Selasa, 26 Februari 2013

Life of Happiness - Chapter 1

Life of Happiness

Disclaimer: Gakuen Alice belong to Higuchi Tachibana

Warning: OOC, deskripsi seadanya. Story and OC (original character) is mine

Genre: Romance, Family, Crime and Friendship

The Past part I



Flashback : 10 tahun yang lalu
"NATSUME! Kamu ada di mana!" teriak Mikan. Anak perempuan berumur 9 tahun berkacamata tebal, rambut dikuncir dua yang berwarna cokelat keemasan yang sedang berjalan mencari anak laki-laki.

" Ada apa Mickey?" tanya Natsume. Anak laki-laki berumur sama dengan Mikan, bola mata merah darah dan berambut hitam yang sedang bersandar di bawah pohon Sakura.

Mickey panggilan kesayangan Natsume untuk Mikan yang sangat menyukai Disney's. Iyalah, Mikan sangat menyukai Disney's karena itulah acara favorit Mikan Yukihira.

"Akhirnya.. Kutemukan kamu juga Natsume," kata Mikan menghela napas lega. Mikan lalu duduk di samping Natsume. "Kemana saja kamu, Natsume? Bibi Kaoru dan Paman Ioran mencarimu. Begitu juga dengan Aoi-chan, Ruka-Pyon dan Hotaru."

"Aku lagi beristirahat Mickey. Aku capek dengan rutinitas sehari-hari yang membuat kepalaku pusing tujuh keliling atas desakan ibuku yanga santai itu." Jawab Natsume dengan nada capek dan letih.

"Tapi, bibi dan paman sedang mencari dan mengkhawatirkanmu. Seharusnya kamu minta izin dulu kalau mau pergi. Jangan buat khawatir orang lagi -gara kamu pergi dan hilang entah kemana , semuanya menjadi panik mencarimu."

"Tch.. Fine, , kenapa kamu ada di sini juga? Bukankah kamu juga diincar sama seperti aku?" Natsume menoleh ke samping kanan melihat Mikan, tunangannya.
Mikan dan Natsume adalah tunangan yang ditunangkan oleh kedua orang tua mereka sejak mereka sejak lahir.

"Aku 'kan di sini mencarimu. Apalagi ini daerah masih di daerah kawasan keluarga Hyuuga. Jadi, tidak ada apa-apa," kata Mikan menjawab pertanyaan Natsume sambil memandang wajahnya. "Ayolah Natsume, kita harus pulang kembali ke mansionmu karena semuanya menunggumu." Mikan mengangkat kedua tangannya untuk menarik kedua pergelangan tangan Natsume agar mau berdiri.

"Hn."
Natsume pun beranjak dari tempat duduknya ditarik oleh Mikan sambil memegang tangan Natsume erat menuju ke kediaman keluarga Hyuuga yaitu Mansion Hyuuga.


Di Mansion Keluarga Hyuuga
Natsume dan Mikan masuk ke dalam Mansion keluarga Hyuuga. Kaoru dan suaminya, Ioran Hyuuga kaget melihat mereka berdua pun berlari menuju mereka dan Kaoru memeluk Natsume.

"Kemana saja kamu, Natsume?" Isak sang ibu Hyuuga tersebut dengan memeluk erat anak pertamanya.
"Aku hanya pergi ke taman, ibu. Jangan khawatir karena aku baik-baik saja. Jangan terlalu khawatir berlebihan, ibu." Jawab Natsume yang melepaskan pelukan ibunya.

"Seharusnya kamu bilang-bilang mau pergi, Natsume. Supaya kami tidak khawatir padamu. Lihatlah ibumu ini sejak dari tadi mencarimu." Ioran yang tangan kanannya memegang bahu kiri sang istri agar bisa berdiri dan tangan kiri memegang bahu Natsume yang sebelah kanan.

"Hn.. Maafkan aku ibu ayah. Aku tidak akan pergi sebelum meminta izin dari kalian berdua," tanggap Natsume sambil menundukkan kepalanya. Sedangkan Mikan hanya terkikik geli atas kelakuan Natsume. Merasakan sesuatu, Natsume memberikan silau tajam pada Mikan. Mikan pun diam.

"Baguslah. Itu artinya kamu sudah mengakui kesalahanmu 'kan, Natsume?" tanya Ioran yang berlutut agar bisa disejajarkan pada Natsume dengan memegan kedua bahu Natsume.

"Hn."

Ioran dan Kaoru tersenyum atas jawaban Natsume. Biarpun cuma hanya 'Hn' itu artinya adalah 'ya'. Kaoru akhirnya melihat Mikan dan memeluk anak perempuan berkacamata tebal dengan bisikan kata 'terima kasih' yang hanya terdengar oleh Mikan seorang saja. Mikan juga tersenyum dan memeluk kembali sang bibi kesayangannya.

"KAKAK! Kakak ke mana! Aoi dari tadi mencari kakak dari tadi!" teriak anak perempuan bernama Aoi yang berumur 7 tahun, berambut hitam panjang sebahu dan bermata merah kecoklatan. Beserta dengan dua orang yang mengikutinya dari belakang.

"Syukurlah, Natsume. Akhirnya kamu pulang," desah napas lega anak laki-laki pirang bermata biru langit bernama Ruka Nogi yang menggendong kelinci kesayangannya, Usagi atau disebut Usa-chan.

"BA-KA," ejek anak perempuan berambut hitam pendek dan bermata ungu yang bernama Hotaru Imai
Mereka berlari menuju tempat Paman Ioran, bibi Kaoru, Mikan dan Natsume. Aoi pun memeluk Natsume dengan sangat kencang sehingga Natsume sesak napas.

"Lepaskan aku, Aoi. Kamu mau bikin aku mati."

"Uups, maaf kakak." Aoi melepaskan pelukannya dan meminta maaf.

Ruka dan Hotaru berada di antara Natsume dan Mikan memberikan mereka pukulan ringan di bahu masing-masing diantara keduanya. Ruka di samping kanan Natsume dan Hotaru di samping kiri Mikan.

"Ouch.. Sakit Ruka. Apa-apaan kamu!" Natsume meringis sambil memegang bahunya yang dipukuli oleh Ruka.

"Sakit Hotaru. Hentikan!" Keluh Mikan yang juga memegang pundak kirinya yang dipukuli oleh sahabat terbaiknya, Hotaru.

"ITULAH NAMANYA TIDAK MENDENGARKAN ORANG TUA DAN SAHABAT, NATSUME.. MIKAN.." teriak Ruka dan Hotaru secara bersamaan.

"Kenapa harus aku juga sih, Hotaru? Aku 'kan juga mencari Natsume sama seperti kalian." Memegang bahu kirinya yang dipukul Hotaru.

"Biarpun kamu juga mencari. Tapi, tetap saja kamu juga diincar tahu sama dengan Natsume." Jawab Hotaru khawatir. Biarpun tampangnya tanpa ekspresi tetapi cara bicaranya menunjukkan kekhawatiran yang mendalam.

Yah.. Kenapa mereka berdua diincar karena keluarga mereka terkenal dengan perusahaan yang sangat maju dikenal oleh masyarakat ibukota Jizin, Tokiyo. Negara yang terkenal dengan hasil bumi yang luar biasa. Juga ada harta kehidupan didalamnya.

Keluarga Yukihira dan keluarga Hyuuga adalah perusahaan nomor satu di negara tersebut dari kesepuluh perusahaan terbesar di negara Jizin. Perusahaan milik keluarga Ruka yaitu Nogi dan perusahaan milik keluarga Hotaru yaitu Imai adalah perusahaan sama besarnya dengan dua perusahaan yang disebutkan tadi. Tetapi, mereka berada di posisi kedua : Imai dan posisi ketiga : Nogi.

Alasan mereka diincar oleh sekelompok mafia adalah mereka ingin menghancurkan kebahagiaan keduanya dan membalaskan dendam atas kejadian 25 tahun silam yang menyebabkan banyak masyarakat dan anggota keluarga yang meninggal. Banyak yang tidak tahu apa masalah di masa lalu 25 tahun karena yang memimpin dua keluarga ini adalah seseorang yang sudah bertahun-tahun tidak tahu dimana keberadaannya. Secara masih misteri.

Jadi, Ioran Hyuuga dan Izumi Yukihira, dua orang yang tidak tahu sejarah keluarganya karena semua sejarah keluarganya 25 tahun yang lalu telah tertutup rapat oleh seseorang yang sekarang masih belum diketahui.
Yah.. Mereka adalah sekelompok mafia yang ingin menghancurkan keluarga Yukihira dan Hyuuga. Mereka adalah pasukan khusus diberi nama Death. Dipimpin oleh seorang bos besar yang sekarang masih tidak keberadaannya beserta kelompoknya.

Mereka berada di mana saja. Tetapi, tidak di lingkungan keluarga Yukihira dan Hyuuga. Karena mereka tidak mau beresiko pada pengawal yang sudah di latih khusus oleh badan bela diri terkuat yaitu Dojo Hijiri, Sepupu keluarga Hyuuga.

"Baiklah Hotaru. Aku akan berhati-hati lagi." Mikan memeluk Hotaru dengan pelukan-terima-kasih-telah-mengkhawatirkanku. Hotaru pun memeluk kembali.

"Maaf, Ruka." Kata Natsume meminta maaf pada sahabat terbaiknya.

"Iya. Asalkan jangan mengulangi lagi Natsume. Kamu tahu 'kan kalau aku sangat mengkhawatirkanmu begitu juga dengan paman, bibi, Aoi, Mikan dan Hotaru. Aku takut kamu diculik oleh anggota mafia Death itu. Aku takut kamu akan lupa janji kita untuk membesarkan Piyo. Anak ayam yang kita dapatkan di gunung Shoel." Ruka khawatir dengan menundukkan kepalanya yang hampir menangis.

"Jangan terlalu dramatis, Ruka. Aku tidak akan lupa dengan janji kita membesarkan Piyo, peliharaanmu itu." Natsume memegang bahu Ruka agar Ruka tidak menunduk kepalanya lagi. Ruka akhirnya mengangkat kepalanya dan bertatapan dengan Natsume. Merah bertemu biru langit.

"Oke. Janji?"

"Janji"

"Bagus, sobat"

"Hn"

Ruka tersenyum atas kata-kata singkat Natsume dan memberikan pelukan persahabatan. Natsume memeluk kembali. Mikan juga tidak ketinggalan memeluk mereka berdua begitu juga Aoi. Hotaru, Paman Ioran dan Bibi Kaoru hanya melihat mereka sambil tersenyum.

"Ayolah, kita masuk ke dalam. Makan malam sudah siap pasti kalian semua lapar 'kan?" ajak paman Ioran memecahkan pelukan persahabatan dan persaudaraan mereka.

"IYYAAA!" teriak serempak mereka bertiga kecuali Natsume dan Hotaru yang hanya berkata 'Hn'.

Mereka semua berjalan ke ruang makan mansion keluarga Hyuuga sambil berceloteh ria.

~ Mikan POV ~

Selesai makan malam aku, Natsume, Hotaru, Ruka-pyon, dan Aoi-chan naik ke atas menuju ke ruang favorit kami yaitu Secret Room. Secret Room adalah ruangan santai untuk mengisi waktu luang yang tidak terpakai. Aku, Natsume, Hotaru dan Ruka-pyon membuat tempat ini sesuai dengan karakter kami berempat. Dengan memajang foto favorit kami. Tempat ini adalah tempat rahasia kami dimana barang-barang rahasia kami ada di sini.

Sedangkan paman Ioran dan bibi Kaoru berada di lantai bawah di ruang kerja untuk membahas kerja sama antara perusahaan Hyuuga dengan persusahaan kelima yaitu Yome.
Aku dan Hotaru duduk di sofa favorit mereka berwarna cokelat, Aoi-chan duduk di bawah dengan menggunakan bantal duduk, Natsume berbaring di sofa santainya sambil membaca komik favoritnya dengan mengangkat kedua kakinya di sisi meja, sedangkan Ruka-pyon memberikan makan untuk sang kelinci kesayangannya, Usa-chan.

"Hotaru... kapan aku, Natsume dan Aoi-chan bisa bersekolah normal sama sepertimu dan Ruka-Pyon?" tanyaku menghadapi anak perempuan berambut hitam pendek.

Mendesah, Hotaru akhirnya menatapku dan tangannya memegang tangankul. "itu tidak mungkin, Mikan. Kamu harus tahu kalau paman Izumi dan bibi Yuka tidak akan mengijinkanmu sekolah biasa karena takut mereka akan menculikmu yang pernah terjadi 3 bulan yang lalu. Mereka hampir saja menjualmu kalau paman Izumi tidak segera meminta bantuan paman Shiki agar bisa menyelamatkanmu. Itulah artinya kamu tidak boleh pergi kemana-mana tanpa ada pengawal, kak Tsubasa, kak Misaki, kak Baka-Tono, Kazuya, Ren (Maaf nama ini kubuat sendiri, harap maklum :p) dan kak Kaname melindungi dan menjagamu," kata Hotaru menasehati Mikan.

"Tapi.. Aku sudah capek Hotaru.. Dari sejak kecil sampai sekarang, aku seperti dikurung oleh orang tuaku dan kakak-kakakku sendiri juga sepupuku sendiri," isakku. Mataku berkaca-kaca hampir menangis.

"Ini demi keselamatanmu, Mikan." Hotaru memelukku dan aku memeluk Hotaru kembali.

"Tapi.. Tapi.."

"Tidak ada tapi-tapian, keputusan ini sudah bulat, Mikan. Sampai kapan kamu mengulangi pertanyaanmu ini. Aku juga tidak mau begini terus tapi aku jugatidak mau kehilangannmu. Kamu adalah sahabat terbaikku, Mikan. Aku tidak mau kehilanganmu, Mikan. Jadi, kumohon jangan ulang lagi pertanyaanmu ini. Mengerti?" Hotaru melepaskan pelukanku. Aku menatap Hotaru yang hampir menangis. Melihatnya, aku pun memeluknya lagi.

"Iya.. Iya.. Hotaru.. Aku mengerti. Aku tidak akan mengungkit masalah ini lagi," balasku menangis di pundak Hotaru.

"Bagus, Mikan." Hotaru memelukku kembali dan membelai rambutku yang berkuncir dua. "Tapi, kamu harus membayar bajuku gara-gara kamu menangis di pundakku, Mikan. Baju ini sangat mahal tahu."

"Eeehhh.. Itu berarti kamu tidak ikhlas memelukku..!" terkejut, aku melepaskan pelukan Hotaru. Mataku melebar atas perkataan Hotaru.

"Berisik.. Mikan. Aku hanya bercanda," canda Hotaru membelai pipiku. Tersenyum.

"Ohhh." Aku pun menghela napas lega.

"Tentu saja tidak bodoh. Dua kali lipat tahu! Pertama, kamu menangis di bahuku dan mengotori bajuku, dan kedua kamu memeluk kedua kali. Jadi, kamu harus membayarku dua kali lipat."

Aku berdiri dari tempat dudukku di sofa dan mengangkat jari telunjuk menuju Hotaru yang tanpa ekspresi. "jadi, kamu mau memerasku Hotaru! Aku tidak akan membayarnya! Aku tidak mau diperas olehmu lagi karena aku tidak mau seperti Ruka-pyon yang selalu diperas olehmu, Hotaru!" aku menyilangkan tanganku di dadaku sambil membuang muka cemberut.

BAKA BAKA BAKA

DUAGGHH

Hotaru menembakku dengan pistol Baka dan Natsume memukulku memakai tongkat kayu. 'Hah! Sejak kapan Natsume mempunyai tongkat kayu kukira di ruang rahasia tidak ada benda begitu,' pikirku dalam hati menatap dua orang tanpa ekspresi dengan tatapan terkejut. Ruka-pyon dan Aoi-chan menatapku sama terkejut denganku beranjak dari tempat mereka duduk.

Aku pun berdiri dan menunjuk Natsume."Kenapa kamu memukulku juga, Natsume!"

"Itu karena kamu berisik, Mickey! Kamu telah mengganggu istirahatku!" teriak Natsume.

"APA! Berani-beraninya kamu, Natsume!" Murkaku sambil menghentakkan kakiku ke lantai.

"Ohhh.. Kamu mau merasakan lagi pukulanku ini, Panda," ejek Natsume mengayunkan tongkat kayunya ke arahku.

'Tunggu.. Panda..?' aku bingung. Setelah itu, aku pun tahu maksudnya. "NATSUME..! KAMU CABUL..! Kenapa kamu mengintip celana dalamku!" bentakku pada Natsume memegang rokku warna pink.

BAKA BAKA BAKA

Hotaru menembakku lagi kedua kalinya. Aku pun terjatuh dari tempatku berdiri. Aoi-chan menghampiriku dan membantuku berdiri. Aku mengusap kepalaku yang ditembak oleh Hotaru. Ada sebuah benjol besar tingkat tiga memenuhi kepalaku.

"Jangan berisik, Mikan. Kamu harus membayarku. Jika tidak, aku akan meminta robotku untuk menagih hutangmu setiap hari." Hotaru mengarahkan pistol baka-nya padaku.

"Mou.. Hotaru, kamu pelit."

"Mau atau tidak, Mikan? Kalau dalam 3 detik menjawab aku akan menelepon robotku untukku menagih hutangmu." Hotaru menekan nomor telepon untuk memanggil robot penagih hutangnya.

"..Satu.."

'Aduhh.. Bagaimana ini? Aku tidak mau panda besar itu menagihku lagi. Gara-gara dia hidupku tidak bisa bebas,' pikirku dalam hati kebingungan.

"..Dua.."

Aku melihat Natsume menyeringai. 'Menyebalkan kamu, Natsume. Tidak menolong orang malah menyeringai.' Aku juga meminta bantuan Ruka-pyon, tetapi Ruka-pyon mengangkat kedua tangannya meminta maaf sambil menundukkan kepalanya berulang-ulang. Kulihat Aoi-chan juga tidak bisa berbuat apa-apa.

"..Ti.."

Sebelum selesai hitungan ketiga, kupotong ucapannya. "Baiklah.. Aku akan membayarnya Hotaru! Jangan panggil robot itu lagi*hiks*," isakku nada memohon berlutut di depan Hotaru menunduk kepalaku berkali-kali.

"Bagus.. Mikan. Kamu benar-benar anak baik." Mengusap kepalaku.

'Huuee.. Uang jajan bulananku akan habis lagi. Sekarang aku pasti dimarahi oleh ibu dan kak Ren. Aku pasrah saja deh. Mungkin akan ada kehidupan yang baik lagi selain ini untuk meyerahkan uang jajanku ke Hotaru yang pelit ini,' tunduk Mikan sambil merelakan nasibnya ke Ratu Es Pemeras.

Tok, Tok, Tok

Aku, Hotaru, Natsume, Aoi-chan dan Ruka-pyon melihat ke arah pintu. Aku gembira melihat orang tersebut. Aku berdiri dan berlari memeluknya.

"Sepertinya sudah waktunya pulang lho, Mikan." Kulihat kak Tsubasa berdiri di dekat pintu. Aku memeluknya dengan penuh rasa syukur.

"Kak Tsubasa.. Huuee.. Kak Tsubasa.." rengekku di pelukan kak Tsubasa yang heran dengan kelakuanku.
"Lho..? Kenapa Mikan? Kenapa kamu menangis..? Ada apa?" tanya kak Tsubasa melihatku dan akhirnya memelukku kembali. "Apa ini gara-gara Natsume? Atau.. Urrgh.. Nona Hotaru..?" tanya kak Tsubasa lagi sambil mengelus kepalaku.

"Berani melakukan padaku.. Kamu akan mendapat balasan pistol Baka-ku ini, kak Tsubasa." kulihat Hotaru menunjuk pistol baka-nya ke arah kak Tsubasa.

"Sekali saja kamu mendekati, Hage. Kamu akan menyesal lahir di dunia ini." Kulihat Natsume memberikan silau kematian pada kak Tsubasa.

Kutatap kak Tsubasa yang hampir keringat dingin melihat dua iblis yang siap melancarkan serangan padanya.
"Urrgghh.. Tidak kok.. Tidak jadi.." kak Tsubasa pun menelan ludah. Menatapku sambil tersenyum dan berkata, "Ayo, Mikan.. Kita harus pulang.. Bibi meneleponku dan Tono untuk membawamu pulang sampai ke rumah dengan selamat."

Aku tersenyum pada kak Tsubasa dan mengagukkan kepalaku. Kulihat kak Tsubasa menatap Ruka-pyon dan Hotaru. Aku pun mengikuti menatap mereka.

"Ohhh iya.. Nona Hotaru dan Ruka-pyon di tunggu oleh kak Subaru dan Narumi," kata kak Tsubasa.
"Hn" jawab Hotaru.

"Baik.. Oke Natsume.. Kami pulang dulu. Terima kasih atas makan malamnya. Dahh.. Aoi," jawab Ruka-pyon menepuk pundak Natsume dan berjalan pergi.

"Hn."

"Dahh.. Ru-chan.. Hotaru-chan.. Mikan-chan.. Kak Tsubasa.." Aoi-chan melambaikan tangannya sambil tersenyum. Aku pun tersenyum pada Aoi-chan. Aku menatap muka cemberut kulihat Natsume menyeringai ke arahku. Aku memalingkan mukaku dengan muka cemberut mengikuti kak Tsubasa, Hotaru dan Ruka-pyon. Aku menutup pintu belakangku dengan keras. Aku melihat kak Tsubasa tersentak kaget begitu juga Ruka-pyon dan Hotaru.

'Uppss.. Maaf,' bisikku sambil meminta maaf pada mereka. Mereka akhirnya memahami hanya menggelengkan kepala mereka. Aku terkekeh geli.

Aku, kak Tsubasa, Hotaru dan Ruka-pyon menuju lantai bawah untuk menemui orang menunggu kami. Aku beri salam pada kak Subaru, kakaknya Hotaru dan paman Narumi, paman Ruka-pyon. Mereka adalah keluarga yang dianggap sangat dekat dengan kami. Keluarga Imai mempunyai Rumah Sakit terbesar dan Pusat Penelitian terbesar di negara kami. Sedangkan keluarga Nogi memiliki Perusahaan menengguluti dunia fashion dan Rumah Sakit Hewan. Karena orang tua aku dan Natsume bersahabat dengan keluarga Imai, Nogi dan juga tujuh keluarga lainnya. (Pasti kalian tahu siapa, 'kan?)

Kak Subaru Imai seumuran dengan kak Tono, kak Shizune dan kak Shuichi. Mereka masih sekolah Tinggi di Alice Academy, sekolah bergengsi yang terkenal dengan orang-orang kaya.

Sedangkan kak Tsubasa, kak Misaki dan kak Kaname hanya bersekolah SMP biasa di kota Tokiyo ini. Hal itu, masih rahasia yang tidak kuketahui kenapa mereka mau bersekolah biasa. Kenapa tidak di sekolah di Alice Academy. Mereka tidak mau memberitahukannya padaku. Akhirnya aku pun menyerah dan tidak menanggapi pertanyaan itu lagi.

Ruka-pyon, Hotaru, Yo-chan, dan anak-anak ketujuh keluarga juga sekolah di Alice Academy, kecuali aku, Natsume dan Aoi-chan.

Pemilik Alice Academy adalah Kazumi Yukihira sekaligus juga pamanku, saudara ayahku.

Aku selalu dikurung di rumah beda dengan Natsume dan Aoi-chan yang selalu pergi keluar selalu ditemani dengan sepupunya Yoichi Hijiri. Aku yang tidak mengenal anak-anak dari ketujuh keluarga perusahaan terhebat. Natsume dan Aoi-chan sangat mengenal mereka begitu juga dengan Hotaru dan Ruka-pyon. Aku yang tidak memilki teman tapi bersyukur memiliki Natsume, Hotaru, Ruka-pyon, Aoi-chan, Mr. Bear dan Amanatsu, robot Hotaru yang mirip denganku yang mau menemaniku walaupun hanya di kawasan Hyuuga saja.

Aku tidak mengerti kenapa Natsume, Hotaru, Ruka-pyon, Yo-chan dan Aoi-chan tidak datang ke rumahku. Ayah dan ibu tidak mau membiarkan orang tahu tentang keberadaan harta kehidupan keluarga Yukihira. Itulah makanya, mereka tidak dibiarkan datang ke rumahku kecuali sepupuku.

Saya belum memperkenalkan Yoichi Hijiri, merupakan sepupu Natsume dan Aoi-chan yang berusia sama dengan kami 9 tahun tetapi Yoichi memiliki ilmu bela diri dari sejak kecil. Berambut hijau dan bola mata abu-abu. Sifatnya mirip dengan Natsume.

Biarpun begitu, di rumah juga aku tidak kesepian karena aku memiliki ayah, ibu, kak Ren, Kazuya, kak Tsubasa, kak Misaki, kak Tono, dan kak Kaname. Mereka-lah yang selalu menjagaku setiap hari. (Rumahnya mirip dengan tokoh utama pria di drama korea Secret Garden).

Aku beri salam perpisahan pada paman Ioran dan bibi Kaoru. Menuju pintu keluar dan masuk ke mobil kami BMW warna putih. Hotaru dan kak Subaru naik mobil Mercedez Benz warna biru, Ruka-pyon dan paman Narumi Mitsubishi Grandis warna abu-abu. Sebenarnya paman Narumi mau memakai mobil Volvo warna pink tetapi Ruka-pyon tidak mau karena pasti kena ejekkan Hotaru dan mengambil gambarnya untuk di kirim ke email pribadinya yangpenuh foto Ruka-pyon. Yah.. Hotaru dan Ruka-pyon adalah tunangan sejak kecil sama sepertiku dengan Natsume.

Aku melambaikan tanganku di kaca mobilku pada mereka dan akhirnya aku, kak Tsubasa dan kak Tono pun meninggalkan kediaman Hyuuga disusul mobil Hotaru dan mobil Ruka-pyon.

End Mikan POV

Di Kediaman Yukihira

Di Mansion keluarga Yukihira, ada seorang laki-laki berumur 30-an berkaca mata tebal berambut pirang dengan bola mata safir berjalan mondar-mandir dengan wajah penuh kecemasan sedang memikirkan putri kesayangan satu-satunya. Laki-laki ini adalah kepala keluarga Yukihira, Izumi Yukihira. Sedangkan wanita yang duduk santai berumur 25 tahun ini juga memakai kacamata tetapi tidak setebal suaminya. Berambut cokelat panjang sebahu dan bola mata cokelat hanya melihat suaminya mondar-mandir cuma menggelengkan kepala atas kelakuan suaminya itu. Wanita ini adalah istri Izumi Yukihira ibu Mikan Yukihira, Yuka Yukihira.
"Jangan terlalu cemas suamiku. Mikan akan baik-baik saja karena dia bersama dengan kak Kaoru dan Ioran. Itu berarti Mikan bersama Natsume juga 'kan? Apalagi aku juga sudah menghubungi Tsubasa dan Tonouchi untuk menjemput mereka," hibur Yuka untuk menghentikan aksi kelakuan suaminya itu agar mau duduk bersamanya sambil menunggu Mikan pulang.

"Bisakah kamu jangan terlalu santai, sayang. Yang kukhawatirkan Mikan bukan orang lain. Mikan adalah putri satu-satunya milik kita. Apakah kamu tidak khawatir?" tanya Izumi dengan nada khawatir.

"Pasti Mikan baik-baik saja bukankah di sana juga ada Hotaru dan Ruka." Balas Yuka.

"Tapi.. Tapi.. Bagaimana nanti kelompok mafia Death datang kesana dan menculik Mikan kita..? Minta uang tebusan untuk mendapatkan Mikan kembali..? Mereka pasti melakukan sesuatu yang membuat Mikan kita tidak berdaya jadi... jadi.. Bagaimana...? Mikan.. Mikan.. MIKAN! AARGH!" teriak Izumi histeris.

DUAGGHH

"HENTIKAN ITU, IZUMI YUKIHIRA! SAMPAI KAPAN KAMU MAU MENJADI ANAK KECIL YANG BERTERIAK HISTERIS! KAMU SUDAH DEWASA! UMURMU BERAPA SIH! MEMANGNYA ANAK KITA BUKAN HANYA MIKAN SAJA TAPI JUGA KAZUYA DAN REN (Maaf, ya.. Aku tidak mau mebuat Mikan anak tunggal..) YANG ADA DI LUAR SANA. AKU JUGA KHAWATIR KARENA AKU SEORANG IBU. JADI BERHENTILAH BERTERIAK HISTERIS ATAU AKU AKAN MENGIRIMKAN KAKAKMU DATANG KE SINI UNTUK MEMUKULIMU SUPAYA KAMU MAU DIAM!" bentak Yuka sang istri pada Izumi dengan nada suara yang meninggi.

Izumi jatuh ke lantai berkat pukulan keras Yuka di kepalanya. Matanya melebar pada kata-kata terakhir Yuka. "Aku minta maaf, sayang... Tolong tidak menghubungi kakakku Kazumi.. Bisa-bisa aku dapat pukulan yang sangat keras dari dia;" tunduk Izumi minta maaf.

"Bagus. Bangunlah sebentar lagi Mikan, Tsubasa dan Tonouchi akan datang. Pasti kamu tidak mau di bilang lemah di hadapan mereka 'kan? Jadi ayo bangun," ajak Yuka membangunkan Izumi dengan menarik kedua pergelangan tangannya menuju sofa di mana Yuka duduk tadi.

"Tapi, bagaimana dengan Ren dan Kazuya..?" tanya Izumi.

"Mereka berada di bandara sekarang. Ren, Mr. Bear, Misaki dan Kaname mengantar Kazuya dan Shiki ke bandara untuk pergi menemui para tetua di sana. Tahu 'kan desa Alice..?" jawab Yuka.

"Memangnya untuk apa Kazuya dan Shiki ke sana?"

"Ada urusan penting, sayang. Soalnya ini perintah nenek tetua Himemiya-san."

Izumi hanya menjawab 'o' supaya mengerti karena Izumi tahu apa yang dimaksudkannya. Perintah tetua Himemiya-san, anggota keluarga Sakura juga merupakan pimpinan yang masih bertahan di era-nya sekarang bersama tetua yang lainnya. Walaupun selalu dibilang 'nenek tetua' tetapi wajah dan tubuhnya seperti perempuan berusia 20-an yang masih muda dan cantik.

Ren (12 tahun), anak laki-laki pertama dari Izumi dan Yuka Yukihira. Sifatnya ceria dan baik hati sama seperti sang ayah, Izumi. Berambut hitam dengan bola mata cokelat seperti sang ibu, Yuka Yukihira.
Sedangkan Kazuya (9 tahun) adalah kembaran Mikan dan sebut anak laki-laki kedua Izumi dan Yuka kembar tetapi bola mata berbeda, Mikan berwarna cokelat mirip sang ibu dan Kazuya berwarna safir mirip sang ayah. Rambut Mikan dan Kazuya berwarna sama. Tapi, sifat Kazuya dingin, acuh tak acuh mirip dengan Shiki, pamannya.

Shiki (27 tahun) adalah keturunan Himemiya tapi memegang keluarga Masachika karena ibunya menikah dengan keluarga Masachika. Rambut pirang dan bola mata berwarna biru mettalik. Sifatnya sama dengan Kazuya. Sama-sama dingin tetapi selalu ramah hanya pada keluarga.

Dan Tsubasa Andou (13 tahun), sepupu Kazuya, Ren dan Mikan. Anak dari perusahaan terbesar di ibukota Jizin, Tokiyo. Tetapi, adalah perusahaan rahasia. Berambut hitam berantakan, bola mata biru dan juga ada tato bintang di sekitar wajahnya. Misaki Harada adalah tunangan Tsubasa.

Kaname Sono dan Tonouchi Akira juga sepupu Mikan dari Shiki. Mereka sama-sama memiliki perusahaan terbesar tapi tidak di ketahui karena rahasia. Hal itu tidak ada yang tahu masalahnya karena ini semua perintah dari keluarga Sakura dari desa Ailecea.

Keluarga Yukihira dan Sakura adalah keluarga yang memiliki para tetua yang masih hidup. Keluarga Sakura dirahasiakan dari publik yaitu rahasia hubungan antara Yukihira dan Sakura. Anggota-anggota kelompok Death juga tidak tahu hal ini. Begitu juga sepuluh keluarga lainnya.

Izumi POV

Aku mendengar suara mobil berhenti itu artinya Mikan sudah pulang. Aku membuka pintu engsel dua dan melihat Mikan keluar dari mobil berlari memelukku.

"Ayah.. ibu... aku pulang.." teriak Mikan, putri kesayanganku memelukku. Aku juga memeluk kembali.
"Putriku.. lama sekali kamu pulang.. aku sangat mengkhawatirkanmu."

"Maaf, ayah.. aku makan malam di rumahnya Natsume.." balas Mikan memelukku erat dan menatapku.
Yuka mendekatiku dan menepuk belakang punggungku, "Sudahlah, sayang.. Mikan dan yang lainnya juga pasti capek. Jadi, ayo masuk ke dalam. Bukankah besok ada acara yang penting?
"
"Baik.. ibu.. bibi.." kata mereka bertiga serempak.

Aku melepaskan pelukan Mikan dan masuk ke dalam diikuti Yuka, Tsubasa dan Tonouchi ke rumah. Aku berterima kasih pada Tuhan telah mengembalikan Mikan kepadaku.

Besok adalah acara dimana acara ulang tahun perayaan persahabatan kami semua. Jadi, kami harus bangun cepat-cepat untuk besok.

End Izumi POV

Di Markas Rahasia Death

"Apakah kamu sudah merencanakan strategi untuk menghancurkan kedua keluarga itu?" tanya laki-laki berambut hitam yang berumur 40 tahun pada laki-laki berambut merah dan mata ungu.
"Sudah. Tinggal menunggu waktunya saja, tuanku," jawab orang itu dengan membungkukkan kepalanya pada sang bos besar Death.

"Bagus. Besok adalah waktunya dimana mereka akan mengadakan pesta besar-besaran sekaligus pesta kematian mereka. Bagaimana dengan usulan ini, Persona?" kata bos besar yang tidak menoleh ke samping. Ditampilkan pria berambut hitam dengan wajah yang setengah ditutupi oleh topeng putih.
"Itu sesuai dengan rencanaku juga, tuanku."

"Kerja yang bagus, anakku," tersenyum lalu kembali menghadap ke berambut merah. "Btw, kapan keponakan kesayanganku akan pulang, Reo?"

"Mungkin tiga hari lagi, tuanku. Luna juga tidak sabar ingin bertemu dengan Anda, tuanku" jawab Reo.
"Bagus. Susun rencana ini agar cepat sukses karena aku tidak mau melihat kegagalan kalian lagi. Mengerti! KELUAR!" desak Kuonji memerintahkan mereka segera keluar.

Reo dan pengikut di belakangnya membusurkan badannya pada bos-nya segera keluar dari ruang utama markas Death. Diikuti dengan Persona yang berada di samping kiri Kuonji.

Kuonji tersenyum senang akan usulan strategi ini. Semua rencananya akan berjalan sukses untuk menghabisi kedua keluarga itu. Usaha balas dendamnya yang gagal tiga bulan yang lalu yaitu menculik anak perempuan keluarga Yukihira akan diganti dengan kematian besar-besaran.

"HA HA AHA HA HA! Sebentar lagi keinginanku tercapai dan kalian berdua akan hancur Yukihira.. .. Sebentar lagi rencana balas dendamku pada 25 tahun yang lalu akan menimpa kalian akan terbalaskan. HA HA AHA HAA!" Kuonji tertawa senang sambil berdiri dengan mengangkat kedua tangannya ke atas.
Besok adalah akhir dimana dua keluarga itu akan mendapatkan kejadian yang tidak terduga. Kejadian yang akan menghabisi anggota keluarga yang penting. Kejadian dimana semua menangis histeris kematian tersebut. Dan juga kesalah pahaman yang terjadi oleh dua keluarga tersebut.

~ TBC ~

.x.O.x.

A/N: Karena tidak sanggup lagi bikin fic ini di FFn, lebih enak di sini saja. Semoga kalian menyukainya. Sy masih banyak belajar kok.. ^_^ Thanks to reading! :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar