Selasa, 12 Maret 2013

Steven Curtis Chapman - Remembering You lyrics

 Translate

English

I found You in the most unlikely way
But really it was You who found me
And I found myself in the gifts that You gave
You gave me so much and I

I wish You could stay
but I'll, I'll wait for the day

Chorus
And I watch as the cold winter melts into spring
And I'll be remembering You
Oh and I'll smell the flowers and hear the birds sing
and I'll be remembering You, I'll be remembering You

From the first moment when I heard Your name
Something in my heart came alive
You showed me love and no words could explain
A love with the power to
Open the door
To a world I was made for

Chorus
And I watch as the cold winter melts into spring
And I'll be remembering You
Oh and I'll smell the flowers and hear the birds sing
and I'll be remembering You, I'll be remembering You

The dark night, the hard fight
The long climb up the hill knowing the cost
The brave death, the last breathe
The silence whispering all hope was lost
The thunder, the wonder
A power that brings the dead back to life

I wish You could stay
But I'll wait for the day
And though You've gone away
You come back and

Chorus
And I watch as the cold winter melts into spring
And I'll be remembering You
Oh and I'll smell the flowers and hear the birds sing
and I'll be remembering You, I'll be remembering You

And I'll watch as the sun fills a sky that was dark
And I'll be remembering You
And I'll think of the way that You fill up my heart
And I'll be remembering You

I'll be remembering You
I'll be remembering You
I'll be remembering You

I'll be remembering You


Indonesian


Aku menemukanmu dalam cara yang paling mungkin
Tapi kamu benar-benar yang menemukanku
Dan aku menemukan diriku di hadiah yang kamu berikan
Kamu memberiku begitu banyak yang aku kira


Aku berharap kamu bisa tinggal
tapi aku tahu, aku akan menunggu hari itu

(Chorus)
Dan aku menyaksikan musim dingin ke musim semi yang sudah mencair
Dan aku akan mengingatmu
Oh... dan aku akan mencium bau bunga dan mendengar burung-burung bernyanyi
dan aku akan mengingatmu, aku akan mengingatmu

Dari saat pertama ketika aku mendengar namamu
Sesuatu dalam hatiku telah datang hidup
Kamu
menunjukkan cinta dan tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan
Sebuah cinta dengan kekuatan untuk
Membuka pintu
Untuk dunia yang aku buat sekarang


  
(Chorus)
Dan aku menyaksikan musim dingin ke musim semi mencair
Dan aku akan mengingatmu
Oh dan aku akan mencium bau bunga dan mendengar burung-burung bernyanyi
Aku akan mengingatmu, aku akan mengingatmu

Malam gelap, perjuangan keras
Pendakian panjang atas bukit mengetahui biaya
Kematian berani, lalu bernapas
Keheningan berbisik semua harapan hilang
Gemuruh, heran dari
Sebuah kekuatan yang membawa mati hidup kembali

Aku berharap kamu bisa tinggal
Tapi aku akan menunggu hari
Dan meskipun kamu sudah pergi
Kamu datang kembali dan

(Chorus)
Dan aku menyaksikan musim dingin ke musim semi mencair
Dan aku akan mengingatmu
Oh dan aku akan mencium bau bunga dan mendengar burung-burung bernyanyi
aku akan mengingatmu,
aku akan mengingatmu

Dan aku akan menyaksikan matahari mengisi langit yang gelap
Dan aku akan mengingat Anda
Dan saya akan memikirkan cara yang kamu pernah mengisi hatiku
Dan aku akan mengingatmu

Aku akan mengingatmu
Aku akan mengingatmu
Aku akan mengingatmu

Aku akan mengingatmu

Switchfoot - This Is Home Lyrics

"This Is Home"


English
I've got my memories
Always inside of me
But I can't go back
Back to how it was
I believe you now
I've come too far
No I can't go back
Back to how it was

Created for a place I've never known

[Chorus]
This is home
Now I'm finally where I belong
Where I Belong
Yeah, this is home
I've been searching for a place of my own
Now I've found it
Maybe this is home
This is home

Belief over misery
I've seen the enemy
And I won't go back
Back to how it was
And I got my heart set on what happens next
I got my eyes wide it's not over yet
We are miracles and we're not alone

[Chorus]

And now after all my searching
After all my questions
I'm gonna call it home
I've got a brand new mindset
I can finally see the sunset
I'm gonna call it home

[Chorus]

Now I know
Yeah, this is home
I've come too far
And I won't go back
Yeah, this is home 
 
Indonesian

Aku punya kenangan-kenanganku
Selalu dalam diriku
Tapi aku tidak bisa kembali
Kembali ke masa-masa itu
Aku percaya padamu sekarang
Aku datang terlalu jauh
Tidak, aku tidak bisa kembali
Kembali ke masa-masa itu

Dibuat untuk tempatku yang tidak pernah tahu

[Chorus]
Ini adalah rumah
Sekarang aku akhirnya tahu di mana aku berasal
Dimana aku memilikinya
Ya, ini adalah rumah
Aku telah mencari tempat sendiri
Sekarang aku telah menemukannya
Mungkin ini adalah rumah
Ini adalah rumah

Keyakinan atas penderitaan
Aku telah melihat musuh
Dan aku tidak akan kembali
Kembali ke masa-masa itu
Dan aku masih punya hatiku pada apa yang terjadi selanjutnya
Aku membuka mata lebar-lebar dan  itu belum berakhir
Kami adalah mukjizat dan kita tidak sendirian

[Chorus]

Dan sekarang setelah semua pencarianku
Setelah semua pertanyaanku
Aku akan menyebutnya rumah
Aku punya pola pikir baru
Aku akhirnya bisa melihat matahari terbenam
Aku akan menyebutnya rumah

[Chorus]

Sekarang aku tahu
Ya, ini adalah rumah
Aku datang terlalu jauh
Dan aku tidak akan kembali
Ya, ini adalah rumah

Beauty of Destiny Chapter 3

Disclaimer: Naruto belong to Kishimoto Masashi

Chapter 3: Forgetly!

Pagi telah menjelang, seluruh siswa-siswa SMP Konoha berbondong-bondong masuk ke dalam ruangan mereka masing-masing. Saat pintu gerbang belum sepenuhnya tertutup, anak perempuan  berambut pendek berjalan lunglai. Asyik mengkhayal tadi malam, mengingat sang pemuda belum juga kunjung muncul.

Anak perempuan itu berlari dan akhirnya melewati gerbang. Setelah berlari cukup jauh dari gerbang, perempuan bernama Hinata menabrak pemuda berambut kuning keemasan. Hinata mengangkat kepala dan terkejut. Kedua-duanya sama-sama terkejut dan terpaku.

Hinata akhirnya angkat bicara sambil menunduk, "ke-kenapa kamu tidak datang tadi malam?"

Anak laki-laki bernama Naruto itu terpaku karena Hinata menanyakan tentang itu. Anak laki-laki tersebut berpura-pura menggaruk kepala yang tidak gatal dan mengatakan, "aku lupa. Maaf, ya. Hehe..." sambil cengengesan.

Lupa! Dia bilang lupa?!

Setetes bening jatuh di pelupuk mata Hinata. Hinata tidak kuasa menahan tangisnya. Dia berlari menjauh dari Naruto dan tidak balik badan lagi. Sudah cukup Hinata menahan emosinya. Dia pun menangis di toilet perempuan dan tidak masuk jam pelajaran pertama.

~ TBC ~

Catatan tentang fic A Thousand Year

Fic A Thousand Year lagi berada dalam ambang edit. Sebenarnya fic ini tidak boleh di publish tapi karena sekarang sering telat update, fic ATY ini akan update sebulan tiga kali :) Dimohon dukungannya, ya! ^^

Dark Sunny February

Ceui - Amorossia Lyrics

Translate

Indonesian Lyrics

Dari luar langit
Tetes pelangi sesaat

Ketika kamu menangkap dengan tanganmu
Angin bergulir mulai bergerak

Pada akhir cabang yang membentang keluar
Awan yang tercermin dalam genangan air
Aku membuang tiara rusak
Aku ingin melihatmu sekarang

Amorossia bergema lagu-lagu cinta
Langit dan bumi memimpinku ke dunia
Nasib kebebasanku  yang sedang dilupakan adalah kebangkitan
Ini keberadaan yang hidup kembali untuk mengetahui cinta
Seperti itu meluap, ia terbang menuju gerbang cahaya

"Tidak peduli kapan,
Aku akan berada di sisimu seperti sekarang "

Di hutan damaimu
Aku bisa mendengar suara lembut

Dalam tubuhku yang menjadi berongga
Aku bisa merasakan alam semesta
Ketika kamu menghirup kabut bersih
Sebuah pemandangan yang menyebar telah hidup

Amorossia tarian dengan lagu-lagu cinta
Mari kita melepaskan hati yang menutup.
Para orang-orang dari tanah menyanyikan mimpi tak terbatas
Dalam rangka untuk mempercayakan cintaku aku diberi jiwa yang murni di hati
Sebuah pergi melintasi tiang hijau

"Jangan pernah lupa
Dari jauh hari tua yang jauh
kamu dan dunia adalah satu
Sama seperti memelukmu "

Amorossia bergema lagu-lagu cinta
Yang abadi panjang cinta

Amorossia bergema lagu-lagu cinta
Langit dan bumi memimpinku ke dunia
Nasib kebebasanku bahwa saya mulai melupakan adalah kebangkitan
Ini keberadaan yang hidup kembali untuk mengetahui cinta
Seperti itu meluap, ia terbang menuju gerbang cahaya

English Lyrics

From beyond the sky
The drops of the rainbow went astray

When you catch it with in your hand
The revolving winds start to move

At the end of the branches that stretch out
The clouds that are reflected in the puddles
I throw away the damaged tiara
I want to see you now

Amorossia resounds the songs of love
The skies and the earth are leading me to the world
The plight of my freedom that were being forgetten are awakening
This existence that came to life to know of love
As it's overflowing, it flies towards the gate of light

"No matter when,
I'll be at your side like I am now"

In your peaceful forest
I can hear a soft voice

In my body that was becoming hollow
I can feel the universe
When you inhale the clean mist
A vivid scenery spreads

Amorossia dances to the songs of love
Let's untangle the hearts that were closing.
The pulsations of the ground sing of an infinite dream
In order to entrust my love I was given a pure soul in the heart
A go across a green pole

"Don't ever ever forget
From the distant distant old days
You and the world were one
As it embraced you"

Amorossia resounds the songs of love
The eternal long of love

Amorossia resound the songs of love
The skies and the earth are leading me to the world
The plight of my freedom that I was starting to forget are awakening
This existence that came to life to know of love
As it's overflowing, it flies towards the gate of light

Romaji Lyrics


Sora no kanata kara
Mayoikonda nijinoshizuku

Te ni uketometara
Mawaru kaze hashiridasu

Nobite yuku eda no saki
Mizutamari ni utsuru shiroi kumo
Kizutsuita tiara wa suteru wa
Ima anata ni aitai

Ai no uta (Amorossia) hibike
Sora to daichi ga izanau sekai he
Wasurekaketeta jiyuu no hane mezameyo
Ai wo shiru tame umare ochita kono tattoki seimei
Afureru mama ni hikari no tobira he habatake

“Don'na toki datte
Kōshite itsumo sobaniiruyo”

Shizukana anata no mori de
Yasashii koe kikoeteru

Karappo ni natte ita karada no naka
Kanjiru uchuu
Kiyorakana kiri wo suikondara
Azayakana keshiki hirogaru

Ai no uta (Amorossia) odore
Tozashi teta kokoro tokihanatou
Tsuchi no kodou ga mugen no yume utau yo
Ai wo takusu tame mune ni sazukatta kiyoki tamashii
Motomeru mama ni
Midori no hashira wo kugutte

“Zuttozutto wasurenaide
Haruka haruka mukashikara
Kimi to sekai wa hitotsudatta
Kimi o dakishime teta”

Ai no uta (Amorossia) hibike
Eikyuu no ai no uta

Ai no uta (Amorossia) hibike
Sora to daichi ga izanau sekai he
Wasurekaketeta jiyuu no hane mezameyo
Ai wo shiru tame umare ochita kono tattoki seimei
Afureru mama ni hikari no tobira he habatake

Japanese Lyrics

空の彼方から
迷い込んだ 虹のしずく

手に受け止めたら
廻る風 走り出す

伸びてゆく枝の先
水たまりに映る白い雲
傷ついたティアラは捨てるわ
今あなたに会いたい

愛の歌(Amorossia)響け
空と大地が誘う世界へ
忘れかけてた自由の羽目覚めよ
愛を知るため生まれ堕ちたこの貴き生命
溢れるままに 光の扉へ羽ばたけ

“どんな時だって
こうしていつもそばにいるよ”

静かなあなたの森で
優しい声 きこえてる

空っぽになっていた身体の中
感じる宇宙
清らかな霧を吸い込んだら
鮮やかな景色広がる



愛の歌(Amorossia)踊れ
閉ざしてた心解き放とう
土の鼓動が無限の夢歌うよ
愛を託すため胸に授かった浄き魂
求めるままに
緑の柱をくぐって

“ずっとずっと忘れないで
遥か遥か昔から
君と世界はひとつだった
君を抱きしめてた”



愛の歌(Amorossia)響け
永久の愛の歌

愛の歌(Amorossia)響け
空と大地が誘う世界へ
忘れかけてた自由の羽目覚めよ
愛を知るため生まれ堕ちたこの貴き生命
溢れるままに 光の扉へ羽ばたけ

Life of Happiness Chapter 4

Disclaimer: Gakuen Alice belong to Higuchi Tachibana



 Chapter 4: Plan

Masih di Kota Tokiyo

~ Perusahaan Hyuuga – Flame and Gold Corporation

Ada sesosok orang berjalan terburu-buru keluar dari lift menuju ruang kerja wakil CEO. Dia berambut pirang dan bermata biru langit yang namanya adalah Ruka Nogi.

Ruka membuka pintu ruang kerja tersebut dan masuk menutup pintu dengan keras. Ruka menghampiri meja kerja yang telah diduduki oleh sang sahabat berambut hitam dan mata merah. Kursi putar itu berputar menghadapi Ruka.

"Ada apa, Ruka?" tanya sang pemuda berumur 19 tahun.

"Natsume.. Apa itu benar?" tanya Ruka.

"Apa maksudmu, Ruka?" tanya ulang lagi pada sahabatnya mengangkat satu alisnya.

"Soal pertunangan itu.." tukas Ruka.

Pemuda bernama Natsume itu tahu maksud Ruka . Dia beranjak dari kursi putarnya dan duduk di sofa dekat dengan meja kerja. Ruka pun menyusulnya. Ruka menatap Natsume sejenak menghela napas lalu duduk.
"Hotaru dan Yoichi yang bilang padaku. Katanya kamu mau menentang perjodohanmu dengan Mikan. Apa itu benar, Natsume?" tanya Ruka.

Natsume yang tidak menjawab pertanyaan Ruka hanya bersandar dan mengangkat kakinya bertumpu pada lututnya. Ruka yang tidak mendengar jawaban Natsume pasti tahu kalau dia sudah menentang pertunangannya dengan Mikan.

Sejak Mikan dan Paman Izumi menghilang di Rumah Sakit 10 tahun yang lalu. Hal itu berdampak pada semuanya termasuk keluarga Hyuuga dan sahabat-sahabatnya. Semua keluarga seperti keluarga Misaki Harada dan Tonouchi Akira juga ikut menghilang entah kemana. Yang mengetahui kejadian tersebut hanyalah Tsubasa Andou dan Kaname Sono sepupunya. Dan kakak Izumi, Kazumi Yukihira.

Tapi mereka tidak mau memberitahu keberadaan Mikan dan Izumi. Mereka selalu merahasiakannya. Mereka juga mengatakannya, "saat itu akan tiba kalian bertemu dengan mereka. Jadi bersabarlah." Itulah kalimat Kazumi pada keluarga Hyuuga.

Inilah membuat keluarga Hyuuga tidak bisa bersabar dengan pernyataan Kazumi, jadi mereka terus mencari Mikan dan Izumi kurang lebih 10 tahun. Biarpun sampai sekarang.

Sejak Mikan menghilang, Natsume terus menerus meminta pada keluarganya untuk membatalkan rencana pertunangannya dengan Mikan dan berganti menjadi meminta persetujuan untuk bertunangan dengan putri keluarga Koizumi, Luna Koizumi.

Rencana pertunangan itu tidak disetujui oleh keluarga Hyuuga karena keluarga Hyuuga masih menganggap Mikan harus menjadi tunangan Natsume. Itu adalah janjinya pada Yuka Yukihira saat Mikan dan Natsume belum lahir. Tetapi, itu tidak membuat Natsume gentar dan terus melakukan perlawanan kepada keluarganya apa pun yang terjadi. Inilah membuat Natsume dan keluarganya hancur berantakan hanya karena masalah pertunangannya dengan Luna Koizumi.

Hotaru dan Yoichi juga tidak mau Luna Koizumi menjadi tunangan Natsume. Karena gara-gara Luna-lah, Natsume menentang keluarga Hyuuga dan sahabat-sahabatnya. Hubungan mereka pun akhirnya hancur berantakan.

Ruka beranjak dari sofa di mana dia duduk dan menghadapi Natsume. Sebelum Ruka berbicara, pintu terbuka dan menampilkan seorang perempuan cantik berdandan menor berusia 19 tahun. Perempuan berambut merah muda, mata merah muda, dan tahi lalat di samping kiri bawah bibirnya. Namanya adalah Luna Koizumi

"NATSUME! SAYANG!"

Natsume tersenyum kecil lalu berdiri menghampirinya dan memeluknya mesra. Gadis itu berjingkat untuk mendekatkan bibirnya dengan bibir Natsume. Natsume tersenyum kecil lagi tahu apa yang di lakukannya, memegang erat pinggangnya dan mencium mesra. Si gadis itu pun akhirnya membalas ciumannya dengan melingkarkan lehernya dengan kedua tangannya.

Hal ini membuat Ruka menoleh ke samping tidak mau melihat pemandangan yang membuat sakit mata dan juga sakit hati. Ruka memegang jidatnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Sahabatnya lebih memilih perempuan lain daripada Mikan yang masih tidak ditemukan keberadaannya.

"KAKAK! Kakak ada di..." Pintu terbuka dan muncul tiga orang masuk ke dalam ruang kerja wakil CEO. Tiga orang tersebut berhenti melangkah karena melihat apa yang ada di hadapannya. Gadis berusia 17 tahun berambut hitam dan mata merah kecokelatan membeku tidak tahu harus berkata apa, sedangkan dua orang hanya melihat dengan pandangan jijik biarpun wajah mereka tanpa ekspresi.

"Aoi.. Youichi.. Hotaru.."

Ruka menoleh lalu memandang mereka bertiga. Hal ini membuat gadis berambut hitam panjang sebahu bernama Aoi berteriak.

"Kakak! Apa yang kakak lakukan pada perempuan itu!" teriak Aoi menunjuk ke arah gadis berambut merah muda dengan pandangan yang membuatnya ingin menghancurkan perempuan bernama Luna Koizumi.
Natsume dan gadis itu berhenti berciuman, melonggarkan pelukannya tetapi Natsume masih memegang pinggangnya. Natsume mengangkat satu alisnya dan Luna hanya menyeringai.

"Untuk apa kalian bertiga ke sini?" tanya Natsume.

"Kakak belum menjawab pertanyaan Aoi. Untuk apa perempuan itu ada di sini!" tanya ulang Aoi.

"Bukan urusanmu, Aoi. Luna ini adalah pacarku dan sebentar lagi akan menjadi tunanganku," jelas Natsume.
"Pacar dan tunangan?" Hotaru pun akhirnya angkat bicara memandang Natsume lalu memandang Luna, "sejak kapan dia menjadi pacarmu, Hyuuga?"

Natsume menghela napas dan mengangkat alisnya lagi.

"Sejak dia masuk ke dalam hatiku." Luna tersenyum pada kata-kata Natsume. Luna lalu memeluknya mesra.
Hotaru berwajah yang tidak dimengerti hanya menggelengkan kepalanya. Aoi dan Youichi melangkah maju menghadapi Natsume dan Luna. Aoi angkat bicara.

"Kakak.. Kakak tidak lupa pada janji kita untuk menemukan Mikan-chan 10 tahun yang lalu sejak Mikan-chan hilang. Kakak juga tidak lupa janji semasa kecil untuk bersama-sama melindungi Mikan-chan?" Aoi memegang pergelangan Natsume dengan mata berkaca-kaca.

"Aku... Aku sudah melupakannya, Aoi. Sejak lima tahun yang lalu," jelas Natsume melepaskan genggaman Aoi. Aoi yang tangannya dilepas lalu menangis terisak-isak.

Youichi melangkah ke depan lalu memukul wajah Natsume dengan pukulan yang sangat keras. Natsume jatuh ke lantai berkarpet. Luna menghampiri Natsume memegang wajahnya yang terluka dengan darah yang keluar dari mulutnya.

"Apa yang kamu lakukan, Youichi!" tanya Natsume geram mengangkat kepalanya menatap Youichi.
Youichi maju selangkah memegang kerah kemeja Natsume, "Jadi, kamu lupa dengan janji itu! Janji kita bersama, hah!" geram Youichi ingin menghajar Natsume sekali lagi tetapi di hentikkan oleh Ruka.

"HENTIKAN YOUICHI!" Ruka melangkah ke hadapan Youichi dan Natsume untuk menghalau pertikaian tersebut. Ruka mendorong Youichi jauh dari Natsume. Natsume membersihkan debu di kemejanya dibantu oleh Luna. Luna melihat ini pun menjadi marah pada Youichi.

"Hei, apa yang kamu lakukan pada sayangku!" tanya Luna marah tapi kedengaran centil.

"DIAM KAMU, PEREMPUAN SIALAN!" teriak marah Youichi.

Luna terkejut dan bersembunyi di balik belakang Natsume. Melihat ini, Natsume melangkah maju untuk menghajar Youichi tapi dihentikan oleh Aoi.

"Hentikan kakak! Kenapa..? Kenapa kakak berubah menjadi seperti ini? Kakak berubah drastis... selalu bertengkar sama ayah dan ibu... Kakak tidak pernah bersikap seperti ini.. Kenapa kakak?" Aoi yang telah menangis melihat kakaknya marah hanya seorang perempuan bernama Luna Koizumi.

Natsume memandang Aoi yang telah menitikkan air matanya tidak tega melihat adik kesayangannya menjadi menangis. Natsume juga tidak bisa berkata-kata lagi melihat sahabat dan sepupu-sepupunya menjadi wajah kecewa. Natsume ingin memeluk Aoi tetapi dihentikkan oleh Luna yang berdiri di belakangnya yang menarik kemejanya. Natsume berubah kembali dari tampang kasihan melihat adiknya menjadi marah. Dan berteriak marah.

"Itu bukan urusanmu! Ini keputusanku untuk menjadikan Luna tunanganku. Jadi.. Jangan ganggu keputusanku ini. Urus urusan kalian sendiri!"

Aoi terkejut mendengar kata-kata Natsume berlari keluar dari ruang di mana Natsume berada dengan penuh linangan air mata.

"AOI!" teriak Youichi pada sepupunya yang sudah keluar dari ruang kerjanya Natsume. Youichi pun mengejar sepupu kesayangannya itu.

"Natsume! Ini sudah keberapa kalinya kamu membentak Aoi!" Ruka menghadap Natsume dengan wajah marah. Natsume pun tidak mempedulikannya. "NATSUME!" teriak Ruka lagi.

BAKA! BAKA! BAKA!

Ketiga tembakan keras menghantam punggung Natsume. Natsume terlempar ke arah sofa yang tidak jauh dari tempatnya duduk. Luna terkejut lalu menuju ke tempat Natsume tetapi Hotaru menghentikannya dengan pistol baka-nya.

BAKA! BAKA! BAKA!

Ketiga tembakan keras dari Hotaru telah membuat Luna terhempas ke dinding beton ruang kerja Natsume. Luna meringis kesakitan karena punggungnya terkena dinding. Natsume sekali lagi melihat Luna yang terlempar dan terluka menoleh ke arah Hotaru dengan wajah ingin menerkam.

"Apa yang kamu lakukan, Imai!" teriak Natsume yang ingin menghajar perempuan berambut hitam bermata ungu. Tetapi...

BAKA! BAKA! BAKA! BAKA! BAKA!

Tembakan lagi menghantam Natsume tapi tembakan lima kali. Natsume terlempar ke dinding beton di samping Luna. Natsume meringis kesakitan tapi dihalaunya dengan wajah yang tidak merasa kesakitan. Natsume ingin bicara lagi tapi Hotaru menghentikannya dengan mengarahkan pistol itu ke Natsume yang sudah diperbarui.

"Itu adalah tembakan untuk Aoi yang kamu sakiti dan juga Mikan, Youichi, Paman Ioran dan Bibi Kaoru." Hotaru mengarahkan lagi ke arah Luna, "dan kamu perempuan tidak tahu diri. Jika kamu berani-berani membuat persahabatan kami hancur. Kamu akan mendapatkan tembakan dari pistol terbaruku ini dan akan kubuat kamu tidak akan melihat dunia ini lagi," ancam Hotaru pada Luna.

Luna yang ketakutan hanya meringkuk ke lengan Natsume. Hotaru pergi meninggalkan mereka berdua yang masih terduduk di lantai berkarpet tapi sebelum pergi, Hotaru berhenti dan membalikkan badannya.

"Aku tidak akan pernah menyetujui pertunanganmu dengan si perempuan sakit jiwa itu. Tidak akan pernah!" Hotaru pun akhirnya melangkah pergi dan membanting pintu dengan keras.

Ruka menghela napas pada Hotaru yang sudah berlalu pergi dan menoleh ke arah Natsume yang sudah berdiri dibantu oleh Luna. Natsume juga merangkul Luna agar duduk dengan nyaman di sofá. Natsume memeriksa Luna.

"Ada yang sakit?" tanya Natsume khawatir.

Luna menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum pada perlakuan Natsume, "tidak ada kok sayang. Tapi kamu juga tidak apa-apa, 'kan?" tanya Luna memegang pipi Natsume. Natsume memegang tangan Luna di pipinya dan mencium tangannya dengan lembut.

Ruka yang melihat itu tidak bisa berbuat apa-apa. Pemandangan yang dilihatnya sudah pengalaman yang biasa baginya karena mereka melakukannya setiap hari. Ayah dan Ibu Natsume juga melihat adegan tersebut serasa dunia hanya milik mereka berdua.

Ruka menepuk bahu Natsume menghentikan pandangan yang menurutnya menjijikkan itu. Tentu saja pemandangan itu sangat menjijikkan tetapi berbeda halnya dengan Mikan. Karena dengan Mikan-lah, mereka tidak akan mengaku jijik.

"Natsume… Tolong pikirkan baik-baik. Janganlah kamu menentang keputusan Paman Ioran dan Bibi Kaoru untuk menjodohkan kamu dengan Mikan. Jangan buat mereka bersedih lagi Natsume. Mereka sudah kehilangan Bibi Yuka. Mereka tidak mau kehilangan kamu dan Mikan lagi."

Natsume yang menoleh ke arah Ruka melepaskan genggaman tangan Luna dan berdiri. Natsume melihat wajah sedih Ruka yang sama seperti wajah sedih milik Aoi, dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mereka bersikeras tidak mau Luna menjadi pendamping hidupnya. Pendamping hidupnya harus Mikan. Natsume tidak tahan lagi.

"Ruka! Sampai kapan kamu ingin mencampuri urusanku! Kamu bukanlah ayahku dan juga bukan orang yang seenaknya mengatur hidupku!" geram Natsume.

Ruka terkejut.

Pintu dibanting terbuka. Hal ini membuat Ruka, Natsume dan Luna terkejut pada apa yang dilihatnya. Sosok wanita berumur 37 tahun. Berambut hitam dan punya mata merah milik Natsume.

"Ibu…" Natsume terkejut melihat sang ibu berdiri di belakang pintu.

"Bibi Kaoru…" kata Ruka melihat kemunculan tiba-tiba ibu Natsume itu.

Kaoru Hyuuga adalah ibu Natsume dan Aoi sekaligus istri Komisari Korporasi Hyuuga. Kaoru maju menuju Natsume lalu…

PLAKK

Ruka dan Luna terkejut melihat Kaoru Hyuuga menampar anaknya sendiri, Natsume Hyuuga. Natsume sama terkejutnya dengan mereka berdua, memegang pipi yang di tampar sang ibu telah membuat darah kembali keluar dari bibir Natsume.

"Itu adalah tamparan pertama untukmu, Natsume Hyuuga!" geram sang ibu Natsume.

"Apa yang ibu lakukan?" tanya Natsume membalas perkataan Kaoru.

Kaoru yang tidak menghiraukan pertanyaan Natsume itu lalu menoleh menghadap Luna. Luna berdiri tapi tiba-tiba…

PLAKK

Tamparan keras membuat Luna kembali terduduk di sofa. Kaoru menyeringai keji dan menampar kembali Luna. Natsume terkejut dan menghentikkan ibunya. Ruka yang juga menghentikan aksi ibu Natsume itu.
"Sejak kamu datang ke kehidupan kami, kamu telah menghancurkannya! Menghancurkan keluargaku, anak-anakku dan persahabatan anakku! Kamu pantas mati!" teriak Kaoru sampai terdengar di luar. Natsume dan Ruka terus menghentikan aksi Kaoru.

"IBU! LEPASKAN LUNA!" teriak Natsume pada ibunya.

Kaoru pun akhirnya menghentikan aksi menampar Luna. Natsume menghampiri Luna dan memeluknya. Kaoru menatap Natsume dan Luna yang saling berpelukkan menggelengkan kepalanya tidak percaya atas perlakuan anaknya yang memilih Luna.

"Jadi… Kamu lebih memilih perempuan kotor ini daripada ibu…?" tanya Kaoru sedih.

"Luna bukan perempuan kotor ibu. Luna adalah pilihanku untuk menjadi pendamping hidupku," tukas Natsume terus memeluk Luna yang sudah menangis.

Kaoru mundur selangkah dan sekali lagi menggelengkan kepalanya. Kaoru hampir mau pingsan tetapi ditahan oleh Ruka yang telah berada di sampingnya.

"Natsume!" Ruka berteriak. Natsume menghela napas menatap ibunya. Memohon.

"Ibu.. Aku mohon tolong kabulkan keputusanku ini. Aku ingin bertunangan dengan Luna bukan dengan Mikan. Aku ingin menjadikan Luna sebagai pendamping hidupku selamanya." Natsume memohon sambil berlutut.

Kaoru yang melihat sekali lagi pada pandangan yang dilihatnya. Baru pertama kali Natsume berlutut dan memohon hanya untuk sang perempuan yang telah menghancurkan hidupnya dan keluarganya. Kaoru pun menghela napas dan menutup mata.

"Baiklah…" Ruka dan Natsume terkejut pada satu kata ibunya. Kaoru perlahan membuka matanya, "jika kamu ingin melihat ayah dan ibumu mati, Natsume." Kaoru beranjak dari tempatnya berdiri lalu pergi meninggalkan ruangan Natsume.

Natsume terdiam dan terus berlutut. Menundukkan wajahnya dengan sakit, hancur dan marah. Ruka melihat Natsume terus menggeleng-gelengkan kepalanya sekali lagi.

"Aku juga sama, Natsume." Natsume menatap Ruka yang masih berdiri di hadapannya. "Aku tidak mau kamu menyesali keputusanmu ini. Karena aku tidak ingin mendukungmu. Pilihanku tetaplah Mikan." Ruka pun juga meninggalkan Natsume dan Luna. Meninggalkan ruang kerja Natsume.

Natsume tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi. Natsume jatuh terduduk di lantai berkarpet ruang kerjanya. Dia tertawa miris menundukkan kepalanya. Dia tahu satu persatu teman-temannya sudah tidak mau mendukungnya lagi. Satu persatu teman-teman telah menghilang. Sudah tidak ada lagi yang mau mendukungnya.

Luna menghampiri Natsume dan memeluk erat-erat. Membenamkan kepalanya di bahu Natsume. Natsume juga membalas pelukannya.

"Tenang saja, Natsume. Ada aku di sini. Aku akan terus mendukung hubungan kita," ucap Luna.

Natsume melonggarkan pelukannya menatap Luna. Natsume memegang dagu Luna, mempererat pelukannya dan lalu menciumnya. Luna membalas ciumannya.

Setelah selesai berciuman untuk mendapatkan oksigen, mereka kembali berpelukkan. Natsume terus membenamkan wajahnya di kepala Luna dan menciumnya, sedangkan Luna tersenyum licik.
'Akhirnya rencanaku berhasil,' pikir Luna dalam hati terus mempererat pelukannya.

...

Di Taman Keluarga Hyuuga

Taman milik keluarga Hyuuga yang sangat indah dan penuh bunga Mawar merah juga pohon-pohon Sakura. Ada sebuah gazebo di mana Aoi yang terus menangis yang tidak berhenti-berhenti, Youichi mengusap-usap punggung Aoi dan Hotaru yang hanya mengutak-atik pistolnya.

"Kenapa? Kenapa kakak jadi seperti itu, Kami-sama?" Aoi yang terus berdoa sambil menangis pada kelakuan kakaknya tadi.

"Sudahlah, Aoi." Youichi terus mengusap-usap punggung Aoi. Youichi juga sedih pada kejadian tadi. Natsume lebih memilih Luna Koizumi daripada keluarga dan sahabat-sahabatnya.

"Sejak… *hik* kakak bertemu perempuan itu… kakak berubah 180 derajat.. *hik* kakak tidak pernah lagi pulang ataupun makan malam… *hik*kakak lebih memilh perempuan itu daripada keluarganya…" Aoi memeluk Youichi menangis terisak-isak. Youichi membalas pelukannya sambil mengusap-usap punggung Aoi lagi.

"Sudahlah… Aoi.. Sudah.."

"Tapi…"

"Aku yakin Natsume pasti akan menyadari kesalahannya," kata Youichi.

"Seandainya… Seandainya Mikan-chan ada di sini *hiks*.." isak Aoi lagi.

"Iya.. Seandainya Mikan ada di sini," kata Youichi yang tidak melepaskan pelukannya.

Hotaru menghentikkan kegiatannya beranjak dari kursinya keluar menatap langit biru nan luas. Hotaru menutup matanya, 'Seandainya kamu ada di sini, Mikan,' pikir Hotaru dalam hati.

...

Di Desa Ailecea

"Mikan."

Mikan menghentikan kegiatan bermain-main dengan anak-anak Play Group Ailecea. Memandang ke langit biru yang luas dan penuh dengan awan-awan putih bertebaran di langit biru tersebut.

"Ada apa Mikan-cencei?" tanya Shuuichi memegang celana putih Mikan.

Mikan membalikkan tatapannya dari langit biru ke arah anak umur 3 tahun. Mikan tersenyum dan menepuk kepala kecilnya membelai berambut pirang kekuningan.

"Tidak apa-apa, Shuu-chan," kata Mikan. Lalu Mikan memandang kembali langit biru. "Sepertinya ada yang memanggil namaku."

Shuuichi menatap guru kesayangannya sambil memiringkan kepalanya ingin tahu. Melihat ini, Mikan memegang tangan kecil itu dari celananya menuju kembali ke kegiatannya.

"Ayo, Shuu-chan, kita kembali ke tempat teman-teman yang lain," kata Mikan tersenyum.

"Ng." Shuuichi mengangguk kepalanya setuju dan tersenyum. Mereka berdua menuju ke tempat anak-anak yang sedang bermain.

...

Kembali ke Taman Keluarga Hyuuga

Ruka muncul di kediaman keluarga Hyuuga dengan mobil BMW warna putih. Ruka keluar dari mobil dan menuju ke taman keluarga Hyuuga. Dia melihat Aoi, Youichi dan Hotaru tunangannya sedang duduk di gazebo milik keluarga Hyuuga.

Aoi dan Youichi melihat Ruka datang berdiri dari kursinya lalu menuju ke arah Ruka. Hotaru juga sama.
"Bagaimana kak Ruka? Bagaimana tanggapan kakak?" tanya Aoi berharap.

"Bagaimana?" tanya Youichi.

Hotaru yang tidak bilang apa-apa terus menatap Ruka ingin tahu. Biarpun dia ingin tahu, Natsume pasti tidak akan merubahkan keputusannya bertunangan dengan Luna Koizumi.

Ruka menggelengkan kepalanya. Aoi, Youichi dan Hotaru tahu Natsume masih keras kepala. Biarpun ibunya Kaoru Hyuuga menasehatinya tetap saja Natsume keras kepala. Aoi kembali terduduk di kursinya menangis. Youichi membanting tangannya di atas meja.

"SIALAN!"

Hotaru yang tanpa ekspresi, menghela napas. 'Sudah kuduga,' bisiknya dalam hati.

Aoi jatuh berlutut dan mengangkat kedua tangannya berdoa menutup matanya sambil menangis, "ohh… Kami-sama, tolong bantulah kami untuk menyadarkan kakakku, Natsume. Tolong bantu kami untuk menyadarkannya. Kami tidak kuat lagi."

Youichi melihat sepupunya juga ikut berlutut di samping Aoi dengan mengangkat kedua tangannya, "Bantulah kami, Kami-sama. Kumohon datangkan seseorang untuk menyadarkan sepupuku, Natsume apa arti cinta sejati yang sebenarnya."

Hal ini membuat Ruka yang berdiri memohon mengangkat kedua tangannya, "tolong Kami-sama. Tolong kirimkan sang malaikat untuk menyadarkan Natsume. Dan singkirkan kegelapan dari hatinya. Kembalikan Natsume pada kami," kata Ruka sedih sambil menutup matanya.

Hotaru melihat tunangannya dan sepupu-sepupunya hanya menatap langit, 'Kami-sama, datangkanlah sang malaikat untuk sang kegelapan. Sinarilah sang kegelapan dari bisikkan setan. Aku mohon kepadamu."

Mereka berempat memohon agar Natsume menyadari kesalahannya. Mereka terus memohon agar setan bernama Luna Koizumi tidak membisikkan sesuatu lagi pada Natsume.

...

Di Perusahaan Andou – Shadow's Corporation

~ Cafetaria

Ada sosok tiga orang duduk di meja makan segi empat. Mereka adalah Kazuya, Ren dan Tsubasa. Mereka memperbincangkan tentang perusahaan Yukihira dan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain.
Mereka juga membicarakan tentang kepindahan mereka kembali ke tanah mereka dilahirkan.

"Sepertinya kita harus mengganti rencana tiga hari kepindahan kita menjadi besok atau lusa. Bagaimana Kazuya?" tanya Ren pada adik yang berada di sampingnya. Rambut pirang kecokelatan mengangkat bahu.

"Terserah."

"Jadi keputusannya lusa. Lusa kami akan kembali ke kota Tokiyo." Kata Ren tersenyum. Tsubasa bersorak gembira.

"Itu bagus. Lebih cepat lebih baik,"

Pemuda berambut pirang kecokelatan memotong pembicaraan, "Shiki-san, apakah dia sudah menyetujuinya?" tanya Kazuya.

Ren dan Tsubasa tersenyum senang memandang satu sama lain lalu menoleh kembali ke Kazuya dan mengangguk kepalanya. Kazuya yang mengangkat satu alisnya tahu apa maksud mereka. Mereka berdua sudah minta izin pada Shiki itu artinya izin dari tetua-tetua keluarga Sakura.

"Tapi soal..." Sebelum Kazuya berbicara, Ren mengangkat tangannya melambaikan tangannya untuk berhenti sambil tersenyum.

"Sudah.. Perusahaan itu akan berubah dari Tangerine's Corporation menjadi Sakura's Corporation. Aku sudah mendapat izin dari mereka kok. Paman Kazumi juga setuju. Aku yakin ayah tidak akan marah begitu pula ibu. Kita harus menyembunyikan identitas Mikan saja. Tapi, untuk memimpinnya Sakura's Corporation, kita bisa memintanya pada Tonouchi dan Misaki," jelas Ren.

Kazuya menghela napas.

Tsubasa menyeringai senang sekaligus gembira setengah mati. Sebentar lagi rencana itu akan dimulai.
Dan sebentar lagi permohonan Aoi, Youichi, Ruka, dan Hotaru akan dikabulkan oleh Kami-sama. Semuanya akan berubah sebentar lagi.

~ TBC ~

Sabtu, 09 Maret 2013

Ceui - Asphodelus lyrics

KANJI
囚われた絶望の淵で わたしを抱きしめてください
静寂に埋め尽くされ 一人で凍えてる
torawareta zetsubou no fuchi de watashi wo dakishimete kudasai
seijaku ni ume tsukusare hitori de kogoeteru

崩れ堕ちてゆく楽園の果てで 忘れられた祈りが響いてる
支配する闇の中でも涸れない愛よ 目覚めよ 永久に
kuzure ochiteiku rakuen no hate de wasurerareta inori ga hibiiteru
shihaisuru yami no naka demo karenai ai yo mezame yo towa ni

無限に降る孤独をその指で染めてください
叫ぶこの心が 悲しみを愛せるように
mugen ni furu kodoku wo sono yubi de somete kudasai
sakebu kono kokoro ga kanashimi wo ai senuyou ni

まだ見ぬあの光の景色へ...
mada minu ano hikari no keshiki he...

乱れ咲く花より深く 優しく口づけてください
躊躇いの吐息さえも 命を灯してく
midare saku hana yori fukaku yasashiku kuchidzukete kudasai
tamerai no toiki saemo inochi wo tomoshiteku

滲む幻に 祝宴の鐘を その温もり素肌に伝うまで
迸る嵐の中も止まない 愛よ目覚めよ
nijimu maboroshi ni shukuen no kane wo sono nukumori suhada ni tsutaumade
hotobashiru arashi no naka mo yamanai ai yo mezame yo

抗えぬ願いを その瞳で迎えてください
出逢えた喜びに 震えてる裸の心で
habataenu negai wo sono me de mukaete kudasai
deaeta yorokobi ni furueteru hadaka no kokoro de

求める あの残酷の彼方へ...
motomeru ano zangoku no kanata he...

零れ散る涙が きらきらと風に舞う頃
絆を痛みをください 永遠に消えないように
koborechiru namida ga kirakirato kaze ni mau goro
kizuna wo itami wo kudasai eien ni kienai youni

無限に降る孤独を わたしに預けてください
喚び合えた心が 扉を放ち羽ばたく
mugen ni furu kodoku wo watashi ni azukete kudasai
yobi aeta kokoro ga tobira wo houcchi hane bataku

近づく あの始まりの天空へ...
chikaduku ano hajimari no sora he...

ENGLISH

Please embrace me when we are captured in the depths of despair
Buried under the slience, I trembled all alone

The forgotten prayer collapsed and resounded at the edge of the paradise
The love which will not wither in the dominated darkness is awakening for eternity

Please color your fingers in the infinite loneliness which falls
My heart cried out so that you do not fall in love with the sadness

Let's go to that scenery of light which has not yet been seen...

Please kiss me kindly, as deeply as those wildly blooming flowers
Even your hesitant sighs will still light up my life

Until the bell of the banquet in the blurred illusion comes to follow the warmth of your bare skin
Even in the surging storm, I won't stop; our love is awakening

Please invite the non-resistant wish with your eyes
My naked heart trembled in the happiness of meeting you

I will go and seek for that cruel yonder...

My fallen tears glitter and dance in the wind
Please, so that this bond this pain will not disappear for eternity

Please entrust me with the infinitely falling loneliness
Our hearts which are able to call out flapped the wings released by the door

Let's go towards that starting sky close-by... 

INDONESIAN

 Silakan peluklah saya ketika kita ditangkap di kedalaman keputusasaan
Terkubur di bawah keheningan, aku gemetar sendirian

Doa dapat melupakan keruntuhan dan bergema di tepi surga
Cinta yang tidak akan layu dalam kegelapan mendominasi adalah kebangkitan untuk selamanya

Silakan mewarnai jarimu di kesepian tak terbatas yang jatuh
Hatiku berteriak sehingga kamu tidak jatuh cinta dengan kesedihan

Mari kita pergi dengan pemandangan cahaya yang belum pernah terlihat ...

Silakan menciumku ramah, sedalam bunga-bunga liar mekar
Bahkan mendengar desahan ragumu akan tetap menyala hidup di dalam hidupku.

Sampai bel dari perjamuan dalam ilusi kabur datang untuk mengikuti kehangatan kulit telanjangmu
Bahkan dalam badai bergelombang, aku tidak akan berhenti, cinta kita membangkitkan

Silakan mengundang keinginan non-tahan dengan matamu
Hatiku bergetar telanjang dalam kebahagiaan bertemu dengan Anda

Aku akan pergi dan mencari itu di sana kejam ...

Aku jatuh air mata glitter dan menari di tiupan angin
Tolong, sehingga ikatan ini rasa sakit ini tidak akan hilang untuk selama-lamanya

Silakan mempercayakanku dengan dengan kesepian yang jauh telah jatuh
Hati kita yang mampu memanggil berkibarnya sayap dirilis oleh pintu

Mari kita pergi ke arah langit yang mulai dekat dengan ...

Beauty of Destiny Chapter 2



Disclaimer: Naruto belong to Kishimoto Masashi

Warning: OOC, typo(s), deskripsi minim, AU, menjelang NHFD, short story, story is mine.


Chapter 2: Lately

Dia sudah terlambat. Terlambat menemui sang gadis pujaannya. Dengan sangat hati-hati dia berlari mencari sosok gadis berambut biru panjang tersebut. Setelah sampai di halte bis, pemuda itu berhenti dan mengatur napasnya secara perlahan.

Dia memegang tiang penyangga agar bisa menjaga tubuhnya tidak jatuh. Pemuda berambut kuning keemasan melihat-lihat sekitarnya dan mengawasi kalau semua belum terlambat. Dia melirik ke jam tangan. Waktu menunjukkan dia terlambat satu jam.

“Oh... tidak. Dia pasti pergi karena dia kelelahan menungguku di sini,” Pemuda itu duduk lemas dan merunduk. Dia gagal bertemu gadis bernama Hinata, gagal menyatakan sukanya pada gadis tersebut. “Dia pasti pergi dan meninggalkan aku. Aku benar-benar sungguh bodoh.”

Keterlambatan memang mencegah hal-hal berbau kepentingan. Itulah gejala paling negatif selama hidup seseorang. Tapi, berkat keterlambatan... semua orang mengenal apa arti kesabaran. Kesabaran menunggu lama.

Pemuda berambut kuning keemasan melihat bis datang, bangkit berdiri untuk bersiap-siap. Saat bus datang, dia masuk dan tidak berbalik badan lagi. Dia tidak melihat gadis di sukainya telah keluar dari warung makan. Pemuda itu duduk di kursi belakang samping kanan. Memandangi jalan dan tidak melihat gadis itu lagi.

Bus berjalan dan meninggalkan halte tersebut. Pemuda itu berwajah sedih dan kosong. Mulai sekarang, dia tidak akan terlambat lagi. Tapi, hari ini adalah hari terakhir dia bertemu gadis itu karena dia akan pergi ke luar negeri mengikuti keluarganya di sana.

Kasihan buat si gadis karena tidak tahu apa-apa. 

~ TBC ~