Disclaimer: Naruto belong to Kishimoto Masashi
Warning: OOC, typo(s), deskripsi minim, AU, menjelang NHFD, short story, story is mine.
Rate: T (Teen)
Genre: Romance
Chapter 1 : Lonely
Ekspresi
sedih dimiliki oleh wajah manis gadis bersurai biru panjang ini. Dia sedang
melamunkan sesuatu sehingga dia tidak mengenali lingkungan yang penuh hujan
deras. Hujan membangunkan semua dari lamunannya. Di pandang jalan penuh basah
akibat air hujan, dia Cuma terdiam dan menunggu kapan dia akan datang. Siapa yang
ditunggunya?
Gadis
bernama Hyuuga Hinata takut jika dia tidak muncul di depannya. Wajahnya yang
pucat penuh luka, bukan dari hati tapi dari jiwa. Jiwanya yang terluka. Sia-sia
saja jika dia menunggu orang itu di tempat ini, di halte bis.
Dia bangkit
berdiri, memandang hujan turun penuh deras. Hinata sendirian sangat sendirian. Dia
berjalan terseok-seok. Berharap ada mau menolongnya dari hati yang kosong ini. Kasihan
kamu, Hinata. Siapa orang paling kamu tunggu? Biarpun kamu menunggunya, dia
tidak akan datang.
Halte
bis sepi dan tidak ada orang berlalu lalang. Mereka semua memakai taksi. Pulang
ke rumah sekalian mengganti baju yang basah, minum air hangat, dan tidur
setelah mandi. Hinata ingin sekali melakukannya, tapi sayang sekali dia harus
menunggu seorang laki-laki.
Usia
Hinata 13 tahun. Usia masih belum bisa mengenal apa arti cinta kepada seorang
laki-laki. Cinta dilarang di keluarganya. Mereka lebih memprioritaskan
pendidikan dan menghilangkan masalah asmara. Cinta terlalu dibuat sulit padahal
cinta sebenarnya bisa diketahui kalau kita bisa belajar.
“Kenapa
dia belum datang?” tanya Hinata berjalan di tengah hujan. Hatinya sungguh
sakit. Andai saja dia bisa bertemu, walau Cuma sekali. Dia yakin Hinata akan
menemukan kebahagiaan sejati. Namun, itu Cuma mimpi. Mimpi di malam hari.
Hinata
terus menunggu dan menunggu. Daripada menunggu di halte bis, lebih enak
menunggu di warung makan. “Aku menunggu saja di warung bakmi. Perutku lapar
sekali. Semoga saja dia belum datang. Supaya aku cepat-cepat bertemu dengannya.”
Gadis
memiliki mata keperakkan seperti bulan, mendatangi warung makan. Dia tidak
sadar kalau saat dia masuk, Hinata tidak melihat ada seseorang pemuda berlari
menuju halte bis sambil membawa payung di genggamannya. Orang itulah orang yang
ditunggu Hinata selama berjam-jam. Hinata tidak menyadari sosoknya. Dia hanya
pesan, makan dan melahap semua makanannya. Jadi, pemuda itu sendirian saja di
sana menunggu dan menunggu.
~ TBC ~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar