desa Ailecea akan menjadi tempat persembunyian mereka untuk menyembuhkan Mikan dan Izumi.

End flashback

Ren dan Tsubasa berada di lantai atas gedung perusahaan Andou. Menikmati suasana pagi di atas gedung membuat mereka mengingat kembali hal-hal yang terjadi 10 tahun yang lalu. Mengingat kejadian tersebut yang menyebabkan nyonya besar keluarga Yukihira, Yuka Sakura meninggal.

Mr. Bear telah di kubur bersama dengan makam Yuka Yukihira. Jasa yang menyelamatkan mereka sekeluarga anugerah terbesar keluarga Kaname Sono. Keluarga Sono akan mengembangkan produk terbaru agar bisa menjaga Mikan di kemudian hari.

Mansion keluarga Yukihira tidak pernah di huni oleh anggota keluarga Yukihira karena mereka selalu menginap di keluarga Andou, Akira, Harada dan Sono. Tetapi pelayan-pelayan di mansion Yukihira akan terus merawat rumah itu agar bisa menjaga peninggalan tuan besar dan nyonya besar mereka.
Tahun-tahun pun berlalu, Mikan dan Izumi belum bangun dari komanya. Hasil itu membuktikannya. Tetapi lima tahun kemudian, Mikan bangun dari tidurnya.

Flashback : 5 tahun yang lalu

Mikan perlahan-lahan membuka matanya. Memandang ke kiri dan ke kanan. Wajah Mikan yang tertutup perban telah di buka tiga tahun yang lalu. 

Tsubasa, Misaki, Shiki, Tonouchi, Kazuya, Kaname dan Ren melihat Mikan akhirnya membuka matanya, tersenyum lega. Kazuya yang pelan-pelan melangkah mendekati Mikan. Menyentuh tangan Mikan.

Mikan melihat tanganya dipegang memiringkan kepalanya. "Ka..kamu sia..pa..?" tanya Mikan. Kazuya memandang Mikan kaget. Terkejut apa yang didengarnya.

"Mikan, kamu kenapa? Ini aku, Kazuya saudara kembarmu." Kazuya mengangkat tangannya menyentuh pipi Mikan.

"Ka..zuya? Mi..kan..? Siapa?" tanya Mikan lagi. Mikan memandang ke arah Tsubasa, Misaki, Shiki Tonouchi, Kaname dan Ren. "Ka..lian juga si..apa?" tanya Mikan pelan.

Semuanya ada di ruangan itu diam memandang satu sama lain dengan wajah-wajah tidak percaya. Mikan tidak mengingat mereka.

Misaki menelepon dokter terbaik desa Ailecea, Dr. Miyazono. Dr. Miyazono adalah dokter pribadi dan juga dokter terbaik yang dimiliki oleh keluarga Sakura. Jadi milik keluarga Sakura milik keluarga Yukihira juga. Dr. Miyazono memiliki dua anak, Yuri dan Hoshio. Yuri adalah asisten ayahnya sekaligus yang akan menjadi dokter menggantikan ayahnya, Dr. Miyazono. Yuri Miyazono adalah teman Misaki Harada yang memiliki umur yang sama.

Dr. Miyazono tiba di rumah bersama asistennya, Yuri menuju lantai dua di mana Mikan berada dituntun oleh Misaki. 

Dr. Miyazono memeriksa Mikan. Setelah Dr. Miyazono selesai memeriksa Mikan, Dr. Miyazono memandang yang lain dan berkata. "Dia baik-baik saja. Hanya saja..." Mikan berkedip dua kali memandang Dr. Miyazono bingung. Dr. Miyazono menoleh kembali ke arah mereka, "...nona Mikan kehilangan ingatannya."

Semua kaku dan diam mendengar apa yang didengar sang dokter Miyazono.
Ren berjalan menghampiri Dr. Miyazono, "apa maksudnya itu dokter? Mikan hilang ingatan?" Ren memandangi Mikan tidak percaya. 

'Mikan hilang ingatan?' pikir yang lainnya di ruangan Mikan.

"Yah, nona Mikan hilang ingatan secara permanen. Nona Mikan bisa mengingat kembali jika waktunya tiba. Tapi, itu akan membuat kepalanya sakit. Apalagi kecelakaan lima tahun yang lalu menyebabkan kondisinya nona Mikan menjadi sangat sulit diprediksi kapan nona Mikan akan mengingat kembali," jelas Dr. Miyazono.

"Itu tidak apa-apa. Itu lebih baik Mikan tidak mengingatnya," kata Shiki langsung.

Semuanya memandang Shiki berjalan ke arah Mikan. Mengulurkan tangannya ke Mikan. Mikan heran melihatnya, lalu mengangkat tangan untuk membalasuluran tangannya.

"Namamu adalah Mikan Sakura. Kamu adalah anggota keluarga Sakura. Selamat datang kembali di keluarga Sakura, Mikan." Shiki tersenyum pada Mikan. Mikan membalas senyuman Shiki.

"Aku, Mikan Sakura."

End flashback

Sejak lima tahun berlalu, Mikan Yukihira menjadi Mikan Sakura. Mikan yang dulu memakai kacamata tebal, rambut dikuncir dua seperti anak perempuan culun sekarang Mikan diubah menjadi anak perempuan yang cantik diuraikan rambut cokelat panjangnya sepinggang, melepaskan kacamatanya.
Sampai sekarang 10 tahun telah berlalu. Keluarga Yukihira bersembunyi dari publik hanya Kazumi Yukihira yang masih menjabat kepala sekolah Alice Academy.

Tinggal tiga hari lagi, Mikan Yukihira akan datang ke kota Tokiyo sebagai Mikan Sakura dari keluarga Sakura. Keluarga Sakura yang resmi.

TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar