Life of Happiness
Disclaimer: Gakuen Alice belong to Higuchi Tachibana
Warning: OOC, deskripsi seadanya. Story and OC (original character) is mine
Genre: Romance, Family, Crime and Friendship
Disclaimer: Gakuen Alice belong to Higuchi Tachibana
Warning: OOC, deskripsi seadanya. Story and OC (original character) is mine
Genre: Romance, Family, Crime and Friendship
The Past part I
Flashback : 10 tahun yang lalu
"NATSUME! Kamu ada di mana!" teriak Mikan. Anak
perempuan berumur 9 tahun berkacamata tebal, rambut dikuncir dua yang berwarna
cokelat keemasan yang sedang berjalan mencari anak laki-laki.
" Ada apa Mickey?" tanya Natsume. Anak
laki-laki berumur sama dengan Mikan, bola mata merah darah dan berambut hitam
yang sedang bersandar di bawah pohon Sakura.
Mickey panggilan kesayangan Natsume untuk Mikan yang
sangat menyukai Disney's. Iyalah, Mikan sangat menyukai Disney's karena itulah
acara favorit Mikan Yukihira.
"Akhirnya.. Kutemukan kamu juga Natsume," kata
Mikan menghela napas lega. Mikan lalu duduk di samping Natsume. "Kemana
saja kamu, Natsume? Bibi Kaoru dan Paman Ioran mencarimu. Begitu juga dengan
Aoi-chan, Ruka-Pyon dan Hotaru."
"Aku lagi beristirahat Mickey. Aku capek dengan
rutinitas sehari-hari yang membuat kepalaku pusing tujuh keliling atas desakan
ibuku yanga santai itu." Jawab Natsume dengan nada capek dan letih.
"Tapi, bibi dan paman sedang mencari dan
mengkhawatirkanmu. Seharusnya kamu minta izin dulu kalau mau pergi. Jangan buat
khawatir orang lagi -gara kamu pergi dan hilang entah kemana , semuanya menjadi
panik mencarimu."
"Tch.. Fine, , kenapa kamu ada di sini juga?
Bukankah kamu juga diincar sama seperti aku?" Natsume menoleh ke samping
kanan melihat Mikan, tunangannya.
Mikan dan Natsume adalah tunangan yang ditunangkan oleh
kedua orang tua mereka sejak mereka sejak lahir.
"Aku 'kan di sini mencarimu. Apalagi ini daerah
masih di daerah kawasan keluarga Hyuuga. Jadi, tidak ada apa-apa," kata
Mikan menjawab pertanyaan Natsume sambil memandang wajahnya. "Ayolah
Natsume, kita harus pulang kembali ke mansionmu karena semuanya
menunggumu." Mikan mengangkat kedua tangannya untuk menarik kedua
pergelangan tangan Natsume agar mau berdiri.
"Hn."
Natsume pun beranjak dari tempat duduknya ditarik oleh
Mikan sambil memegang tangan Natsume erat menuju ke kediaman keluarga Hyuuga
yaitu Mansion Hyuuga.
Di Mansion Keluarga Hyuuga
Natsume dan Mikan masuk ke dalam Mansion keluarga Hyuuga.
Kaoru dan suaminya, Ioran Hyuuga kaget melihat mereka berdua pun berlari menuju
mereka dan Kaoru memeluk Natsume.
"Kemana saja kamu, Natsume?" Isak sang ibu
Hyuuga tersebut dengan memeluk erat anak pertamanya.
"Aku hanya pergi ke taman, ibu. Jangan khawatir
karena aku baik-baik saja. Jangan terlalu khawatir berlebihan, ibu." Jawab
Natsume yang melepaskan pelukan ibunya.
"Seharusnya kamu bilang-bilang mau pergi, Natsume.
Supaya kami tidak khawatir padamu. Lihatlah ibumu ini sejak dari tadi
mencarimu." Ioran yang tangan kanannya memegang bahu kiri sang istri agar
bisa berdiri dan tangan kiri memegang bahu Natsume yang sebelah kanan.
"Hn.. Maafkan aku ibu ayah. Aku tidak akan pergi
sebelum meminta izin dari kalian berdua," tanggap Natsume sambil
menundukkan kepalanya. Sedangkan Mikan hanya terkikik geli atas kelakuan
Natsume. Merasakan sesuatu, Natsume memberikan silau tajam pada Mikan. Mikan
pun diam.
"Baguslah. Itu artinya kamu sudah mengakui
kesalahanmu 'kan, Natsume?" tanya Ioran yang berlutut agar bisa
disejajarkan pada Natsume dengan memegan kedua bahu Natsume.
"Hn."
Ioran dan Kaoru tersenyum atas jawaban Natsume. Biarpun
cuma hanya 'Hn' itu artinya adalah 'ya'. Kaoru akhirnya melihat Mikan dan
memeluk anak perempuan berkacamata tebal dengan bisikan kata 'terima kasih'
yang hanya terdengar oleh Mikan seorang saja. Mikan juga tersenyum dan memeluk
kembali sang bibi kesayangannya.
"KAKAK! Kakak ke mana! Aoi dari tadi mencari kakak
dari tadi!" teriak anak perempuan bernama Aoi yang berumur 7 tahun,
berambut hitam panjang sebahu dan bermata merah kecoklatan. Beserta dengan dua
orang yang mengikutinya dari belakang.
"Syukurlah, Natsume. Akhirnya kamu pulang,"
desah napas lega anak laki-laki pirang bermata biru langit bernama Ruka Nogi
yang menggendong kelinci kesayangannya, Usagi atau disebut Usa-chan.
"BA-KA," ejek anak perempuan berambut hitam
pendek dan bermata ungu yang bernama Hotaru Imai
Mereka berlari menuju tempat Paman Ioran, bibi Kaoru,
Mikan dan Natsume. Aoi pun memeluk Natsume dengan sangat kencang sehingga
Natsume sesak napas.
"Lepaskan aku, Aoi. Kamu mau bikin aku mati."
"Uups, maaf kakak." Aoi melepaskan pelukannya
dan meminta maaf.
Ruka dan Hotaru berada di antara Natsume dan Mikan
memberikan mereka pukulan ringan di bahu masing-masing diantara keduanya. Ruka
di samping kanan Natsume dan Hotaru di samping kiri Mikan.
"Ouch.. Sakit Ruka. Apa-apaan kamu!" Natsume
meringis sambil memegang bahunya yang dipukuli oleh Ruka.
"Sakit Hotaru. Hentikan!" Keluh Mikan yang juga
memegang pundak kirinya yang dipukuli oleh sahabat terbaiknya, Hotaru.
"ITULAH NAMANYA TIDAK MENDENGARKAN ORANG TUA DAN
SAHABAT, NATSUME.. MIKAN.." teriak Ruka dan Hotaru secara bersamaan.
"Kenapa harus aku juga sih, Hotaru? Aku 'kan juga
mencari Natsume sama seperti kalian." Memegang bahu kirinya yang dipukul
Hotaru.
"Biarpun kamu juga mencari. Tapi, tetap saja kamu
juga diincar tahu sama dengan Natsume." Jawab Hotaru khawatir. Biarpun
tampangnya tanpa ekspresi tetapi cara bicaranya menunjukkan kekhawatiran yang
mendalam.
Yah.. Kenapa mereka berdua diincar karena keluarga mereka
terkenal dengan perusahaan yang sangat maju dikenal oleh masyarakat ibukota
Jizin, Tokiyo. Negara yang terkenal dengan hasil bumi yang luar biasa. Juga ada
harta kehidupan didalamnya.
Keluarga Yukihira dan keluarga Hyuuga adalah perusahaan
nomor satu di negara tersebut dari kesepuluh perusahaan terbesar di negara
Jizin. Perusahaan milik keluarga Ruka yaitu Nogi dan perusahaan milik keluarga
Hotaru yaitu Imai adalah perusahaan sama besarnya dengan dua perusahaan yang
disebutkan tadi. Tetapi, mereka berada di posisi kedua : Imai dan posisi ketiga
: Nogi.
Alasan mereka diincar oleh sekelompok mafia adalah mereka
ingin menghancurkan kebahagiaan keduanya dan membalaskan dendam atas kejadian
25 tahun silam yang menyebabkan banyak masyarakat dan anggota keluarga yang
meninggal. Banyak yang tidak tahu apa masalah di masa lalu 25 tahun karena yang
memimpin dua keluarga ini adalah seseorang yang sudah bertahun-tahun tidak tahu
dimana keberadaannya. Secara masih misteri.
Jadi, Ioran Hyuuga dan Izumi Yukihira, dua orang yang
tidak tahu sejarah keluarganya karena semua sejarah keluarganya 25 tahun yang
lalu telah tertutup rapat oleh seseorang yang sekarang masih belum diketahui.
Yah.. Mereka adalah sekelompok mafia yang ingin
menghancurkan keluarga Yukihira dan Hyuuga. Mereka adalah pasukan khusus diberi
nama Death. Dipimpin oleh seorang bos besar yang sekarang masih tidak
keberadaannya beserta kelompoknya.
Mereka berada di mana saja. Tetapi, tidak di lingkungan
keluarga Yukihira dan Hyuuga. Karena mereka tidak mau beresiko pada pengawal
yang sudah di latih khusus oleh badan bela diri terkuat yaitu Dojo Hijiri, Sepupu
keluarga Hyuuga.
"Baiklah Hotaru. Aku akan berhati-hati lagi."
Mikan memeluk Hotaru dengan pelukan-terima-kasih-telah-mengkhawatirkanku.
Hotaru pun memeluk kembali.
"Maaf, Ruka." Kata Natsume meminta maaf pada
sahabat terbaiknya.
"Iya. Asalkan jangan mengulangi lagi Natsume. Kamu
tahu 'kan kalau aku sangat mengkhawatirkanmu begitu juga dengan paman, bibi,
Aoi, Mikan dan Hotaru. Aku takut kamu diculik oleh anggota mafia Death itu. Aku
takut kamu akan lupa janji kita untuk membesarkan Piyo. Anak ayam yang kita
dapatkan di gunung Shoel." Ruka khawatir dengan menundukkan kepalanya yang
hampir menangis.
"Jangan terlalu dramatis, Ruka. Aku tidak akan lupa
dengan janji kita membesarkan Piyo, peliharaanmu itu." Natsume memegang
bahu Ruka agar Ruka tidak menunduk kepalanya lagi. Ruka akhirnya mengangkat
kepalanya dan bertatapan dengan Natsume. Merah bertemu biru langit.
"Oke. Janji?"
"Janji"
"Bagus, sobat"
"Hn"
Ruka tersenyum atas kata-kata singkat Natsume dan
memberikan pelukan persahabatan. Natsume memeluk kembali. Mikan juga tidak
ketinggalan memeluk mereka berdua begitu juga Aoi. Hotaru, Paman Ioran dan Bibi
Kaoru hanya melihat mereka sambil tersenyum.
"Ayolah, kita masuk ke dalam. Makan malam sudah siap
pasti kalian semua lapar 'kan?" ajak paman Ioran memecahkan pelukan
persahabatan dan persaudaraan mereka.
"IYYAAA!" teriak serempak mereka bertiga
kecuali Natsume dan Hotaru yang hanya berkata 'Hn'.
Mereka semua berjalan ke ruang makan mansion keluarga
Hyuuga sambil berceloteh ria.
~ Mikan POV ~
Selesai makan malam aku, Natsume, Hotaru, Ruka-pyon, dan
Aoi-chan naik ke atas menuju ke ruang favorit kami yaitu Secret Room.
Secret Room adalah ruangan santai untuk mengisi waktu luang yang tidak
terpakai. Aku, Natsume, Hotaru dan Ruka-pyon membuat tempat ini sesuai dengan
karakter kami berempat. Dengan memajang foto favorit kami. Tempat ini adalah
tempat rahasia kami dimana barang-barang rahasia kami ada di sini.
Sedangkan paman Ioran dan bibi Kaoru berada di lantai
bawah di ruang kerja untuk membahas kerja sama antara perusahaan Hyuuga dengan
persusahaan kelima yaitu Yome.
Aku dan Hotaru duduk di sofa favorit mereka berwarna
cokelat, Aoi-chan duduk di bawah dengan menggunakan bantal duduk, Natsume
berbaring di sofa santainya sambil membaca komik favoritnya dengan mengangkat
kedua kakinya di sisi meja, sedangkan Ruka-pyon memberikan makan untuk sang
kelinci kesayangannya, Usa-chan.
"Hotaru... kapan aku, Natsume dan Aoi-chan bisa
bersekolah normal sama sepertimu dan Ruka-Pyon?" tanyaku menghadapi anak
perempuan berambut hitam pendek.
Mendesah, Hotaru akhirnya menatapku dan tangannya
memegang tangankul. "itu tidak mungkin, Mikan. Kamu harus tahu kalau paman
Izumi dan bibi Yuka tidak akan mengijinkanmu sekolah biasa karena takut mereka
akan menculikmu yang pernah terjadi 3 bulan yang lalu. Mereka hampir saja
menjualmu kalau paman Izumi tidak segera meminta bantuan paman Shiki agar bisa
menyelamatkanmu. Itulah artinya kamu tidak boleh pergi kemana-mana tanpa ada
pengawal, kak Tsubasa, kak Misaki, kak Baka-Tono, Kazuya, Ren (Maaf nama ini
kubuat sendiri, harap maklum :p) dan kak Kaname melindungi dan menjagamu,"
kata Hotaru menasehati Mikan.
"Tapi.. Aku sudah capek Hotaru.. Dari sejak kecil
sampai sekarang, aku seperti dikurung oleh orang tuaku dan kakak-kakakku
sendiri juga sepupuku sendiri," isakku. Mataku berkaca-kaca hampir
menangis.
"Ini demi keselamatanmu, Mikan." Hotaru
memelukku dan aku memeluk Hotaru kembali.
"Tapi.. Tapi.."
"Tidak ada tapi-tapian, keputusan ini sudah bulat,
Mikan. Sampai kapan kamu mengulangi pertanyaanmu ini. Aku juga tidak mau begini
terus tapi aku jugatidak mau kehilangannmu. Kamu adalah sahabat terbaikku,
Mikan. Aku tidak mau kehilanganmu, Mikan. Jadi, kumohon jangan ulang lagi
pertanyaanmu ini. Mengerti?" Hotaru melepaskan pelukanku. Aku menatap Hotaru
yang hampir menangis. Melihatnya, aku pun memeluknya lagi.
"Iya.. Iya.. Hotaru.. Aku mengerti. Aku tidak akan
mengungkit masalah ini lagi," balasku menangis di pundak Hotaru.
"Bagus, Mikan." Hotaru memelukku kembali dan
membelai rambutku yang berkuncir dua. "Tapi, kamu harus membayar bajuku
gara-gara kamu menangis di pundakku, Mikan. Baju ini sangat mahal tahu."
"Eeehhh.. Itu berarti kamu tidak ikhlas
memelukku..!" terkejut, aku melepaskan pelukan Hotaru. Mataku melebar atas
perkataan Hotaru.
"Berisik.. Mikan. Aku hanya bercanda," canda
Hotaru membelai pipiku. Tersenyum.
"Ohhh." Aku pun menghela napas lega.
"Tentu saja tidak bodoh. Dua kali lipat tahu!
Pertama, kamu menangis di bahuku dan mengotori bajuku, dan kedua kamu memeluk
kedua kali. Jadi, kamu harus membayarku dua kali lipat."
Aku berdiri dari tempat dudukku di sofa dan mengangkat
jari telunjuk menuju Hotaru yang tanpa ekspresi. "jadi, kamu mau memerasku
Hotaru! Aku tidak akan membayarnya! Aku tidak mau diperas olehmu lagi karena
aku tidak mau seperti Ruka-pyon yang selalu diperas olehmu, Hotaru!" aku
menyilangkan tanganku di dadaku sambil membuang muka cemberut.
BAKA BAKA BAKA
DUAGGHH
Hotaru menembakku dengan pistol Baka dan Natsume
memukulku memakai tongkat kayu. 'Hah! Sejak kapan Natsume mempunyai tongkat
kayu kukira di ruang rahasia tidak ada benda begitu,' pikirku dalam hati
menatap dua orang tanpa ekspresi dengan tatapan terkejut. Ruka-pyon dan
Aoi-chan menatapku sama terkejut denganku beranjak dari tempat mereka duduk.
Aku pun berdiri dan menunjuk Natsume."Kenapa kamu
memukulku juga, Natsume!"
"Itu karena kamu berisik, Mickey! Kamu telah
mengganggu istirahatku!" teriak Natsume.
"APA! Berani-beraninya kamu, Natsume!" Murkaku
sambil menghentakkan kakiku ke lantai.
"Ohhh.. Kamu mau merasakan lagi pukulanku ini,
Panda," ejek Natsume mengayunkan tongkat kayunya ke arahku.
'Tunggu.. Panda..?' aku bingung. Setelah itu, aku pun
tahu maksudnya. "NATSUME..! KAMU CABUL..! Kenapa kamu mengintip celana
dalamku!" bentakku pada Natsume memegang rokku warna pink.
BAKA BAKA BAKA
Hotaru menembakku lagi kedua kalinya. Aku pun terjatuh
dari tempatku berdiri. Aoi-chan menghampiriku dan membantuku berdiri. Aku
mengusap kepalaku yang ditembak oleh Hotaru. Ada sebuah benjol besar tingkat
tiga memenuhi kepalaku.
"Jangan berisik, Mikan. Kamu harus membayarku. Jika
tidak, aku akan meminta robotku untuk menagih hutangmu setiap hari."
Hotaru mengarahkan pistol baka-nya padaku.
"Mou.. Hotaru, kamu pelit."
"Mau atau tidak, Mikan? Kalau dalam 3 detik menjawab
aku akan menelepon robotku untukku menagih hutangmu." Hotaru menekan nomor
telepon untuk memanggil robot penagih hutangnya.
"..Satu.."
'Aduhh.. Bagaimana ini? Aku tidak mau panda besar itu
menagihku lagi. Gara-gara dia hidupku tidak bisa bebas,' pikirku dalam hati
kebingungan.
"..Dua.."
Aku melihat Natsume menyeringai. 'Menyebalkan kamu,
Natsume. Tidak menolong orang malah menyeringai.' Aku juga meminta bantuan
Ruka-pyon, tetapi Ruka-pyon mengangkat kedua tangannya meminta maaf sambil
menundukkan kepalanya berulang-ulang. Kulihat Aoi-chan juga tidak bisa berbuat
apa-apa.
"..Ti.."
Sebelum selesai hitungan ketiga, kupotong ucapannya.
"Baiklah.. Aku akan membayarnya Hotaru! Jangan panggil robot itu
lagi*hiks*," isakku nada memohon berlutut di depan Hotaru menunduk
kepalaku berkali-kali.
"Bagus.. Mikan. Kamu benar-benar anak baik."
Mengusap kepalaku.
'Huuee.. Uang jajan bulananku akan habis lagi. Sekarang
aku pasti dimarahi oleh ibu dan kak Ren. Aku pasrah saja deh. Mungkin akan ada
kehidupan yang baik lagi selain ini untuk meyerahkan uang jajanku ke Hotaru
yang pelit ini,' tunduk Mikan sambil merelakan nasibnya ke Ratu Es Pemeras.
Tok, Tok, Tok
Aku, Hotaru, Natsume, Aoi-chan dan Ruka-pyon melihat ke
arah pintu. Aku gembira melihat orang tersebut. Aku berdiri dan berlari
memeluknya.
"Sepertinya sudah waktunya pulang lho, Mikan."
Kulihat kak Tsubasa berdiri di dekat pintu. Aku memeluknya dengan penuh rasa
syukur.
"Kak Tsubasa.. Huuee.. Kak Tsubasa.." rengekku
di pelukan kak Tsubasa yang heran dengan kelakuanku.
"Lho..? Kenapa Mikan? Kenapa kamu menangis..? Ada
apa?" tanya kak Tsubasa melihatku dan akhirnya memelukku kembali.
"Apa ini gara-gara Natsume? Atau.. Urrgh.. Nona Hotaru..?" tanya kak
Tsubasa lagi sambil mengelus kepalaku.
"Berani melakukan padaku.. Kamu akan mendapat
balasan pistol Baka-ku ini, kak Tsubasa." kulihat Hotaru menunjuk pistol
baka-nya ke arah kak Tsubasa.
"Sekali saja kamu mendekati, Hage. Kamu akan
menyesal lahir di dunia ini." Kulihat Natsume memberikan silau kematian
pada kak Tsubasa.
Kutatap kak Tsubasa yang hampir keringat dingin melihat
dua iblis yang siap melancarkan serangan padanya.
"Urrgghh.. Tidak kok.. Tidak jadi.." kak
Tsubasa pun menelan ludah. Menatapku sambil tersenyum dan berkata, "Ayo,
Mikan.. Kita harus pulang.. Bibi meneleponku dan Tono untuk membawamu pulang
sampai ke rumah dengan selamat."
Aku tersenyum pada kak Tsubasa dan mengagukkan kepalaku.
Kulihat kak Tsubasa menatap Ruka-pyon dan Hotaru. Aku pun mengikuti menatap
mereka.
"Ohhh iya.. Nona Hotaru dan Ruka-pyon di tunggu oleh
kak Subaru dan Narumi," kata kak Tsubasa.
"Hn" jawab Hotaru.
"Baik.. Oke Natsume.. Kami pulang dulu. Terima kasih
atas makan malamnya. Dahh.. Aoi," jawab Ruka-pyon menepuk pundak Natsume
dan berjalan pergi.
"Hn."
"Dahh.. Ru-chan.. Hotaru-chan.. Mikan-chan.. Kak
Tsubasa.." Aoi-chan melambaikan tangannya sambil tersenyum. Aku pun
tersenyum pada Aoi-chan. Aku menatap muka cemberut kulihat Natsume menyeringai
ke arahku. Aku memalingkan mukaku dengan muka cemberut mengikuti kak Tsubasa,
Hotaru dan Ruka-pyon. Aku menutup pintu belakangku dengan keras. Aku melihat
kak Tsubasa tersentak kaget begitu juga Ruka-pyon dan Hotaru.
'Uppss.. Maaf,' bisikku sambil meminta maaf pada mereka.
Mereka akhirnya memahami hanya menggelengkan kepala mereka. Aku terkekeh geli.
Aku, kak Tsubasa, Hotaru dan Ruka-pyon menuju lantai
bawah untuk menemui orang menunggu kami. Aku beri salam pada kak Subaru,
kakaknya Hotaru dan paman Narumi, paman Ruka-pyon. Mereka adalah keluarga yang
dianggap sangat dekat dengan kami. Keluarga Imai mempunyai Rumah Sakit terbesar
dan Pusat Penelitian terbesar di negara kami. Sedangkan keluarga Nogi memiliki
Perusahaan menengguluti dunia fashion dan Rumah Sakit Hewan. Karena orang tua
aku dan Natsume bersahabat dengan keluarga Imai, Nogi dan juga tujuh keluarga
lainnya. (Pasti kalian tahu siapa, 'kan?)
Kak Subaru Imai seumuran dengan kak Tono, kak Shizune dan
kak Shuichi. Mereka masih sekolah Tinggi di Alice Academy, sekolah
bergengsi yang terkenal dengan orang-orang kaya.
Sedangkan kak Tsubasa, kak Misaki dan kak Kaname hanya
bersekolah SMP biasa di kota Tokiyo ini. Hal itu, masih rahasia yang tidak
kuketahui kenapa mereka mau bersekolah biasa. Kenapa tidak di sekolah di Alice
Academy. Mereka tidak mau memberitahukannya padaku. Akhirnya aku pun menyerah
dan tidak menanggapi pertanyaan itu lagi.
Ruka-pyon, Hotaru, Yo-chan, dan anak-anak ketujuh
keluarga juga sekolah di Alice Academy, kecuali aku, Natsume dan Aoi-chan.
Pemilik Alice Academy adalah Kazumi Yukihira sekaligus
juga pamanku, saudara ayahku.
Aku selalu dikurung di rumah beda dengan Natsume dan
Aoi-chan yang selalu pergi keluar selalu ditemani dengan sepupunya Yoichi
Hijiri. Aku yang tidak mengenal anak-anak dari ketujuh keluarga perusahaan
terhebat. Natsume dan Aoi-chan sangat mengenal mereka begitu juga dengan Hotaru
dan Ruka-pyon. Aku yang tidak memilki teman tapi bersyukur memiliki Natsume,
Hotaru, Ruka-pyon, Aoi-chan, Mr. Bear dan Amanatsu, robot Hotaru yang mirip
denganku yang mau menemaniku walaupun hanya di kawasan Hyuuga saja.
Aku tidak mengerti kenapa Natsume, Hotaru, Ruka-pyon,
Yo-chan dan Aoi-chan tidak datang ke rumahku. Ayah dan ibu tidak mau membiarkan
orang tahu tentang keberadaan harta kehidupan keluarga Yukihira. Itulah
makanya, mereka tidak dibiarkan datang ke rumahku kecuali sepupuku.
Saya belum memperkenalkan Yoichi Hijiri, merupakan sepupu
Natsume dan Aoi-chan yang berusia sama dengan kami 9 tahun tetapi Yoichi
memiliki ilmu bela diri dari sejak kecil. Berambut hijau dan bola mata abu-abu.
Sifatnya mirip dengan Natsume.
Biarpun begitu, di rumah juga aku tidak kesepian karena
aku memiliki ayah, ibu, kak Ren, Kazuya, kak Tsubasa, kak Misaki, kak Tono, dan
kak Kaname. Mereka-lah yang selalu menjagaku setiap hari. (Rumahnya mirip
dengan tokoh utama pria di drama korea Secret Garden).
Aku beri salam perpisahan pada paman Ioran dan bibi
Kaoru. Menuju pintu keluar dan masuk ke mobil kami BMW warna putih. Hotaru dan
kak Subaru naik mobil Mercedez Benz warna biru, Ruka-pyon dan paman Narumi
Mitsubishi Grandis warna abu-abu. Sebenarnya paman Narumi mau memakai mobil Volvo
warna pink tetapi Ruka-pyon tidak mau karena pasti kena ejekkan Hotaru dan
mengambil gambarnya untuk di kirim ke email pribadinya yangpenuh foto
Ruka-pyon. Yah.. Hotaru dan Ruka-pyon adalah tunangan sejak kecil sama
sepertiku dengan Natsume.
Aku melambaikan tanganku di kaca mobilku pada mereka dan
akhirnya aku, kak Tsubasa dan kak Tono pun meninggalkan kediaman Hyuuga disusul
mobil Hotaru dan mobil Ruka-pyon.
End Mikan POV
Di Kediaman Yukihira
Di Mansion keluarga Yukihira, ada seorang laki-laki
berumur 30-an berkaca mata tebal berambut pirang dengan bola mata safir
berjalan mondar-mandir dengan wajah penuh kecemasan sedang memikirkan putri
kesayangan satu-satunya. Laki-laki ini adalah kepala keluarga Yukihira, Izumi
Yukihira. Sedangkan wanita yang duduk santai berumur 25 tahun ini juga memakai
kacamata tetapi tidak setebal suaminya. Berambut cokelat panjang sebahu dan
bola mata cokelat hanya melihat suaminya mondar-mandir cuma menggelengkan
kepala atas kelakuan suaminya itu. Wanita ini adalah istri Izumi Yukihira ibu
Mikan Yukihira, Yuka Yukihira.
"Jangan terlalu cemas suamiku. Mikan akan baik-baik
saja karena dia bersama dengan kak Kaoru dan Ioran. Itu berarti Mikan bersama
Natsume juga 'kan? Apalagi aku juga sudah menghubungi Tsubasa dan Tonouchi
untuk menjemput mereka," hibur Yuka untuk menghentikan aksi kelakuan
suaminya itu agar mau duduk bersamanya sambil menunggu Mikan pulang.
"Bisakah kamu jangan terlalu santai, sayang. Yang
kukhawatirkan Mikan bukan orang lain. Mikan adalah putri satu-satunya milik
kita. Apakah kamu tidak khawatir?" tanya Izumi dengan nada khawatir.
"Pasti Mikan baik-baik saja bukankah di sana juga
ada Hotaru dan Ruka." Balas Yuka.
"Tapi.. Tapi.. Bagaimana nanti kelompok mafia Death
datang kesana dan menculik Mikan kita..? Minta uang tebusan untuk mendapatkan
Mikan kembali..? Mereka pasti melakukan sesuatu yang membuat Mikan kita tidak
berdaya jadi... jadi.. Bagaimana...? Mikan.. Mikan.. MIKAN! AARGH!" teriak
Izumi histeris.
DUAGGHH
"HENTIKAN ITU, IZUMI YUKIHIRA! SAMPAI KAPAN KAMU MAU
MENJADI ANAK KECIL YANG BERTERIAK HISTERIS! KAMU SUDAH DEWASA! UMURMU BERAPA
SIH! MEMANGNYA ANAK KITA BUKAN HANYA MIKAN SAJA TAPI JUGA KAZUYA DAN REN (Maaf,
ya.. Aku tidak mau mebuat Mikan anak tunggal..) YANG ADA DI LUAR SANA. AKU JUGA
KHAWATIR KARENA AKU SEORANG IBU. JADI BERHENTILAH BERTERIAK HISTERIS ATAU AKU
AKAN MENGIRIMKAN KAKAKMU DATANG KE SINI UNTUK MEMUKULIMU SUPAYA KAMU MAU
DIAM!" bentak Yuka sang istri pada Izumi dengan nada suara yang meninggi.
Izumi jatuh ke lantai berkat pukulan keras Yuka di
kepalanya. Matanya melebar pada kata-kata terakhir Yuka. "Aku minta maaf,
sayang... Tolong tidak menghubungi kakakku Kazumi.. Bisa-bisa aku dapat pukulan
yang sangat keras dari dia;" tunduk Izumi minta maaf.
"Bagus. Bangunlah sebentar lagi Mikan, Tsubasa dan
Tonouchi akan datang. Pasti kamu tidak mau di bilang lemah di hadapan mereka
'kan? Jadi ayo bangun," ajak Yuka membangunkan Izumi dengan menarik kedua
pergelangan tangannya menuju sofa di mana Yuka duduk tadi.
"Tapi, bagaimana dengan Ren dan Kazuya..?"
tanya Izumi.
"Mereka berada di bandara sekarang. Ren, Mr. Bear,
Misaki dan Kaname mengantar Kazuya dan Shiki ke bandara untuk pergi menemui
para tetua di sana. Tahu 'kan desa Alice..?" jawab Yuka.
"Memangnya untuk apa Kazuya dan Shiki ke sana?"
"Ada urusan penting, sayang. Soalnya ini perintah
nenek tetua Himemiya-san."
Izumi hanya menjawab 'o' supaya mengerti karena Izumi
tahu apa yang dimaksudkannya. Perintah tetua Himemiya-san, anggota keluarga
Sakura juga merupakan pimpinan yang masih bertahan di era-nya sekarang bersama
tetua yang lainnya. Walaupun selalu dibilang 'nenek tetua' tetapi wajah dan
tubuhnya seperti perempuan berusia 20-an yang masih muda dan cantik.
Ren (12 tahun), anak laki-laki pertama dari Izumi dan
Yuka Yukihira. Sifatnya ceria dan baik hati sama seperti sang ayah, Izumi.
Berambut hitam dengan bola mata cokelat seperti sang ibu, Yuka Yukihira.
Sedangkan Kazuya (9 tahun) adalah kembaran Mikan dan
sebut anak laki-laki kedua Izumi dan Yuka kembar tetapi bola mata berbeda,
Mikan berwarna cokelat mirip sang ibu dan Kazuya berwarna safir mirip sang
ayah. Rambut Mikan dan Kazuya berwarna sama. Tapi, sifat Kazuya dingin, acuh
tak acuh mirip dengan Shiki, pamannya.
Shiki (27 tahun) adalah keturunan Himemiya tapi memegang
keluarga Masachika karena ibunya menikah dengan keluarga Masachika. Rambut
pirang dan bola mata berwarna biru mettalik. Sifatnya sama dengan Kazuya.
Sama-sama dingin tetapi selalu ramah hanya pada keluarga.
Dan Tsubasa Andou (13 tahun), sepupu Kazuya, Ren dan
Mikan. Anak dari perusahaan terbesar di ibukota Jizin, Tokiyo. Tetapi, adalah
perusahaan rahasia. Berambut hitam berantakan, bola mata biru dan juga ada tato
bintang di sekitar wajahnya. Misaki Harada adalah tunangan Tsubasa.
Kaname Sono dan Tonouchi Akira juga sepupu Mikan dari
Shiki. Mereka sama-sama memiliki perusahaan terbesar tapi tidak di ketahui
karena rahasia. Hal itu tidak ada yang tahu masalahnya karena ini semua
perintah dari keluarga Sakura dari desa Ailecea.
Keluarga Yukihira dan Sakura adalah keluarga yang memiliki
para tetua yang masih hidup. Keluarga Sakura dirahasiakan dari publik yaitu
rahasia hubungan antara Yukihira dan Sakura. Anggota-anggota kelompok Death
juga tidak tahu hal ini. Begitu juga sepuluh keluarga lainnya.
Izumi POV
Aku mendengar suara mobil berhenti itu artinya Mikan
sudah pulang. Aku membuka pintu engsel dua dan melihat Mikan keluar dari mobil
berlari memelukku.
"Ayah.. ibu... aku pulang.." teriak Mikan,
putri kesayanganku memelukku. Aku juga memeluk kembali.
"Putriku.. lama sekali kamu pulang.. aku sangat
mengkhawatirkanmu."
"Maaf, ayah.. aku makan malam di rumahnya
Natsume.." balas Mikan memelukku erat dan menatapku.
Yuka mendekatiku dan menepuk belakang punggungku,
"Sudahlah, sayang.. Mikan dan yang lainnya juga pasti capek. Jadi, ayo masuk
ke dalam. Bukankah besok ada acara yang penting?
"
"Baik.. ibu.. bibi.." kata mereka bertiga
serempak.
Aku melepaskan pelukan Mikan dan masuk ke dalam diikuti
Yuka, Tsubasa dan Tonouchi ke rumah. Aku berterima kasih pada Tuhan telah
mengembalikan Mikan kepadaku.
Besok adalah acara dimana acara ulang tahun perayaan
persahabatan kami semua. Jadi, kami harus bangun cepat-cepat untuk besok.
End Izumi POV
Di Markas Rahasia Death
"Apakah kamu sudah merencanakan strategi untuk
menghancurkan kedua keluarga itu?" tanya laki-laki berambut hitam yang
berumur 40 tahun pada laki-laki berambut merah dan mata ungu.
"Sudah. Tinggal menunggu waktunya saja, tuanku,"
jawab orang itu dengan membungkukkan kepalanya pada sang bos besar Death.
"Bagus. Besok adalah waktunya dimana mereka akan
mengadakan pesta besar-besaran sekaligus pesta kematian mereka. Bagaimana
dengan usulan ini, Persona?" kata bos besar yang tidak menoleh ke samping.
Ditampilkan pria berambut hitam dengan wajah yang setengah ditutupi oleh topeng
putih.
"Itu sesuai dengan rencanaku juga, tuanku."
"Kerja yang bagus, anakku," tersenyum lalu
kembali menghadap ke berambut merah. "Btw, kapan keponakan kesayanganku
akan pulang, Reo?"
"Mungkin tiga hari lagi, tuanku. Luna juga
tidak sabar ingin bertemu dengan Anda, tuanku" jawab Reo.
"Bagus. Susun rencana ini agar cepat sukses karena
aku tidak mau melihat kegagalan kalian lagi. Mengerti! KELUAR!" desak
Kuonji memerintahkan mereka segera keluar.
Reo dan pengikut di belakangnya membusurkan badannya pada
bos-nya segera keluar dari ruang utama markas Death. Diikuti dengan
Persona yang berada di samping kiri Kuonji.
Kuonji tersenyum senang akan usulan strategi ini. Semua
rencananya akan berjalan sukses untuk menghabisi kedua keluarga itu. Usaha
balas dendamnya yang gagal tiga bulan yang lalu yaitu menculik anak perempuan
keluarga Yukihira akan diganti dengan kematian besar-besaran.
"HA HA AHA HA HA! Sebentar lagi keinginanku tercapai
dan kalian berdua akan hancur Yukihira.. .. Sebentar lagi rencana balas
dendamku pada 25 tahun yang lalu akan menimpa kalian akan terbalaskan. HA HA
AHA HAA!" Kuonji tertawa senang sambil berdiri dengan mengangkat kedua
tangannya ke atas.
Besok adalah akhir dimana dua keluarga itu akan mendapatkan
kejadian yang tidak terduga. Kejadian yang akan menghabisi anggota keluarga
yang penting. Kejadian dimana semua menangis histeris kematian tersebut. Dan
juga kesalah pahaman yang terjadi oleh dua keluarga tersebut.
~ TBC ~
.x.O.x.
A/N: Karena tidak sanggup lagi bikin fic ini di FFn, lebih enak di sini saja. Semoga kalian menyukainya. Sy masih banyak belajar kok.. ^_^ Thanks to reading! :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar