Kamis, 28 Februari 2013

Thousand Year Chapter 1

Thousand The Year

Disclaimer: Naruto belong to Masashi Kishimoto

Warning: OOC, typo(s), deskripsi minim. Story is mine. AR. Rate: T (Teen)

Genre: Romance, Fantasy, Supranatural

.x.O.x.


Di dunia fana di suatu tempat membuatnya lari dari kejaran beberapa orang yang ingin menangkapnya. Beberapa pengawal mengejarnya karena dia berusaha kabur. Sosok yang dikejar itu berambut kuning keemasan dengan kedua bola mata biru langit sama dengan langit nan cerah di negerinya.

“Tuan Muda Naruto, kami mohon berhentilah dari situ!” teriak dari beberapa pengawal yang terus lari mengejarnya tanpa henti.

“Aku tidak akan berhenti sebelum ibu dan ayah mengizinkanku ikut dengan Menma dan Naruko!” sahut pemuda bernama Naruto, merupakan seorang pangeran di dunia fana ini yang sangat jauh dari Bumi.

Sebuah negeri matahari di mana semua para penduduknya sangat damai dan tenang berada di tempat ini. Tempat yang cocok mendapatkan kedamaian tanpa sebuah peperangan yang selalu ada di Bumi.

Para pengawal terus mengejar Naruto, “Kami mohon pada Anda, tuan muda. Tolong berhentilah...” kata seorang pengawal terus berlari sampai waktu napas mereka berhenti.

“Aku tidak akan melakukannya,” ucap Naruto tanpa membalikkan wajahnya menatap para pengawal-pengawal yang mengejarnya.

Untunglah ada sebuah hembusan sedingin es mengintari Naruto, lalu kedua kaki Naruto tidak bisa bergerak dari tempatnya. Dilihatnya seseorang laki-laki tersenyum kepadanya, “Apa yang kamu lakukan, Sai! Lepaskan aku sekarang juga!”

“Kalau aku tidak mau, bagaimana?” Sai si rambut klimis pengguna kekuatan sihir es juga bisa menciptakan lukisan bergerak dengan cairan hitam di atas kertas lukis.

“Kamu benar-benar...” kata-kata Naruto tidak diucapkan karena tubuhnya tiba-tiba melayang. “Karin!!!”
Seorang perempuan berambut merah memakai kacamata, melayangkan tubuh Naruto dengan kekuatan telepatinya. Tentu saja perempuan itu tersenyum dengan hasilnya untuk membuat Naruto diam. “Kenapa kalau aku tidak akan bisa diam?”

“Turunkan aku sekarang, bodoh!” teriak Naruto terus memberontak dengan kedua kakinya di segel oleh Sai memakai esnya.

“Tuan muda, Anda harus pulang kembali ke kerajaan. Apa Anda tidak bisa melupakan kejadian yang Anda alami?” tanya seorang pengawal saking marahnya dengan kelakuan Naruto yang tidak mau di panggil pangeran itu.

“Aku ingin mencari ‘dia’!” teriak Naruto terus memberontak.

“Itu hanya mimpi,” ujar Karin sambil menyilangkan kedua tangannya.

“Itu bukan mimpi!” jelas Naruto geram.

“Sebenarnya mimpi apa yang kamu lihat, Naruto?” tanya seseorang pemuda berambut panjang cokelat yang muncul tiba-tiba.

“Neji?” Naruto memandag Neji muncul dengan kekuatan anginnya. “Aku melihat gadis yang selalu aku rindukan selama ini.”

Ketiganya terdiam. Tiga orang ini adalah salah satu sepuluh guardian terhebat di Konoha Blue. Pengguna setiap elemen dan juga kekuatan khususnya yang bisa melindungi mereka dan negeri Konoha Blue ini.
Kenapa negeri ini disebut Konoha Blue? Karena kota ini dari atas dan bawah semuanya warna biru. Biru yang melambangkan kedamaian dan keindahan yang luar biasa. Negeri ini banyak memiliki daerah-daerah luar biasa yang selalu dihuni oleh berkemampuan sihir dan lain-lain. Tidak semua memiliki semua itu, hanya orang-orang tertentu saja yang memilikinya.

Naruto menggunakan kekuatan sihirnya membuat tubuhnya menghilang dalam sekejap. Para pengawal dan tiga guardian terkejut melihat tubuh Naruto yang ada di atas langit itu menghilang.
 
“Ke mana naruto!!?” Karin melihat sekelilingnya, tapi tidak merasakan kehidupan Naruto.
“Lekas cari!” perintah Neji kepada para pengawal-pengawal Konoha Blue.

“Siap!” Hormat para pengawal. Mereka langsung berlarian mencari Naruto di sekitar Konoha Blue sampai ke ujung-ujungnya.

Ketiga guardian juga ikut mencari Naruto. Mereka tiba-tiba menghilang menggunakan kekuatan sihirnya.

.. Sakura Tree Land ..

Naruto dengan kekuatan terkuat memasuki Sakura Tree Land, di mana orang yang paling di carinya berada di sini, tempat tinggalnya. Naruto berjalan mengitari pohon-pohon Sakura yang berada di sekitarnya. Tempat yang sangat indah ini adalah milik seorang gadis yang sangat cantik.

Naruto mendengar suara petikan harpa. Naruto yang tadinya berjalan pelan langsung belari. Dia langsung mendekati sosok gadis berambut merah muda panjang sepinggang sedang memainkan harpa. Gaunnya yang panjang membuat seperti dewi malaikat yang muncul dari langit.

“Sakura!” teriak Naruto memanggil nama gadis tersebut.

Gadis bernama Sakura menghentikan permainan harpanya. Dia menolehkan wajahnya dengan anggunnya melihat Naruto yang muncul ke daerahnya, “Naruto?”

Sakura beranjak dari kursinya dan menghampiri Naruto, “Kenapa kamu ada di sini? Bukankah kamu ada rapat di kerajaan, Naruto?”

“Aku malas. Aku ingin meminta bantuanmu, Sakura.”

“Apa yang bisa aku lakukan untumu, teman kecilku?” tanya Sakura sangat gembira mendengar Naruto meminta bantuannya.

Naruto duduk di taman yang dipenuhi pohon-pohon Sakura, “Aku ingin mencari gadis yang ada di mimpiku itu.”

“Mimpi?” Sakura juga duduk di samping Naruto malah memiringkan kepalanya sangat bingung.
“Iya, mimpi.” Naruto berhenti sejenak. “Aku ingin mengetahui siapa gadis yang ada di mimpiku itu.”

Sakura terdiam. Dia merasakan kalau ini akan menjadi suatu pertanda untuk mengetahui apa yang terjadi selanjutnya selama ribuan tahun ini. Sakura melihat Naruto, “Naruto tahu siapa gadis di mimpi itu?”

Naruto menggeleng, “Baru samar-samar.”

“Mungkin aku bisa tanyakan hal ini pada sesepuh Orochimaru,” kata Sakura tiba-tiba beranjak.
Naruto juga beranjak dari dudukkannya, memandang Sakura dengan tatapan kaget. “Kamu ingin memanggil sesepuh Orochimaru untuk membahas soal mimpiku!?”

Sakura mengangguk, “Iya. Aku merasa ini sudah saatnya.”

Sakura memegang tangan Naruto, lalu menutup matanya. Bunga-bunga Sakura bertebangan di sekelilingnya berputar. Tubuh keduanya menghilang dan bunga-bunga merah muda itu menuju ke gunung Alvamus, gunung di mana sesepuh Orochimaru berada.

.. Alvamus Mountain ..

Gunung yang bernuansa biru karena semuanya berupa air mengalir, tapi memiliki pohon-pohon yang rindang yang tidak pernah berguguran. Gunung ini adalah tempat yang sangat nyaman, tapi juga termasuk tiga gunung terdamai di Konoha Blue ini.

Bunga-bunga yang datang dari Sakura Tree Land muncul di gunung Alvamus. Sakura dan Naruto muncul di tempat itu tepat di depan pondokan sesepuh bernama Orochimaru. Bunga-bunga yang mengantar mereka itu menghilang, itu merupakan sihir Sakura kalau ingin menghilang.

“Kita sudah sampai,” kata Sakura melepaskan tangan Naruto.

“Apa sesepuh marah dengan kedatangan kita berdua ke tempat ini?” tanya Naruto merasakan firasat buruk.
“Kukira tidak masalah karena sesepuh Orochimaru sudah mengetahui semuanya sebelum kita datang ke sini, Naruto.”

“Benarkah?” Naruto memandang Sakura yang mengangguk.

Sakura pelan-pelan mendekati pondokan tersebut diikuti oleh Naruto dari belakang. Sakura membuka pintu perlahan-lahan, di sana sesepuh Orochimaru sedang merenung atau sedang melamun sambil melihat bola kristal di hadapannya.

“Sesepuh...?” gumam Sakura sambil mendekatkan dirinya ke Orochimaru.
Laki-laki tua berkulit putih dan berambut panjang berwarna hitam begitu juga dengan wajahnya seperti ular terus melamun tanpa mendengar suara Sakura di sampingnya.

Naruto sangat geram dengan kelakuan sesepuhnya itu, tiba-tiba maju dan mendekatkan mulutnya ke telinga Orochimaru. Sakura yang di sampingnya, menutup kedua telinganya supaya dia tidak mendengar suara nyaring Naruto.

“Sesepuh Orochimaru!!!” teriak Naruto di kuping Orochimaru.

Orochimaru terguncang, kembali ke realita, tapi tubuhnya ambruk dari tempatnya. Orochimaru mengangkat tubuhnya perlahan-lahan di bantu oleh Sakura yang datang di dekatnya.

“Apa sesepuh tidak apa-apa?” kata Sakura mengkhawatirkan kondisi sesepuhnya. Sakura melihat Naruto yang tidak merasa bersalah dengan perbuatannya tadi. “Naruto, tolong bantu aku untuk berdirikan sesepuh!”
Naruto masih geram menarik tubuh sesepuh Orochimaru kembali ke tempat duduknya. Naruto betul-betul membuat sesepuh ini terdiam seribu bahasa. Sekarang ini dia masih diam dan tidak banyak bicara. 

Sepertinya Sakura dan Naruto harus menunggu Orochimaru kembali pulih. Mau tidak mau, Sakura harus memasakkan sesuatu untuk sesepuhnya ini sedangkan Naruto mencari kayu dan ranting untuk di bakar di perapian pondokan Orochimaru agar bisa menghangatkan tubuh Orochimaru yang saat ini sedang masih linglung.

Perkenalkan sekali lagi, ini adalah negeri Konoha Blue, di mana para penduduk sangat damai tanpa ada peperangan. Negeri yang dipimpin oleh seorang Raja, dan ketiga anak-anaknya bersama sepuluh guardian dan satu penyihir. Tempat yang sangat mirip dengan Konoha White, tapi ada perbedaan di negeri ini dengan negeri itu. 

Mungkin kalian akan mengetahuinya nanti saat mereka akan memulai petualangannya untuk mencari sesuatu untuk merubah nasib negeri Konoha Blue, mereka dan Naruto.

 ~ TBC ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar