Disclaimer: Gakuen Alice belong to Higuchi Tachibana
Chapter 4: Plan
Masih di Kota Tokiyo
~ Perusahaan Hyuuga – Flame and Gold Corporation
Ada sesosok orang berjalan terburu-buru keluar dari lift
menuju ruang kerja wakil CEO. Dia berambut pirang dan bermata biru langit yang
namanya adalah Ruka Nogi.
Ruka membuka pintu ruang kerja tersebut dan masuk menutup
pintu dengan keras. Ruka menghampiri meja kerja yang telah diduduki oleh sang
sahabat berambut hitam dan mata merah. Kursi putar itu berputar menghadapi
Ruka.
"Ada apa, Ruka?" tanya sang pemuda berumur 19
tahun.
"Natsume.. Apa itu benar?" tanya Ruka.
"Apa maksudmu, Ruka?" tanya ulang lagi pada
sahabatnya mengangkat satu alisnya.
"Soal pertunangan itu.." tukas Ruka.
Pemuda bernama Natsume itu tahu maksud Ruka . Dia beranjak
dari kursi putarnya dan duduk di sofa dekat dengan meja kerja. Ruka pun
menyusulnya. Ruka menatap Natsume sejenak menghela napas lalu duduk.
"Hotaru dan Yoichi yang bilang padaku. Katanya kamu mau
menentang perjodohanmu dengan Mikan. Apa itu benar, Natsume?" tanya Ruka.
Natsume yang tidak menjawab pertanyaan Ruka hanya bersandar
dan mengangkat kakinya bertumpu pada lututnya. Ruka yang tidak mendengar
jawaban Natsume pasti tahu kalau dia sudah menentang pertunangannya dengan
Mikan.
Sejak Mikan dan Paman Izumi menghilang di Rumah Sakit 10
tahun yang lalu. Hal itu berdampak pada semuanya termasuk keluarga Hyuuga dan
sahabat-sahabatnya. Semua keluarga seperti keluarga Misaki Harada dan Tonouchi
Akira juga ikut menghilang entah kemana. Yang mengetahui kejadian tersebut
hanyalah Tsubasa Andou dan Kaname Sono sepupunya. Dan kakak Izumi, Kazumi
Yukihira.
Tapi mereka tidak mau memberitahu keberadaan Mikan dan
Izumi. Mereka selalu merahasiakannya. Mereka juga mengatakannya, "saat
itu akan tiba kalian bertemu dengan mereka. Jadi bersabarlah." Itulah
kalimat Kazumi pada keluarga Hyuuga.
Inilah membuat keluarga Hyuuga tidak bisa bersabar dengan
pernyataan Kazumi, jadi mereka terus mencari Mikan dan Izumi kurang lebih 10
tahun. Biarpun sampai sekarang.
Sejak Mikan menghilang, Natsume terus menerus meminta pada
keluarganya untuk membatalkan rencana pertunangannya dengan Mikan dan berganti
menjadi meminta persetujuan untuk bertunangan dengan putri keluarga Koizumi,
Luna Koizumi.
Rencana pertunangan itu tidak disetujui oleh keluarga Hyuuga
karena keluarga Hyuuga masih menganggap Mikan harus menjadi tunangan Natsume.
Itu adalah janjinya pada Yuka Yukihira saat Mikan dan Natsume belum lahir.
Tetapi, itu tidak membuat Natsume gentar dan terus melakukan perlawanan kepada
keluarganya apa pun yang terjadi. Inilah membuat Natsume dan keluarganya hancur
berantakan hanya karena masalah pertunangannya dengan Luna Koizumi.
Hotaru dan Yoichi juga tidak mau Luna Koizumi menjadi
tunangan Natsume. Karena gara-gara Luna-lah, Natsume menentang keluarga Hyuuga
dan sahabat-sahabatnya. Hubungan mereka pun akhirnya hancur berantakan.
Ruka beranjak dari sofa di mana dia duduk dan menghadapi
Natsume. Sebelum Ruka berbicara, pintu terbuka dan menampilkan seorang
perempuan cantik berdandan menor berusia 19 tahun. Perempuan berambut merah
muda, mata merah muda, dan tahi lalat di samping kiri bawah bibirnya. Namanya
adalah Luna Koizumi
"NATSUME! SAYANG!"
Natsume tersenyum kecil lalu berdiri menghampirinya dan
memeluknya mesra. Gadis itu berjingkat untuk mendekatkan bibirnya dengan bibir
Natsume. Natsume tersenyum kecil lagi tahu apa yang di lakukannya, memegang
erat pinggangnya dan mencium mesra. Si gadis itu pun akhirnya membalas
ciumannya dengan melingkarkan lehernya dengan kedua tangannya.
Hal ini membuat Ruka menoleh ke samping tidak mau melihat
pemandangan yang membuat sakit mata dan juga sakit hati. Ruka memegang jidatnya
dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Sahabatnya lebih memilih perempuan lain
daripada Mikan yang masih tidak ditemukan keberadaannya.
"KAKAK! Kakak ada di..." Pintu terbuka dan muncul
tiga orang masuk ke dalam ruang kerja wakil CEO. Tiga orang tersebut berhenti
melangkah karena melihat apa yang ada di hadapannya. Gadis berusia 17 tahun
berambut hitam dan mata merah kecokelatan membeku tidak tahu harus berkata apa,
sedangkan dua orang hanya melihat dengan pandangan jijik biarpun wajah mereka
tanpa ekspresi.
"Aoi.. Youichi.. Hotaru.."
Ruka menoleh lalu memandang mereka bertiga. Hal ini membuat
gadis berambut hitam panjang sebahu bernama Aoi berteriak.
"Kakak! Apa yang kakak lakukan pada perempuan
itu!" teriak Aoi menunjuk ke arah gadis berambut merah muda dengan
pandangan yang membuatnya ingin menghancurkan perempuan bernama Luna Koizumi.
Natsume dan gadis itu berhenti berciuman, melonggarkan
pelukannya tetapi Natsume masih memegang pinggangnya. Natsume mengangkat satu
alisnya dan Luna hanya menyeringai.
"Untuk apa kalian bertiga ke sini?" tanya Natsume.
"Kakak belum menjawab pertanyaan Aoi. Untuk apa
perempuan itu ada di sini!" tanya ulang Aoi.
"Bukan urusanmu, Aoi. Luna ini adalah pacarku dan
sebentar lagi akan menjadi tunanganku," jelas Natsume.
"Pacar dan tunangan?" Hotaru pun akhirnya angkat
bicara memandang Natsume lalu memandang Luna, "sejak kapan dia menjadi
pacarmu, Hyuuga?"
Natsume menghela napas dan mengangkat alisnya lagi.
"Sejak dia masuk ke dalam hatiku." Luna tersenyum
pada kata-kata Natsume. Luna lalu memeluknya mesra.
Hotaru berwajah yang tidak dimengerti hanya menggelengkan
kepalanya. Aoi dan Youichi melangkah maju menghadapi Natsume dan Luna. Aoi
angkat bicara.
"Kakak.. Kakak tidak lupa pada janji kita untuk
menemukan Mikan-chan 10 tahun yang lalu sejak Mikan-chan hilang. Kakak juga
tidak lupa janji semasa kecil untuk bersama-sama melindungi Mikan-chan?"
Aoi memegang pergelangan Natsume dengan mata berkaca-kaca.
"Aku... Aku sudah melupakannya, Aoi. Sejak lima tahun
yang lalu," jelas Natsume melepaskan genggaman Aoi. Aoi yang tangannya
dilepas lalu menangis terisak-isak.
Youichi melangkah ke depan lalu memukul wajah Natsume dengan
pukulan yang sangat keras. Natsume jatuh ke lantai berkarpet. Luna menghampiri
Natsume memegang wajahnya yang terluka dengan darah yang keluar dari mulutnya.
"Apa yang kamu lakukan, Youichi!" tanya Natsume
geram mengangkat kepalanya menatap Youichi.
Youichi maju selangkah memegang kerah kemeja Natsume,
"Jadi, kamu lupa dengan janji itu! Janji kita bersama, hah!" geram
Youichi ingin menghajar Natsume sekali lagi tetapi di hentikkan oleh Ruka.
"HENTIKAN YOUICHI!" Ruka melangkah ke hadapan
Youichi dan Natsume untuk menghalau pertikaian tersebut. Ruka mendorong Youichi
jauh dari Natsume. Natsume membersihkan debu di kemejanya dibantu oleh Luna.
Luna melihat ini pun menjadi marah pada Youichi.
"Hei, apa yang kamu lakukan pada sayangku!" tanya
Luna marah tapi kedengaran centil.
"DIAM KAMU, PEREMPUAN SIALAN!" teriak marah
Youichi.
Luna terkejut dan bersembunyi di balik belakang Natsume.
Melihat ini, Natsume melangkah maju untuk menghajar Youichi tapi dihentikan
oleh Aoi.
"Hentikan kakak! Kenapa..? Kenapa kakak berubah menjadi
seperti ini? Kakak berubah drastis... selalu bertengkar sama ayah dan ibu...
Kakak tidak pernah bersikap seperti ini.. Kenapa kakak?" Aoi yang telah
menangis melihat kakaknya marah hanya seorang perempuan bernama Luna Koizumi.
Natsume memandang Aoi yang telah menitikkan air matanya
tidak tega melihat adik kesayangannya menjadi menangis. Natsume juga tidak bisa
berkata-kata lagi melihat sahabat dan sepupu-sepupunya menjadi wajah kecewa.
Natsume ingin memeluk Aoi tetapi dihentikkan oleh Luna yang berdiri di
belakangnya yang menarik kemejanya. Natsume berubah kembali dari tampang
kasihan melihat adiknya menjadi marah. Dan berteriak marah.
"Itu bukan urusanmu! Ini keputusanku untuk menjadikan
Luna tunanganku. Jadi.. Jangan ganggu keputusanku ini. Urus urusan kalian
sendiri!"
Aoi terkejut mendengar kata-kata Natsume berlari keluar dari
ruang di mana Natsume berada dengan penuh linangan air mata.
"AOI!" teriak Youichi pada sepupunya yang sudah
keluar dari ruang kerjanya Natsume. Youichi pun mengejar sepupu kesayangannya
itu.
"Natsume! Ini sudah keberapa kalinya kamu membentak
Aoi!" Ruka menghadap Natsume dengan wajah marah. Natsume pun tidak
mempedulikannya. "NATSUME!" teriak Ruka lagi.
BAKA! BAKA! BAKA!
Ketiga tembakan keras menghantam punggung Natsume. Natsume
terlempar ke arah sofa yang tidak jauh dari tempatnya duduk. Luna terkejut lalu
menuju ke tempat Natsume tetapi Hotaru menghentikannya dengan pistol baka-nya.
BAKA! BAKA! BAKA!
Ketiga tembakan keras dari Hotaru telah membuat Luna
terhempas ke dinding beton ruang kerja Natsume. Luna meringis kesakitan karena
punggungnya terkena dinding. Natsume sekali lagi melihat Luna yang terlempar
dan terluka menoleh ke arah Hotaru dengan wajah ingin menerkam.
"Apa yang kamu lakukan, Imai!" teriak Natsume yang
ingin menghajar perempuan berambut hitam bermata ungu. Tetapi...
BAKA! BAKA! BAKA! BAKA! BAKA!
Tembakan lagi menghantam Natsume tapi tembakan lima kali.
Natsume terlempar ke dinding beton di samping Luna. Natsume meringis kesakitan
tapi dihalaunya dengan wajah yang tidak merasa kesakitan. Natsume ingin bicara
lagi tapi Hotaru menghentikannya dengan mengarahkan pistol itu ke Natsume yang
sudah diperbarui.
"Itu adalah tembakan untuk Aoi yang kamu sakiti dan
juga Mikan, Youichi, Paman Ioran dan Bibi Kaoru." Hotaru mengarahkan lagi
ke arah Luna, "dan kamu perempuan tidak tahu diri. Jika kamu berani-berani
membuat persahabatan kami hancur. Kamu akan mendapatkan tembakan dari pistol
terbaruku ini dan akan kubuat kamu tidak akan melihat dunia ini lagi,"
ancam Hotaru pada Luna.
Luna yang ketakutan hanya meringkuk ke lengan Natsume.
Hotaru pergi meninggalkan mereka berdua yang masih terduduk di lantai berkarpet
tapi sebelum pergi, Hotaru berhenti dan membalikkan badannya.
"Aku tidak akan pernah menyetujui pertunanganmu dengan
si perempuan sakit jiwa itu. Tidak akan pernah!" Hotaru pun akhirnya
melangkah pergi dan membanting pintu dengan keras.
Ruka menghela napas pada Hotaru yang sudah berlalu pergi dan
menoleh ke arah Natsume yang sudah berdiri dibantu oleh Luna. Natsume juga
merangkul Luna agar duduk dengan nyaman di sofá. Natsume memeriksa Luna.
"Ada yang sakit?" tanya Natsume khawatir.
Luna menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum pada
perlakuan Natsume, "tidak ada kok sayang. Tapi kamu juga tidak apa-apa,
'kan?" tanya Luna memegang pipi Natsume. Natsume memegang tangan Luna di
pipinya dan mencium tangannya dengan lembut.
Ruka yang melihat itu tidak bisa berbuat apa-apa.
Pemandangan yang dilihatnya sudah pengalaman yang biasa baginya karena mereka
melakukannya setiap hari. Ayah dan Ibu Natsume juga melihat adegan tersebut
serasa dunia hanya milik mereka berdua.
Ruka menepuk bahu Natsume menghentikan pandangan yang
menurutnya menjijikkan itu. Tentu saja pemandangan itu sangat menjijikkan
tetapi berbeda halnya dengan Mikan. Karena dengan Mikan-lah, mereka tidak akan
mengaku jijik.
"Natsume… Tolong pikirkan baik-baik. Janganlah kamu
menentang keputusan Paman Ioran dan Bibi Kaoru untuk menjodohkan kamu dengan
Mikan. Jangan buat mereka bersedih lagi Natsume. Mereka sudah kehilangan Bibi
Yuka. Mereka tidak mau kehilangan kamu dan Mikan lagi."
Natsume yang menoleh ke arah Ruka melepaskan genggaman
tangan Luna dan berdiri. Natsume melihat wajah sedih Ruka yang sama seperti
wajah sedih milik Aoi, dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mereka bersikeras
tidak mau Luna menjadi pendamping hidupnya. Pendamping hidupnya harus Mikan.
Natsume tidak tahan lagi.
"Ruka! Sampai kapan kamu ingin mencampuri urusanku!
Kamu bukanlah ayahku dan juga bukan orang yang seenaknya mengatur
hidupku!" geram Natsume.
Ruka terkejut.
Pintu dibanting terbuka. Hal ini membuat Ruka, Natsume dan
Luna terkejut pada apa yang dilihatnya. Sosok wanita berumur 37 tahun. Berambut
hitam dan punya mata merah milik Natsume.
"Ibu…" Natsume terkejut melihat sang ibu berdiri
di belakang pintu.
"Bibi Kaoru…" kata Ruka melihat kemunculan
tiba-tiba ibu Natsume itu.
Kaoru Hyuuga adalah ibu Natsume dan Aoi sekaligus istri
Komisari Korporasi Hyuuga. Kaoru maju menuju Natsume lalu…
PLAKK
Ruka dan Luna terkejut melihat Kaoru Hyuuga menampar anaknya
sendiri, Natsume Hyuuga. Natsume sama terkejutnya dengan mereka berdua,
memegang pipi yang di tampar sang ibu telah membuat darah kembali keluar dari
bibir Natsume.
"Itu adalah tamparan pertama untukmu, Natsume
Hyuuga!" geram sang ibu Natsume.
"Apa yang ibu lakukan?" tanya Natsume membalas
perkataan Kaoru.
Kaoru yang tidak menghiraukan pertanyaan Natsume itu lalu
menoleh menghadap Luna. Luna berdiri tapi tiba-tiba…
PLAKK
Tamparan keras membuat Luna kembali terduduk di sofa. Kaoru
menyeringai keji dan menampar kembali Luna. Natsume terkejut dan menghentikkan
ibunya. Ruka yang juga menghentikan aksi ibu Natsume itu.
"Sejak kamu datang ke kehidupan kami, kamu telah
menghancurkannya! Menghancurkan keluargaku, anak-anakku dan persahabatan
anakku! Kamu pantas mati!" teriak Kaoru sampai terdengar di luar. Natsume
dan Ruka terus menghentikan aksi Kaoru.
"IBU! LEPASKAN LUNA!" teriak Natsume pada ibunya.
Kaoru pun akhirnya menghentikan aksi menampar Luna. Natsume
menghampiri Luna dan memeluknya. Kaoru menatap Natsume dan Luna yang saling
berpelukkan menggelengkan kepalanya tidak percaya atas perlakuan anaknya yang
memilih Luna.
"Jadi… Kamu lebih memilih perempuan kotor ini daripada
ibu…?" tanya Kaoru sedih.
"Luna bukan perempuan kotor ibu. Luna adalah pilihanku
untuk menjadi pendamping hidupku," tukas Natsume terus memeluk Luna yang
sudah menangis.
Kaoru mundur selangkah dan sekali lagi menggelengkan
kepalanya. Kaoru hampir mau pingsan tetapi ditahan oleh Ruka yang telah berada
di sampingnya.
"Natsume!" Ruka berteriak. Natsume menghela napas
menatap ibunya. Memohon.
"Ibu.. Aku mohon tolong kabulkan keputusanku ini. Aku
ingin bertunangan dengan Luna bukan dengan Mikan. Aku ingin menjadikan Luna
sebagai pendamping hidupku selamanya." Natsume memohon sambil berlutut.
Kaoru yang melihat sekali lagi pada pandangan yang
dilihatnya. Baru pertama kali Natsume berlutut dan memohon hanya untuk sang
perempuan yang telah menghancurkan hidupnya dan keluarganya. Kaoru pun menghela
napas dan menutup mata.
"Baiklah…" Ruka dan Natsume terkejut pada satu
kata ibunya. Kaoru perlahan membuka matanya, "jika kamu ingin melihat ayah
dan ibumu mati, Natsume." Kaoru beranjak dari tempatnya berdiri lalu pergi
meninggalkan ruangan Natsume.
Natsume terdiam dan terus berlutut. Menundukkan wajahnya
dengan sakit, hancur dan marah. Ruka melihat Natsume terus menggeleng-gelengkan
kepalanya sekali lagi.
"Aku juga sama, Natsume." Natsume menatap Ruka
yang masih berdiri di hadapannya. "Aku tidak mau kamu menyesali
keputusanmu ini. Karena aku tidak ingin mendukungmu. Pilihanku tetaplah
Mikan." Ruka pun juga meninggalkan Natsume dan Luna. Meninggalkan ruang
kerja Natsume.
Natsume tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi. Natsume jatuh
terduduk di lantai berkarpet ruang kerjanya. Dia tertawa miris menundukkan
kepalanya. Dia tahu satu persatu teman-temannya sudah tidak mau mendukungnya
lagi. Satu persatu teman-teman telah menghilang. Sudah tidak ada lagi yang mau
mendukungnya.
Luna menghampiri Natsume dan memeluk erat-erat. Membenamkan
kepalanya di bahu Natsume. Natsume juga membalas pelukannya.
"Tenang saja, Natsume. Ada aku di sini. Aku akan terus
mendukung hubungan kita," ucap Luna.
Natsume melonggarkan pelukannya menatap Luna. Natsume
memegang dagu Luna, mempererat pelukannya dan lalu menciumnya. Luna membalas
ciumannya.
Setelah selesai berciuman untuk mendapatkan oksigen, mereka
kembali berpelukkan. Natsume terus membenamkan wajahnya di kepala Luna dan
menciumnya, sedangkan Luna tersenyum licik.
'Akhirnya rencanaku berhasil,' pikir Luna dalam hati terus
mempererat pelukannya.
...
Di Taman Keluarga Hyuuga
Taman milik keluarga Hyuuga yang sangat indah dan penuh
bunga Mawar merah juga pohon-pohon Sakura. Ada sebuah gazebo di mana Aoi yang
terus menangis yang tidak berhenti-berhenti, Youichi mengusap-usap punggung Aoi
dan Hotaru yang hanya mengutak-atik pistolnya.
"Kenapa? Kenapa kakak jadi seperti itu,
Kami-sama?" Aoi yang terus berdoa sambil menangis pada kelakuan kakaknya
tadi.
"Sudahlah, Aoi." Youichi terus mengusap-usap
punggung Aoi. Youichi juga sedih pada kejadian tadi. Natsume lebih memilih Luna
Koizumi daripada keluarga dan sahabat-sahabatnya.
"Sejak… *hik* kakak bertemu perempuan itu… kakak
berubah 180 derajat.. *hik* kakak tidak pernah lagi pulang ataupun makan malam…
*hik*kakak lebih memilh perempuan itu daripada keluarganya…" Aoi memeluk
Youichi menangis terisak-isak. Youichi membalas pelukannya sambil mengusap-usap
punggung Aoi lagi.
"Sudahlah… Aoi.. Sudah.."
"Tapi…"
"Aku yakin Natsume pasti akan menyadari
kesalahannya," kata Youichi.
"Seandainya… Seandainya Mikan-chan ada di sini
*hiks*.." isak Aoi lagi.
"Iya.. Seandainya Mikan ada di sini," kata Youichi
yang tidak melepaskan pelukannya.
Hotaru menghentikkan kegiatannya beranjak dari kursinya
keluar menatap langit biru nan luas. Hotaru menutup matanya, 'Seandainya kamu
ada di sini, Mikan,' pikir Hotaru dalam hati.
...
Di Desa Ailecea
"Mikan."
Mikan menghentikan kegiatan bermain-main dengan anak-anak
Play Group Ailecea. Memandang ke langit biru yang luas dan penuh dengan
awan-awan putih bertebaran di langit biru tersebut.
"Ada apa Mikan-cencei?" tanya Shuuichi memegang
celana putih Mikan.
Mikan membalikkan tatapannya dari langit biru ke arah anak
umur 3 tahun. Mikan tersenyum dan menepuk kepala kecilnya membelai berambut
pirang kekuningan.
"Tidak apa-apa, Shuu-chan," kata Mikan. Lalu Mikan
memandang kembali langit biru. "Sepertinya ada yang memanggil
namaku."
Shuuichi menatap guru kesayangannya sambil memiringkan
kepalanya ingin tahu. Melihat ini, Mikan memegang tangan kecil itu dari
celananya menuju kembali ke kegiatannya.
"Ayo, Shuu-chan, kita kembali ke tempat teman-teman
yang lain," kata Mikan tersenyum.
"Ng." Shuuichi mengangguk kepalanya setuju dan
tersenyum. Mereka berdua menuju ke tempat anak-anak yang sedang bermain.
...
Kembali ke Taman Keluarga Hyuuga
Ruka muncul di kediaman keluarga Hyuuga dengan mobil BMW
warna putih. Ruka keluar dari mobil dan menuju ke taman keluarga Hyuuga. Dia
melihat Aoi, Youichi dan Hotaru tunangannya sedang duduk di gazebo milik
keluarga Hyuuga.
Aoi dan Youichi melihat Ruka datang berdiri dari kursinya
lalu menuju ke arah Ruka. Hotaru juga sama.
"Bagaimana kak Ruka? Bagaimana tanggapan kakak?"
tanya Aoi berharap.
"Bagaimana?" tanya Youichi.
Hotaru yang tidak bilang apa-apa terus menatap Ruka ingin
tahu. Biarpun dia ingin tahu, Natsume pasti tidak akan merubahkan keputusannya
bertunangan dengan Luna Koizumi.
Ruka menggelengkan kepalanya. Aoi, Youichi dan Hotaru tahu
Natsume masih keras kepala. Biarpun ibunya Kaoru Hyuuga menasehatinya tetap
saja Natsume keras kepala. Aoi kembali terduduk di kursinya menangis. Youichi
membanting tangannya di atas meja.
"SIALAN!"
Hotaru yang tanpa ekspresi, menghela napas. 'Sudah kuduga,'
bisiknya dalam hati.
Aoi jatuh berlutut dan mengangkat kedua tangannya berdoa
menutup matanya sambil menangis, "ohh… Kami-sama, tolong bantulah kami
untuk menyadarkan kakakku, Natsume. Tolong bantu kami untuk menyadarkannya.
Kami tidak kuat lagi."
Youichi melihat sepupunya juga ikut berlutut di samping Aoi
dengan mengangkat kedua tangannya, "Bantulah kami, Kami-sama. Kumohon
datangkan seseorang untuk menyadarkan sepupuku, Natsume apa arti cinta sejati
yang sebenarnya."
Hal ini membuat Ruka yang berdiri memohon mengangkat kedua
tangannya, "tolong Kami-sama. Tolong kirimkan sang malaikat untuk
menyadarkan Natsume. Dan singkirkan kegelapan dari hatinya. Kembalikan Natsume
pada kami," kata Ruka sedih sambil menutup matanya.
Hotaru melihat tunangannya dan sepupu-sepupunya hanya
menatap langit, 'Kami-sama, datangkanlah sang malaikat untuk sang kegelapan.
Sinarilah sang kegelapan dari bisikkan setan. Aku mohon kepadamu."
Mereka berempat memohon agar Natsume menyadari kesalahannya.
Mereka terus memohon agar setan bernama Luna Koizumi tidak membisikkan sesuatu
lagi pada Natsume.
...
Di Perusahaan Andou – Shadow's Corporation
~ Cafetaria
Ada sosok tiga orang duduk di meja makan segi empat. Mereka
adalah Kazuya, Ren dan Tsubasa. Mereka memperbincangkan tentang perusahaan
Yukihira dan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain.
Mereka juga
membicarakan tentang kepindahan mereka kembali ke tanah mereka dilahirkan.
"Sepertinya kita harus mengganti rencana tiga hari
kepindahan kita menjadi besok atau lusa. Bagaimana Kazuya?" tanya Ren pada
adik yang berada di sampingnya. Rambut pirang kecokelatan mengangkat bahu.
"Terserah."
"Jadi keputusannya lusa. Lusa kami akan kembali ke kota
Tokiyo." Kata Ren tersenyum. Tsubasa bersorak gembira.
"Itu bagus. Lebih cepat lebih baik,"
Pemuda berambut pirang kecokelatan memotong pembicaraan,
"Shiki-san, apakah dia sudah menyetujuinya?" tanya Kazuya.
Ren dan Tsubasa tersenyum senang memandang satu sama lain
lalu menoleh kembali ke Kazuya dan mengangguk kepalanya. Kazuya yang mengangkat
satu alisnya tahu apa maksud mereka. Mereka berdua sudah minta izin pada Shiki
itu artinya izin dari tetua-tetua keluarga Sakura.
"Tapi soal..." Sebelum Kazuya berbicara, Ren
mengangkat tangannya melambaikan tangannya untuk berhenti sambil tersenyum.
"Sudah.. Perusahaan itu akan berubah dari Tangerine's
Corporation menjadi Sakura's Corporation. Aku sudah mendapat izin dari mereka
kok. Paman Kazumi juga setuju. Aku yakin ayah tidak akan marah begitu pula
ibu. Kita harus menyembunyikan identitas Mikan saja. Tapi, untuk memimpinnya
Sakura's Corporation, kita bisa memintanya pada Tonouchi dan Misaki,"
jelas Ren.
Kazuya menghela napas.
Tsubasa menyeringai senang sekaligus gembira setengah mati.
Sebentar lagi rencana itu akan dimulai.
Dan sebentar lagi permohonan Aoi, Youichi, Ruka, dan Hotaru
akan dikabulkan oleh Kami-sama. Semuanya akan berubah sebentar lagi.
~ TBC ~